Munculnya Kurikulum Nasional tahun 2018. Ini yang harus segera Anda siapkan!

0
59

Indonesia bukan sekali dua kali melakukan pergantian kurikulum. Sejak tahun 1947 hingga sekarang setidaknya Indonesia telah berganti kurikulum sebanyak 7 kali, termasuk yang terbaru ini adalah Kurikulum 2013 yang menggantikan Kurikulum sebelumnya yakni Kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Perubahan kurikulum sendiri dilakukan oleh pemerintah bukan tanpa sebab. Dengan tujuan untuk mengoptimalkan sistem pendidikan dan juga menyesuaikan tuntutan zaman, kurikulum pun harus selalu dipantau dan dicermati efektivitasnya. Jika sebuah kurikulum sudah tidak efektif dan ketinggalan zaman maka pergantian kurikulum yang baru bisa saja akan dilakukan oleh yang berkepentingan dalam hal ini pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kisah dan riwayat kemunculan Kurikulum 2013 ini juga bisa ditelusuri dari penilaian pemerintah akan kebutuhan standar pendidikan baru yang relevan dengan perkembangan zaman. Sayangnya, apa yang dinilai pemerintah tidak selalu sejalan dengan apa yang dicermati oleh publik. Kenyataannya, di lapangan setelah peluncuran Kurikulum 2013, bayak pihak yang kecewa dan memprotesnya. Ketidaksiapan beberapa sekolah dalam menerapkan Kurikulum 2013 yang dianggap mendadak ini membuat tidak semua sekolah langsung mengambil kebijakan menerapkan kurikulum terbaru tersebut. Akhirnya, Kurikulum 2013 pun hanya dijalankan oleh beberapa sekolah perintis secara terbatas saja.

Karena banyaknya problem yang kemudian di protes oleh publik dari kemunculan Kurikulum 2013 ini maka pada 11 Desember 2014 muncul Permen atau Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 60 tahun 2014. Peraturan menteri yang dikeluarkan Anies Baswedan yang saat itu menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berisi penghentian sementara pelaksanaan Kurikulum 2013 dan mengembalikan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Tapi Permen ini tidak berlaku bagi sekolah atau satuan pendidikan yang telah melaksanakan K-13 selama 3 (tiga) semester, satuan pendidikan usia dini, dan satuan pendidikan khusus.

Sebelum batas waktu Permen yaitu pemberhentian sementara ini berakhir di tahun ajaran 2019/2020, saat ini telah muncul Kurikulum 2013 Edisi Revisi. Kurikulum 2013 Edisi Revisi ini sendiri telah diresmikan kemunculannya pada bulan Juli 2017. Karena telah mengalami perubahan, maka Kurikulum 2013 Edisi Revisi ini tidak lagi sama dengan Kurikulum 2013 pada awal kemunculannya. Inilah yang kemudian dikenal dengan Kurikulum Nasional.

Tahun 2018, Kemendikbud dan sekolah mempercepat proses persiapan pelaksanaan Kurikulum Nasional mulai tahun ajaran 2018 ini. Sedianya, rencana itu dilakukan pada 2019. namun, realisasinya dipercepat lantaran Indonesia menggelar Pemilihan Presiden dan Legislatif pada 2019.

Bagi para guru, melaksanakan Kurikulum 2013 tentu menjadi lebih mudah dalam mengelola kelas karena pembelajarannya bersifat student centered, dan guru berperan sebagai fasilitator. Namun, dengan munculnya revisi 2018 tentu membuat para pengajar atau guru kembali harus mempelajari dengan seksama.

RPP Kurikulum 2013 Edisi 2018 atau RPP Kurikulum Nasional 2018 ini tentu perlu menjadi perhatian penting bagi setiap guru atau pengajar yang ingin sukses dalam menjalankan karirnya. Sebab RPP merupakan hal atau administrasi yang harus dan wajib dipenuhi oleh setiap pengajar atau guru. Semakin baik RPP yang dibuat guru maka akan semakin sukses ia menjalankan proses pembelajarannya di kelas. Tidak hanya itu, dengan RPP yang baik, seorang guru juga akan membuat karirnya di sekolah semakin baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here