<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>cendekia.web.id</title>
	<atom:link href="http://www.cendekia.web.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.cendekia.web.id</link>
	<description>Berbagi cerita berbagi berita dan berkarlota</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 18:44:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Selamat Jalan Pak Ujang Hasanuddin</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2012/02/selamat-jalan-pak-ujang-hasanuddin.html</link>
		<comments>http://www.cendekia.web.id/2012/02/selamat-jalan-pak-ujang-hasanuddin.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 12:30:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Cendekia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cendekia.web.id/?p=1285</guid>
		<description><![CDATA[Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun,
Pada Hari Senin, 6 Februari 2012 telah meninggal dunia Guru sekaligus orang Tua Kami selama tiga tahun dalam holly jail yaitu Bapak Drs. Ujang Hasanuddin (Pak Ujang) pukul 19.15 WITA.
Jenazah akan dikebumikan di GARUT, JAWA BARAT pada hari Selasa, 8 Februari 2012. Mari kita doakan semoga amal ibadah beliau dan beliaui ditempatkan di sisi Allah SWT.
Mari kita maafkan jika ada kesalahan dari Beliau..
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun,<br />
Pada Hari Senin, 6 Februari 2012 telah meninggal dunia Guru sekaligus orang Tua Kami selama tiga tahun dalam holly jail yaitu Bapak Drs. Ujang Hasanuddin (Pak Ujang) pukul 19.15 WITA.</p>
<p style="text-align: center;">Jenazah akan dikebumikan di GARUT, JAWA BARAT pada hari Selasa, 8 Februari 2012. Mari kita doakan semoga amal ibadah beliau dan beliaui ditempatkan di sisi Allah SWT.</p>
<p style="text-align: center;">Mari kita maafkan jika ada kesalahan dari Beliau..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cendekia.web.id/2012/02/selamat-jalan-pak-ujang-hasanuddin.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Juara 2 Andai Aku Menjadi Gubernur Gorontalo: Gubernur Gorontalo, Not-so-Nice Job!!!</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2012/01/juara-2-andai-aku-menjadi-gubernur-gorontalo-gubernur-gorontalo-not-so-nice-job.html</link>
		<comments>http://www.cendekia.web.id/2012/01/juara-2-andai-aku-menjadi-gubernur-gorontalo-gubernur-gorontalo-not-so-nice-job.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 16:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Qoru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar Gorontalo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cendekia.web.id/?p=1280</guid>
		<description><![CDATA[Dibawah ini merupakan tulisan yang menjadi pemenang kedua untuk lomba Jika Aku Menjadi Gubernur Gorontalo, oleh Abdul Qohar Salilama, Alumni Insan Cendekia Gorontalo, Angkatan 2.
Gubernur Gorontalo baru aja kepilih. Euforianya udah dimulai jauh sebelum pengumuman dari KPU, malah konvoinya dimulai pada hari pemilihan. Satu hal yang kocak dari pemilihan Gubernur kali ini adalah terjadinya dua kali konvoi dari dua kandidat yang berbeda. Penyebabnya apa lagi kalau bukan SMS hoax. Mungkin karena “Mama” udah kebanyakan pulsa, makannya “Mama” SMS-in semua orang buat ngasih tau pemenang versi KPU.
Sebenarnya saya pribadi gak mau ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dibawah ini merupakan tulisan yang menjadi pemenang kedua untuk lomba Jika Aku Menjadi Gubernur Gorontalo, oleh Abdul Qohar Salilama, <strong>Alumni Insan Cendekia Gorontalo, Angkatan 2</strong>.<span id="more-1280"></span></em></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 153px"><img title="Abdul Qohar Salilama, Insan Cendekia Gorontalo Angkatan 2" src="http://aqsalilama.files.wordpress.com/2012/01/wr-supratmanmoz1.jpg?w=225&amp;h=300" alt="Abdul Qohar Salilama, Pemenang Kedua Lomba Andai Aku Menjadi Gubernur Gorontalo" width="143" height="191" /><p class="wp-caption-text">Abdul Qohar Salilama, Pemenang Kedua Lomba Andai Aku Menjadi Gubernur Gorontalo</p></div>
<p>Gubernur Gorontalo baru aja kepilih. Euforianya udah dimulai jauh sebelum pengumuman dari KPU, malah konvoinya dimulai pada hari pemilihan. Satu hal yang kocak dari pemilihan Gubernur kali ini adalah terjadinya dua kali konvoi dari dua kandidat yang berbeda. Penyebabnya apa lagi kalau bukan SMS hoax. Mungkin karena “Mama” udah kebanyakan pulsa, makannya “Mama” SMS-in semua orang buat ngasih tau pemenang versi KPU.</p>
<p>Sebenarnya saya pribadi gak mau jadi gubernur. Selain umur saya yang masih muda, saya juga bukan orang yang berlimpah harta. Bukankah syarat untuk menjadi Kepala Daerah di Indonesia adalah TUA atau KAYA. Jika tidak memenuhi salah satu dari dua syarat tersebut, dapat dipastikan kita tidak akan menjadi Kepala Daerah. Jika suatu saat ada Kepala Daerah yang MUDA atau MISKIN, maka kita harus mendatangi halaman kantor-kantor pemerintah dan melihat ke atas, mungkin bendera yang berkibar bukan lagi MERAH PUTIH.</p>
<p>Berhubung saya tidak akan mungkin jadi gubernur (not now at least), maka saya hanya akan memberikan masukan buat gubernur yang terpilih. Hal pertama yang harus dilakukan oleh Gubernur Gorontalo adalah <strong>menahan diri</strong>. Menahan diri dari mengutak-atik susunan kabinet atas dasar <em>balas jasa </em>dan <em>balas dendam. </em>Lucunya di negeri ini (meminjam istilah Bona Paputungan), kita gak harus pintar dan cakap untuk menjadi pejabat seperti yang tertulis pada Surat Keputusan pengangkatan dalam jabatan. Yang harus kita lakukan hanyalah memeriksa silsilah keluarga, kali aja nyambung dengan pucuk pimpinan, atau mempersiapkan sajak puji-pujian untuk pucuk pimpinan yang dikenal dengan istilah “koprol”. Berhubung hal yang pertama tidak dapat kita usahakan karena berhubungan dengan takdir, maka satu-satunya yang tersisa adalah KOPROL.</p>
<p>Parahnya semua Kepala Daerah di Indonesia memiliki 1 program yang sama untuk semester pertama pemerintahannya, yaitu utak-atik kabinet. Kalau diibaratkan, mereka lebih memilih orang yang buta huruf untuk menjadi Kepala Dinas Pendidikan asalkan masih ada hubungan keluarga daripada memilih seorang Profesor tapi tidak ada hubungan sama sekali. Memang benar, perintah dan ide kita akan lebih mudah diterima dan dikerjakan oleh orang yang memiliki hubungan keluarga dengan kita ketimbang orang lain, tapi profesionalitas harus lebih diutamakan. Lebih baik memilih musuh yang berkompeten di bidangnya daripada saudara sedarah tapi bodoh.</p>
<p>Setelah Menahan Diri, langkah selanjutnya adalah membina kembali hubungan dengan kepala daerah tingkat II, walikota dan bupati. Sudah menjadi rahasia umum bahwa sering terjadi perseteruan antara gubernur dan walikota atau bupati. Hal ini sangat-sangat tidak baik untuk pembinaan masyarakat. Gimana bisa kita mengharapkan rakyat yang rukun sementara pemimpinnya saja selalu berseteru? Memang benar untuk mengharapkan ada yang mengalah adalah sesuatu yang mustahil. Yang pasti jika orientasi dari <em>bos-bos </em>ini hanya untuk jabatan, maka perseturuan itu tidak akan berakhir. Sebaliknya jika orientasinya untuk <em>memimpin dan membina </em>masyarakat, maka “mengalah” bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan.</p>
<p>INFRASTRUKTUR. Kata ini paling sering dijanjikan dalam kampanye apapun, kepala daerah, legislatif, sampai presiden, tapi paling jarang terealisasi. Khusus Gorontalo, insfrastruktur kita masih jauh dari memadai. Di bidang transportasi, kita masih mempermasalahkan jatah pembangunan dan perbaikan jalan. “Ini jalan provinsi,” kata bupati/walikota. “Ini jalan kabupaten/kota,” kata gubernur. Sekali lagi, jika orientasinya adalah rakyat, maka saling melempar tanggung jawab ini tidak akan terjadi. Hal yang lumrah di negeri ini lagi adalah ketika berbicara mengenai kewajiban dan tanggung jawab, maka kita akan saling melemparkan tanggung jawab. Tapi jika berbicara dana, maka kita akan saling berebut. “Ini adalah dana kabupaten/kota,” kata bupati/walikota. “Ini adalah dana provinsi,” kata gubernur. Padahal para Kepala Daerah ini, baik tingkat I maupun tingkat II, semuanya memiliki prinsip yang sama dalam pembangunan jalan, TAMBAL SULAM. Semakin cepat jalannya lubang, semakin baik, karena proyek perbaikan jalan semakin sering, ujung-ujungnya <em>fee </em>kepala daerah semakin banyak. Jadi, kalo prinspinya sama, kenapa harus saling melempar tanggung jawab? Kan pasti untung, Bos!</p>
<p>Infrastruktur lain yang masih butuh pembenahan adalah telekomunikasi. Provinsi Gorontalo yang sudah berusia 1 dasawarsa ini telekomunikasi selulernya baru dicover oleh beberapa operator seluler, dengan satu operator terbesar. Dari semua operator, tidak satupun yang memiliki sinyal yang <em>lumayan</em> kuat. Semuanya jauh di bawah lumayan. Telekomunikasi adalah salah satu pilar utama untuk memajukan suatu provinsi. Bayangkan berapa rupiah yang rugi karena putusnya hubungan telekomunikasi! Dalam hal ini Gubernur Gorontalo wajib memerintahkan operator seluler untuk meningkatkan layanannya terutama penyediaan <em>sinyal </em>yang handal. Jika operator tetap tidak dapat memenuhi permintaan masyarakat, maka Gubernur Gorontalo sebaiknya mengundang investor seluler lain untuk ikut bersaing di Gorontalo.</p>
<p>Infrastruktur lain menurut saya yang masih butuh perhatian gubernur adalah listrik. Dalam beberapa tahun terakhir PLN sebagai pemegang hak monopoli penyedia listrik telah memperluas cakupannya dengan memonopoli caci maki masyarakat Gorontalo. Masyarakat yang selama ini tidak pernah dipuaskan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah tidak mau menerima alasan dalam bentuk apapun. Yang mereka tahu adalah listrik jalan terus. Tugas Gubernur Gorontalo sebagai pelayan masyarakat adalah menyediakan listrik bagaimanapun caranya.</p>
<p>Terakhir yang penting menurut saya adalah BBM. Memasuki tahun 2012 ini, masyarakat Gorontalo masih dipusingkan dengan antrian BBM. Sekali lagi, berapa rupiah yang terbuang hanya karena harus menghabiskan beberapa jam untuk sekedar mengisi bensin? Lucunya lagi, bensin eceran bertebaran di mana-mana, bahkan di sekitar lokasi pom bensin. Aturan pelarangan pengisian jerigen tidak diindahkan oleh petugas pom bensin walaupun sudah dijaga oleh pihak kepolisian. Maklum yang jaga <em>Polisi Tidur</em>. Belum lagi para penjual bensin eceran secara kreatif telah menemukan cara pemasokan bensin tanpa melalui jerigen, misalnya dengan menampung sementara bensin yang akan dijual pada tangki motor mereka. Aturan pembatasan BBM bersubsidi harus diiringi dengan aturan ‘Pelarangan BBM Eceran’.</p>
<p>Gubernur Gorontalo berkewajiban untuk menyediakan dan meningkatkan infrastruktur-infrastruktur tersebut bagaimanapun caranya. Bukankah Anda dipilih untuk menggunakan segala daya upaya dalam rangka pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat? Jika diibaratkan Masyarakat Gorontalo adalah majikan, maka Gubernur Gorontalo adalah budak. Bukankah masyarakat yang menggaji gubernurnya? Sehingga apapun harus dilakukan Gubernur Gorontalo untuk melayani dan menyenangkan Masyarakat Gorontalo. Dan satu lagi, yang sering dilakukan oleh Kepala Daerah pada umumnya adalah penggunaan jalan raya seenaknya. Mengapa wibawa Bung Karno masih tetap terjaga sampai saat ini? Karena beliau menghormati rakyatnya. Beliau selalu menyapa rakyatnya. Selama ini kita lihat para Kepala Daerah dengan angkuh dan serakahnya menggunakan jalan umum. Biasanya dilengkapi dengan mobil patwal lengkap dengan bunyi-bunyian yang sangat mengganggu. Kurang ajarnya lagi, masyarakat harus mengalah dan memberikan jalannya dipakai oleh Kepala Daerah ini. Lho, yang majikan siapa, yang budak siapa? Mending kalo kinerjanya sama cepatnya dengan mobilnya. Saya sangat mengharapkan Gubernur Gorontalo untuk tidak mempercepat mobilnya ketika melewati jalan rakyat. Lebih bagus lagi kalo kaca mobilnya terbuka sambil menyapa masyarakat. Jika itu yang dilakukan, saya pastikan wibawa Anda akan tetap terjaga sampai kapanpun. Bukankah ketika melewati <em>Shiratal Mustaqim </em>Anda tidak dijaga patwal? Jadi untuk apa kita arogan dalam menggunakan jalan di dunia, sementara kita tertatih-tatih ketika melewati <em>Sirathal Mustaqim</em>. Ingat, Gubernur Gorontalo tidak lebih hebat dan tidak lebih besar daripada Hitler, Mussolini, dan Khadafi. Dan di mana mereka sekarang? Mereka meninggalkan dunia ini tanpa membawa pasukannya apalagi hartanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cendekia.web.id/2012/01/juara-2-andai-aku-menjadi-gubernur-gorontalo-gubernur-gorontalo-not-so-nice-job.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Juara 3 Andai Aku Menjadi Gubernur Gorontalo: JIKA AKU MENJADI GUBERNUR GORONTALO</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2012/01/juara-3-andai-aku-menjadi-gubernur-gorontalo-jika-aku-menjadi-gubernur-gorontalo.html</link>
		<comments>http://www.cendekia.web.id/2012/01/juara-3-andai-aku-menjadi-gubernur-gorontalo-jika-aku-menjadi-gubernur-gorontalo.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 16:13:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Cendekia]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar Gorontalo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cendekia.web.id/?p=1281</guid>
		<description><![CDATA[Dibawah ini merupakan tulisan yang menjadi pemenang ketiga untuk lomba Jika Aku Menjadi Gubernur Gorontalo, oleh Misran Akaseh.
Jika aku menjadi gubernurGorontalo aku akan menyisihkan 20 % Anggaran Belanja Pemerintah Daerah untuk dana Pendidikan, agar masyarakat Propinsi Gorontalo tidak tertinggal dalam dunia pendidikan, biaya sekolah di gratiskan sampai tingkat SMA dan untuk perguruan tinggi akan di subsidi dari 20 % dana APBD tadi.
Yang menjadi cita-cita utama jika aku menjadi Gubernur Gorontalo adalah menjadikan Gorontalo sebagai Cyber City seperti kota Yogyakarta. Konsep Cyber City ini adalah sebuah kota yang didalamnya kita dengan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dibawah ini merupakan tulisan yang menjadi pemenang ketiga untuk lomba Jika Aku Menjadi Gubernur Gorontalo, oleh Misran Akaseh.<span id="more-1281"></span></em></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 171px"><img title="Misran Akaseh" src="http://alfaghi.blogdetik.com/files/2011/12/photofunia-823a9d.jpg" alt="Misran Akaseh" width="161" height="123" /><p class="wp-caption-text">Misran Akaseh</p></div>
<p><em>Jika aku menjadi gubernurGorontalo aku akan menyisihkan 20 % Anggaran Belanja Pemerintah Daerah untuk dana Pendidikan, agar masyarakat Propinsi Gorontalo tidak tertinggal dalam dunia pendidikan, biaya sekolah di gratiskan sampai tingkat SMA dan untuk perguruan tinggi akan di subsidi dari 20 % dana APBD tadi.</em></p>
<p>Yang menjadi cita-cita utama jika aku menjadi Gubernur Gorontalo adalah menjadikan Gorontalo sebagai Cyber City seperti kota Yogyakarta. Konsep Cyber City ini adalah sebuah kota yang didalamnya kita dengan mudah menemukan berbagai perangkat teknologi informasi dalam kegiatan rutin warganya. Biasanya, yang menjadi tolak ukur sebuah kota cyber adalah akses internet.</p>
<p>Sekarang, akses internet merupakan sebuah keharusan dari sebuah kota. Karena dengan internet kita akan mudah berkomunikasi dan mencari tahu hal-hal dari belahan dunia manapun. Dengan internet, kita akan memasuki sebuah dunia tanpa batas dan tanpa sekat. Tentu saja, kita harus bijak menggunakannya. Teknologi selalu saja bermata dua. Tergantung dari pemakainya.</p>
<p>Seandainya aku jadi Gubernur Gorontalo, Target Pertama yang akan kulakukan adalah Pemasangan hot spot Wi-Fi gratis di sejumlah tempat terbuka di Gorontalo, seperti taman-taman kota yang ada di sepajang jalan propinsi Gorontalo, tempat-tempat olahraga, lokasi bandara, pelabuhan, terminal bis, pusat-pusat perbelanjan modern dan tempat-tempat wisata lainnya akan semakin memudahkan masyarakat untuk beraktifitas secara lebih leluasa dalam satu waktu yang bersamaan.</p>
<p>Berwisata sambil berkirim email, menyantap makanan sambil mengerjakan tugas kantor, duduk di mall sambil chatting dan Ngeblog dengan Sahabat dan blogger lainnya adalah contoh-contoh aktifitas yang sering dijumpai di tengah masyarakat kota Gorontalo, itulah yang menjadi harapan saya. Pendeknya, aktifitas apapun yang dilakukan tidak akan mengganggu pekerjaan inti di kantor.</p>
<p>Saya ingin Masyarakat Propinsi Gorontalo lebih memaksimalkan perkembangan teknologi informasi yang berkembang sangat pesat saat ini, para Profesional, pebisnis, pendidik dan para mahasiswa dapat bekerja secara paralel tanpa terikat waktu dan tempat.</p>
<p>Tentunya pekerjaan ini tidaklah mudah, perlu komitmen dan kerja keras yang tinggi dari Pemerintah dan kerjasama dari Semua Provider ISP yang ada. Belajar dari pengalaman saya waktu berkunjung di Kota Yogyakarta, Yogya Cyber City sudah berjalan selama kurang lebih 6 tahun dan dalam waktu 6 tahun tersebut semua fasilitas dan infrastruktur dikerjakan oleh Pihak Kedua (outsourcing) bukan di kerjakan oleh Pemerintah, nah yang terjadi Propinsi Gorontalo saat ini semua pekerjaan IT di kerjakan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo sendiri. Karena keterbatasan SDM dan tingginya pekerjaan dinas yang lainnya jadilah pekerjaan dan pengembangan ICT tersebut berjalan tidak sesuai harapan.</p>
<p>Selain Komitmen dan Kerja keras yang tinggi, faktor Brainware juga sangat penting. Pemerintah bersama Akademisi, stakeholder dan masyarakat bersama sama menyusun rencana strategic untuk penerapan konsep Cyber City tersebut.</p>
<p>Perancangan ICT master plan (grand design) untuk suatu provinsi idealnya harus dimulai dengan melakukan gap analysis yang akan memberikan gambaran konkret tentang kondisi ICT saat ini. Gap analysis ini diperoleh dengan membuat perbandingan antara komponen atau faktor-faktor yang dibutuhkan dengan kondisi infrastuktur ICT yang ada saat ini (existing infrastructure).</p>
<p>Dengan dukungan dan komitmen serta kerjasa sama yang kuat antara Pemerintah, Stakeholder dan Masyarakat Propinsi Gorontalo semua cita-cita diatas dapat terwujud, dan sangatlah mungkin.</p>
<p>Gorontalo saat ini masih dalam tahapan pelaksanaan pesta demokrasi, tentu apa yang ditulis diatas merupakan harapan. Menjadi gubernur bukanlah tujuan memakmurkan politik saja, melainkan memajukan segala sektor yang salah satunya telah diuraikan diatas.</p>
<p>Mencermati bahwa Gorontalo merupakan daerah adat, tentu pengembangan budaya merupakan bagian dari rencana pencapaian menuju kota Cyber City, jika saya kelak dipercaya menjadi gubernur, maka ini akan menjadi prioritas, namun jika pun tidak, ini tetap harus dilakukan oleh anak-anak Gorontalo, menuju kemandirian dan kesejahteraan.</p>
<p>Sumber: http://alfaghi.blogdetik.com/2011/12/09/jika-aku-menjadi-gubernur-gorontalo/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cendekia.web.id/2012/01/juara-3-andai-aku-menjadi-gubernur-gorontalo-jika-aku-menjadi-gubernur-gorontalo.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Juara 1 Andai Aku menjadi Gubernur Gorontalo: &#8220;Mimpiku untuk Hulonthalo&#8221;</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2012/01/juara-1-andai-aku-menjadi-gubernur-gorontalo-mimpiku-untuk-hulonthalo.html</link>
		<comments>http://www.cendekia.web.id/2012/01/juara-1-andai-aku-menjadi-gubernur-gorontalo-mimpiku-untuk-hulonthalo.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 16:08:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar Gorontalo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cendekia.web.id/?p=1278</guid>
		<description><![CDATA[Dibawah ini merupakan tulisan yang menjadi pemenang pertama untuk lomba Jika Aku Menjadi Gubernur Gorontalo, oleh Alfian Nangili.
Sebelum saya benar – benar menjadi Gubernur Gorontalo, maka ada banyak persoalan yang sudah harus saya selesaikan. Diantara berbagai macam persoalan itu adalah listrik yang mirip lampu diskotik, air bersih yang berwarwa coklat, jalan umum yang banyak jerawat, pelayanan kesehatan dan pendidikan yang setengah hati, penegakan hukum yang tebang pilih dan seluruh kebutuhan serta fasilitas rakyat yang memang sudah menjadi hak mereka yang sudah dirampas dan diperkosa oleh para penguasa.
Nah, jika saya dapat ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dibawah ini merupakan tulisan yang menjadi pemenang pertama untuk lomba Jika Aku Menjadi Gubernur Gorontalo, oleh Alfian Nangili.</em></p>
<p><span id="more-1278"></span>Sebelum saya benar – benar menjadi Gubernur Gorontalo, maka ada banyak persoalan yang sudah harus saya selesaikan. Diantara berbagai macam persoalan itu adalah listrik yang mirip lampu diskotik, air bersih yang berwarwa coklat, jalan umum yang banyak jerawat, pelayanan kesehatan dan pendidikan yang setengah hati, penegakan hukum yang tebang pilih dan seluruh kebutuhan serta fasilitas rakyat yang memang sudah menjadi hak mereka yang sudah dirampas dan diperkosa oleh para penguasa.</p>
<p>Nah, jika saya dapat menyelesaiakan satu saja persolan diatas, barulah saya pantas untuk mewujudkan mimpi menjadi Gubernur Gorontalo.</p>
<p>Mengapa demikian ? ( Tanya kenapa ).<br />
Anda mungkin bertanya, bagaimana mungkin melakukan itu sedangkan saya bukan siapa siapa.</p>
<p>Ingat…! Soekarno dulu bukan siapa – siapa, tetapi berkat pengabdian dan jasanya maka sampai saat ini namanya tetap dikenang dan dibanggakan. Prinsipnya, bekerja dulu barulah meminta. Sebab Pemimpin adalah mereka yang telah lama melalui proses belajar mensejahterakan sesama sebelum ia disejahterakan.</p>
<p>Singkatnya ;</p>
<p><em>Tidak ada yang pantas diangkat menjadi pemimpin kecuali mereka yang telah berjasa dan membuktikan visi misinya, jauuuuuuuuuh sebeum dia menjadi pemimpin.</em></p>
<p>Olehnya Terlepas dari berbagai macam persoalan dan keluhan klasik di atas maka saya mempunyai sebuah mimpi dan mimpi itu akan Insya Allah saya wujudkan jika saya telah menjadi Gubernur Di Gorontalo ini.</p>
<p>Salah satu Diantara banyak mimpi itu ada satu yang ingin saya wujudkan bila saya menjadi Gubernur Gorontalo.</p>
<p>Yaitu : Filosofi adat bersendikan sara, sara bersendikan kitabullah harus benar – benar dibuktikan dan diterapkan.</p>
<p>Berangkat dari kepedulian saya terhadap generasi muda Gorontalo yang saat ini sepertinya hidup jauh dari Agama.</p>
<p>Percaya atau tidak, 6 hari yang lalu anda bisa melihat pada perayaan <strong><em>Pesta Kembang Maksiat, Malam Pelepasan Iman, Yang dimeriahkan oleh syetan – syetan dan disponsori oleh Iblis, Agama ditinggalkan, Tuhan Dilupakan. Itulah malam Pergantian Tahun alias malam tanggal satu.</em></strong></p>
<p>Inilah fakta …! Sekali lagi Ini nyata terjadi, bukan karangan saya semata. Tak perlu rasanya saya ceritakan bagaimana kronologi perayaan menyimpang dan apa saja yang sudah terjadi pada perayaan tradisi kafir ini. Yang jelas, esok paginya sampah berserakan dan jalanan pun menjadi tempat tidur bagi mereka yang mabuk maksiat semalam.</p>
<p><strong>Lalu Solusinya Apa ?</strong></p>
<p>Jika memang pemerintah ingin menggelar kegiatan Keagamaan, maka larang keras setiap perayaan yang dapat menggangu . Kalaupun tidak maka buatlah acara yang mempunyai nilai – nilai positif yang dapat membendung perbuatan – perbuatan yang tidak terpuji. Jangan mengkolaborasikan antara kemunkaran dan kebathilan. Memang harus disadari sulit untuk membendung animo masyarakat yang sudah mendarah daging ini, tetapi apakah kita harus membiarkan ini berlangsung samapi ke anak cucu kita ?<br />
Jika bukan kita, maka siapa lagi dan kalu bukan sekarang maka kapan lagi.</p>
<p>Selanjutnya, Akhlak dari generasi muda kita makin hari sudah semakin mencemaskan. Betapa tidak, makian dan cacian seolah menjadi hiasan bibir. Ini hanyalah contoh kecil, tetapi ingat semua masalah besar itu awalnya dari persoalan – persolan yang kecil. Dan sebenarnya masih banyak lagi persolan besar yang sama bahayanya dengan hal itu. Misalnya pergaulan bebas, minuman keras, narkoba dan lain sebagainya.</p>
<p>Solusinya apa ? Berikan Pemahaman Ilmu Agama yang maksimal mulai dari  Taman Kanak &#8211; kanak sampai perguruan tinggi. Pertegas saknsi hukum untuk setiap pelanggaran. Itu saja…</p>
<p>Kedua hal ini yang menurut saya saat ini dianggap perlu diwujudkan oleh seorang Pemimpin di Gorontalo. Anda mungkin bertanya&#8230;..</p>
<p>mengapa hanya persoalan Agama dan Generasi muda yang jadi objek permasalahnnya ?</p>
<p>bagaimana dengan problematika hidup rakyat yang lainnya yang belum terselesaikan ?</p>
<p>Apakah dengan begitu Gorontalo bisa maju dan dikenal oleh dunia ?</p>
<p>Jawabannya :<br />
- Bila setiap pemuda – pemudi Gorontalo berakhlak baik, saya yakin 5,10,20 tahun yang akan datang tidak akan ada Anggota Legislatif yang berkelahi bahkan saling mengumpat pada saat rapat di DPR.<br />
- Bila setiap orang faham hukum Agama, maka walaupun setiap sudut Kota gelap dimalam hari, saya yakin tidak akan akan namanya prostitusi, perjudian dan sejenisnya.<br />
- Bila setiap Aparatur Negara memiliki sopan santun dan akhlak yang baik, maka saya yakin KOTAK SARAN dari Rumah sakit, Kantor kelurahan, Kantor Kecamatan, PLN, PDAM, dan sebagainya tidak akan penuh dengan keluhan/kritikan akan BURUKNYA PELAYANAN TERHADAP RAKYAK MISKIN.<br />
- dan banyak lagi, yang intinya mau jadi Gorontalo Kedepan tergantung dari bagaimana rakyatnya mempraktekkan filosofi &#8220;adat bersendi sara, sar bersendi Kitabullah&#8221;</p>
<p><strong>Kesimpulannya :</strong></p>
<p>Jika saya menjadi Gubernur Gorontalo saya akan mewujudnyatakan Fiosofi “Adat bersendikan sara, sara bersendikan kitabullah” bukan hanya sebagai slogan  dari daerah yang di juluki Serambi Madinah tetapi benar &#8211; benar dilakukan dan kehidupan sehari – hari maka saya yakin dan percaya Semua Problematika Hidup Rakyat Gorontalo Akan Mudah Terselesaikan.<br />
Jika saya menjadi Gubernur Gorontalo Saya akan memperbaiki moral dan merangkul Para Generasi Gorontalo Muda agar terlibat dalam segala aspek kehidupan sebab <em>Jika kita sudah tidak dapat menghentikan kemunkaran yang dibuat para pendahulu kita, maka cegahlah anak cucu kita , dan dimana &#8211; mana Hancurnya Sebuah Negara Dimulai Dari Rusaknya Moral Dari Generasi Muda. </em><br />
<em>Itulah Mimpi yang akan ku buat menjadi kenyataan Jika Aku Menjadi Gubernur Gorontalo.</em></p>
<p>Sumber: http://www.radar-gorontalo.co.cc/2011/10/mimpiku-untuk-hulonthalo.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cendekia.web.id/2012/01/juara-1-andai-aku-menjadi-gubernur-gorontalo-mimpiku-untuk-hulonthalo.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kronologis Kejadian Kecelakaan Alwin dan Redyta</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2011/12/kronologis-kejadian-kecelakaan-alwin-dan-redyta.html</link>
		<comments>http://www.cendekia.web.id/2011/12/kronologis-kejadian-kecelakaan-alwin-dan-redyta.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 17:44:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Cendekia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cendekia.web.id/?p=1267</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang telah diberitakan sebelumnya,  Ketua IAICG Malang Fandy Sandika beserta beberapa pengurus IAICG Malang lainnya langsung menuju tempat dirawatnya korban keserempet mobil yang dialami oleh rekan kita Alwin dan Redyta di Rumah Sakit Nirmala, Kota Tua &#8211; Malang, Jawa Timur.
Dari informasi yang didapatkan oleh Fandy dari Paman Alwin, kejadian ini bermula dari Alwin yang mengendarai sepeda motor akan menjemput Redyta di kampusnya. Dalam perjalanan pulang, mereka kehujanan dan pada saat itu hujan sangat deras.
Dari arah berlawanan ada sebuah truk yang sedang berusaha untuk menyalip mobil yang berada di depannya ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang telah diberitakan <a href="http://www.cendekia.web.id/2011/12/musibah-menimpa-keluarga-besar-iaicg-yang-berada-di-malang.html" target="_blank">sebelumnya</a>,  Ketua IAICG Malang Fandy Sandika beserta beberapa pengurus IAICG Malang lainnya langsung menuju tempat dirawatnya korban keserempet mobil yang dialami oleh rekan kita Alwin dan Redyta di Rumah Sakit Nirmala, Kota Tua &#8211; Malang, Jawa Timur.<span id="more-1267"></span></p>
<p>Dari informasi yang didapatkan oleh Fandy dari Paman Alwin, kejadian ini bermula dari Alwin yang mengendarai sepeda motor akan menjemput Redyta di kampusnya. Dalam perjalanan pulang, mereka kehujanan dan pada saat itu hujan sangat deras.</p>
<p>Dari arah berlawanan ada sebuah truk yang sedang berusaha untuk menyalip mobil yang berada di depannya tanpa memperhatikan kendaraan yang sedang berjalan dari arah lainnya. Karena posisi antara truk yang pada saat itu menyalip mobil tersebut terlalu mepet dengan mobil yang akan disalip olehnya, maka truck tersebut mencoba agak ke kanan dan ternyata di sebelah kanan dari arah berlawanan ada motor yang sedang di kendarai oleh Alwin dan Redyta dan kejadian keserempet itupun terjadi.</p>
<p>Sesaat setelah kejadian tersebut, warga setempat langsung membawa kedua orang korban ke rumah sakit terdekat yaitu Ruma Sakit Nirmala &#8211; Kota Tua, Malang &#8211; Jawa Timur untuk segera mendapatkan pertolongan. Pada saat itu memang keadaan jari kelingking alwin nyaris putus, namun karena masih memungkinkan untuk diberikan pertolongan maka jari tersebut masih dapat disatukan kembali.</p>
<p>Sementara itu untuk Redyta sendiri bukan tempurung lututnya yang mengalami kerusakan, namun tulang kering bagian atas mengalami keretakan. Untungnya tulang kering yang mengalami keretakan tersebut masih dapat tertolong setelah melakukan operasi yang juga membutuhkan transfusi darah sebanyak 1 kantong. Saat ini kita tinggal menunggu pemulihan kesehatan dari kedua korban.</p>
<p>Sementara itu, dari Ketua Pengurus Pusat IAICG Jamal Darussalam Giu, berencana untuk mengadakan kegiatan yang dapat meringankan beban dari kedua korban yang masih masuk dalam keluarga besar IAICG.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cendekia.web.id/2011/12/kronologis-kejadian-kecelakaan-alwin-dan-redyta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Musibah menimpa keluarga besar IAICG yang berada di Malang</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2011/12/musibah-menimpa-keluarga-besar-iaicg-yang-berada-di-malang.html</link>
		<comments>http://www.cendekia.web.id/2011/12/musibah-menimpa-keluarga-besar-iaicg-yang-berada-di-malang.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 14:31:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Cendekia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cendekia.web.id/?p=1263</guid>
		<description><![CDATA[Barusan saya mendapatkan berita di Group IAICG SE-INDONESIA dan LUAR NEGERI bahwasanya ada kawan kita yang berasal dari Angkatan 12 IAICG sedang mengalami musibah berupa kecelakaan diserempet mobil dan butuh dilakukan operasi. Adapun yang mengalami kecelakaan bernama Alwin dan Redyta.
Dari informasi yang diberikan oleh sumber yakni Yayu Husain, bahwa Alwin harus dioperasi dan diberitakan akan dilakukan amputasi terhadap kelingkingnya. Sedangkan Redyta mengalami luka yang cukup serius pada bagian dengkul.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Barusan saya mendapatkan berita di Group IAICG SE-INDONESIA dan LUAR NEGERI bahwasanya ada kawan kita yang berasal dari Angkatan 12 IAICG sedang mengalami musibah berupa kecelakaan diserempet mobil dan butuh dilakukan operasi. Adapun yang mengalami kecelakaan bernama Alwin dan Redyta.</p>
<p>Dari informasi yang diberikan oleh sumber yakni Yayu Husain, bahwa Alwin harus dioperasi dan diberitakan akan dilakukan amputasi terhadap kelingkingnya. Sedangkan Redyta mengalami luka yang cukup serius pada bagian dengkul.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cendekia.web.id/2011/12/musibah-menimpa-keluarga-besar-iaicg-yang-berada-di-malang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Indonesia dan ASEAN dalam Pemulihan Krisis Ekonomi yang Melanda Amerika Serikat</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2011/12/pentingnya-indonesia-dan-asean-dalam-pemulihan-krisis-ekonomi-yang-sedang-melanda-amerika-serikat.html</link>
		<comments>http://www.cendekia.web.id/2011/12/pentingnya-indonesia-dan-asean-dalam-pemulihan-krisis-ekonomi-yang-sedang-melanda-amerika-serikat.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 14:53:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Freeport]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalopost]]></category>
		<category><![CDATA[iaicg]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[KTT ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>
		<category><![CDATA[United States]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cendekia.web.id/?p=1254</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini Dimuat pada Gorontalo Post tanggal 1 Desember 2011
Sejak kunjungannya Barrack Obama yang pertama ke Jakarta pada November 2010, sebagai Presiden Amerika Serikat, telah menjanjikan bahwa dia akan menghadiri KTT ASEAN pada November tahun 2011 yang akan diselenggarakan di Bali dan dengan membawa serta Anak Istrinya untuk di ajak liburan di pulau dewata tersebut.

Seperti yang diketahui oleh banyak pihak, Amerika Serikat yang berpredikat sebagai negara adidaya itu tidak pernah berkunjung ke sebuah acara tanpa ada misi yang amat sangat penting. Tentunya ada misi yang penting dalam kunjungannya ke KTT ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Tulisan ini Dimuat pada Gorontalo Post tanggal 1 Desember 2011</em></strong></p>
<p>Sejak kunjungannya Barrack Obama yang pertama ke Jakarta pada November 2010, sebagai Presiden Amerika Serikat, telah menjanjikan bahwa dia akan menghadiri KTT ASEAN pada November tahun 2011 yang akan diselenggarakan di Bali dan dengan membawa serta Anak Istrinya untuk di ajak liburan di pulau dewata tersebut.<br />
<span id="more-1254"></span><br />
Seperti yang diketahui oleh banyak pihak, Amerika Serikat yang berpredikat sebagai negara adidaya itu tidak pernah berkunjung ke sebuah acara tanpa ada misi yang amat sangat penting. Tentunya ada misi yang penting dalam kunjungannya ke KTT ASEAN kali ini. Misi yang tentunya sangat terkait erat dengan kepentingan negara Adi Daya di daerah kawasan Asia Pasifik.</p>
<p>Seperti kita ketahui bersama, Amerika Serikat belakangan ini sedang dilanda krisis finasial yang hampir membuat negara adidaya tersebut bangkrut karena banyaknya utang luar negeri yang besarnya hampir tidak dapat dibayarkan, PHK, Pengangguran, Kemiskinan, Bahan Bakar Minyak yang sangat mahal adalah masalah-masalah yang sedang menghampiri Amerika Serikat saat ini. Krisis ini berpengaruh terhadap perdangangan global dan industry yang tidak hanya di Amerika saja, melainkan wilayah Eropa turut merasakannya.</p>
<p>Indonesia adalah negara berkembang atau negara dunia ketiga yang terkenal dengan masyarakat yang sangat tinggi sifat konsumtifnya. Hampir seluruh produk gadget atau mobile phone buatan amerika seperti BlackBerry, iPod, iPad, iPhone, Microsoft ,iMac dan berbagai produk lainnya, konsumen utamanya adalah negara yang kita cintai yaitu Indonesia.</p>
<p>Saat ini, Amerika Serikat sedang berjuang berusaha untuk membuat perekonomian negaranya stabil kembali dengan ekspansi bisnis besar-besaran dengan cara menjual produk yang mereka miliki ke negara-negara lain, terutama negara-negara yang tinggi budaya konsumtif masyarakatnya. Dengan adanya peningkatan penjualan barang, tenaga kerja kembali terserap, tingkat pengangguran berkurang dan pemasukan negara meningkat sehingga akan berimbas ke pengurangan hutang amerika dan meningkatnya pendapatan per kapita Amerika Serikat secara umum.</p>
<p>Tanggal 17 November 2011, Obama kembali tiba di Indonesia tepatnya di Bali dengan tujuan umum yang kita ketahui adalah untuk menghadiri KTT ASEAN. Pada tanggal 18 November 2011, sudah mulai terlihat agenda jelas dari kedatangan Obama ke Indonesia yaitu terkait masalah Freeport yang belum kunjung selesai termasuk isu keamanan di wilayah sekitar Freeport dan adanya belanja yang luar biasa yang dilakukan oleh perusahaan maskapai penerbangan Indonesia Lion Air.  Selain itu ada misi lain dengan negara ASEAN lainnya seperti Myanmar yang sedang diminta oleh amerika untuk membebaskan tahanan politik mereka karena dianggap itu melakukan pelanggaran HAM.</p>
<p>Misi penting Obama terhadap Indonesia ada dua yaitu Freeport dan Pembelian 230 Unit Boeing 737 oleh perusahaan Indonesia dengan skema pinjaman dari Bank Expor-Impor America. Freeport adalah salah satu perusahaan milik amerika yang bergerak dibidang hasil alam berupa barang tambang dan saat ini mengelola pertambangan di Kota Timika, Kabupaten Mimika – Papua. Perusahaan ini sejak September 2011 hingga saat ini masih bergejolak dan tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya karena ada isu internal dimana pekerjanya sebagian besar mogok dan meminta kenaikan gaji. Selain masalah internal, ada juga masalah penembakan terhadap karyawan Freeport sehingga tercipta rasa tidak aman terhadap pekerja Freeport saat ini. Hal ini akan dibahas oleh Obama secara blak-blakan di dalam pertemuan bilateral tertutup antara Indonesia dan Amerika Serikat di Bali.</p>
<p>Misi kedua, obama akan menjadi saksi terhadap penandatangan Memorandum of Understanding (MOU) berupa belanja 230 Unit pesawat Boeing seri 737 oleh maskapai Indonesia Lion Air dengan menggunakan pinjaman dari Bank Ekspor-Impor Amerika Serikat dengan besarnya dana pinjaman 21,3 Milliar Dollar Amerika Serikat. Dengan pembelian pesawat buatan Amerika sebanyak 230 unit dan dengan menggunakan pinjaman dari Bank milik Amerika Serikat artinya Amerika Serikat telah mendapatkan keuntungan ganda. Pertama Amerika mendapatkan keuntungan dari bungan pinjaman yang dilakukan oleh perusahaan Indonesia dan pembelian atas 230 unit pesawat Boeing seri 737.</p>
<p>Selain MOU dengan Indonesia, ternyata ada beberapa MOU lainnya diantaranya Perjanjian Bisnis antara Maskapai Singapore Airlines milik Singapore yang juga menaruh minat untuk membeli Boeing seri 777 dan Helikopter seri Sikorsky yang diminati oleh Kesultanan Brunei Darussalam.</p>
<p>Dari beberapa misi yang telah dijelaskan di atas, erat kaitannya dengan kegiatan pemulihan ekonomi Amerika Serikat yang sedang digencarkan oleh pemerintahan Barrack Obama guna menanggulangi pengangguran dan krisis ekonomi yang sedang melanda negara adidaya tersebut.  Dengan demikian Presiden Barrack Obama tidak sedikitpun ada keterkaitan dengan berbagai isu yang sedang dibahas dalam KTT ASEAN, melainkan KTT ASEAN ini dimanfaatkan olehnya untuk menghemat biaya transportasi serta waktu beliau untuk melakoni berbagai perjanjian bisnis yang terjadi antara negara-negara ASEAN yang tertarik terhadap produk buatan Amerika Serikat. Itulah sebabnya Amerika Serikat memasukkan negara-negara di Asia Pasifik sebagai rekanan bisnisnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cendekia.web.id/2011/12/pentingnya-indonesia-dan-asean-dalam-pemulihan-krisis-ekonomi-yang-sedang-melanda-amerika-serikat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penggunaan Teknologi Informasi dalam PILKADA</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2011/11/penggunaan-teknologi-informasi-dalam-pilkada.html</link>
		<comments>http://www.cendekia.web.id/2011/11/penggunaan-teknologi-informasi-dalam-pilkada.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 14:21:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[eVote]]></category>
		<category><![CDATA[iaicg]]></category>
		<category><![CDATA[ICG]]></category>
		<category><![CDATA[insan cendekia]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada gorontalo 2011]]></category>
		<category><![CDATA[sms]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cendekia.web.id/?p=1247</guid>
		<description><![CDATA[Diberbagai media elektronik dan cetak dapat kita temukan banyaknya berita saat ini yang merujuk pada pembahasan antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan wakil rakyat kita di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang penghapusan sistem perhitungan suara elektronik, karena ada selisih perhitungan suara yang cukup besar antara perhitungan suara secara elektronik atau menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan perhitungan suara secara manual.
Belum ada satu provinsi di Indonesia yang menggunakan sistem perhitungan  suara secara elektronik seperti ini. Untuk itu kesempatan ini dapat  dimanfaatkan oleh provinsi Gorontalo sebagai provinsi inovasi dan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diberbagai media elektronik dan cetak dapat kita temukan banyaknya berita saat ini yang merujuk pada pembahasan antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan wakil rakyat kita di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang penghapusan sistem perhitungan suara elektronik, karena ada selisih perhitungan suara yang cukup besar antara perhitungan suara secara elektronik atau menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan perhitungan suara secara manual.</p>
<blockquote><p><span id="more-1247"></span>Belum ada satu provinsi di Indonesia yang menggunakan sistem perhitungan  suara secara elektronik seperti ini. Untuk itu kesempatan ini dapat  dimanfaatkan oleh provinsi Gorontalo sebagai provinsi inovasi dan hal  ini akan mendorong daerah lain akan belajar dari provinsi Gorontalo  dalam penerapan sistem perhitungan suara elektronik.</p></blockquote>
<p>Saat ini, opini yang dibangun oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan wakil rakyat bahwa perhitungan suara menggunakan sistem elektronik belum layak diterapkan di Indonesia, karena masih banyak kendala baik faktor teknis maupun non-teknis. Selain itu pengembangan sistem informasi di KPU sudah memakan anggaran lebih dari ratusan milliar rupiah namun hasilnya belum sesuai dengan apa yang diharapkan oleh mereka selama ini.</p>
<p>Jika kita melihat sejarah selama 10 (sepuluh) tahun terakhir, selama 2 (dua) kali pemilihan umum di Indonesia mulai menggunakan sistem berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, memang belum ada satupun sistem yang berjalan mulus atau tidak dapat dikatakan 99% berjalan dengan lancar. Pada pemilihan umum di tahun 2004 silam,  sistem yang digunakan KPU dapat disusupi oleh orang yang “iseng” dengan menggantikan lambang dari setiap partai yang ikut berkompetisi dalam pemilihan umum dengan gambar-gambar yang tidak sesuai dengan lambang partai.</p>
<p>Pada pemilihan umum tahun 2009 kemarin, sistem yang digunakan KPU mengalami masalah pada penerimaan data yang dikirimkan dari daerah ke pusat yang dikarenakan besarnya data yang dikirimkan oleh setiap daerah pemilihan ke KPU pusat sehingga menyebabkan server yang menghandle data tersebut sempat mengalami gangguan teknis. Selain itu, KPU juga mengalami masalah pada sistem storage miliknya yang menyebabkan ada sebagian data yang harus dikirimkan kembali karena tidak dapat ditampung pada sistem storage sebelumnya. Kemungkinan hal ini yang menyebabkan integritas data yang diterima KPU dipertanyakan oleh mereka sendiri sebagai pengguna sistem tersebut.</p>
<p>Sebenarnya yang menjadi masalah atau faktor utama penyebab sistem yang diterapkan oleh para pakar teknologi informasi di Indonesia adalah belum tepat sasaran. Infrastruktur yang menjadi tinjauan para pakar dalam membangun teknologi informasi di Indonesia hanya melihat di pulau Jawa dan sekitarnya. Seharusnya yang menjadi tinjauan oleh para pakar teknologi informasi dan komunikasi adalah wilayah Indonesia bagian timur.</p>
<p>Menurut pengalaman saya selama menjadi consultant yang sudah mengunjungi seluruh wilayah di Indonesia, Infrastruktur telekomunikasi di Indonesia bagian timur sangatlah tertinggal jika dibandingkan dengan infrastruktur di Indonesia bagian barat. Akibatnya apa yang sudah di design oleh para Pakar tidak dapat berjalan sesuai dengan hasil yang diharapkan.</p>
<p>Ketika kita melihat cara perhitungan suara di Amerika Serikat sewaktu pemilihan presiden yang dimenangkan oleh Barrack Obama pada beberapa tahun silam, kita mungkin tercengang karena perhitungan suara selesai dalam waktu 2 jam. Di Indonesia banyak yang mengatakan membangun sistem seperti di Amerika Serikat masih sangat sulit. Jawaban itu BENAR ketika kita akan menggunakan sistem yang sama persis dengan di Amerika Serikat, dimana seluruh infrastruktur telekomunikasi di Amerika Serikat sudah terkoneksi dengan sistem transmisi data sangat cepat. Di Indonesia, hal serupa juga dapat dilakukan namun dengan memaksimalkan teknologi yang telah kita miliki di Indonesia.</p>
<p>Short Message Service atau biasa yang kita kenal dengan sebutan SMS merupakan salah satu layanan yang sudah kerap kali kita gunakan untuk bertukar informasi antara kita dengan relasi, keluarga, ataupun sahabat kita. Jika kita mau melihat lebih luas lagi, hampir di setiap kecamatan yang ada diseluruh wilayah Indonesia sudah terdapat tower-tower Base Trasceiver Station (BTS) milik operator telekomunikasi yang beroperasi di Indonesia. Hampir diseluruh wilayah dimulai dari Sabang hingga Merauke sudah dapat berkomunikasi dengan menggunakan fitur baik SMS maupun telepon.</p>
<p>SMS tidak hanya dapat digunakan untuk berkirim pesan hanya sekedar menanyakan kabar saja, namun dengan memberikan sedikit sentuhan inovasi dan modifikasi pada sistem pengiriman dan penerimaannya, dapat kita gunakan sebagai alat bantu untuk mengumpulkan hasil perhitungan suara. Tentunya dengan inovasi yang dilakukan pada sistem perhitungan suara seperti ini dapat kita pastikan akuntabilitas dari data yang kita peroleh. Dapat kita bayangkan bahwa dalam waktu yang relatif sangat singkat kita dapat mengetahui hasil perhitungan suara di seluruh wilayah Indonesia yang terbagi ke dalam 3(tiga) zona waktu hanya dalam beberapa jam saja.</p>
<p>Gorontalo adalah salah satu provinsi yang dikenal hampir oleh seluruh masyarakat yang ada di Indonesia sebagai provinsi inovasi. Dalam waktu yang dekat ini, provinsi yang kita cintai ini akan segera melakukan pemilihan kepala daerah (PILKADA). Sebagai provinsi inovasi sudah saatnya Gorontalo mencoba melakukan terobosan di dalam sistem pemilihan yang telah menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Salah satu terobosan yang dapat dilakukan dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi yaitu menggunakan sistem perhitungan cepat berbasis sms untuk membantu kerja KPU dalam melakukan perhitungan suara dalam Pemilihan Kepala Daerah.</p>
<p>Selain melakukan terobosan dalam perhitungan suara, sistem ini dapat menjaga akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat atas suara yang telah mereka berikan dalam pemilihan kepala daerah. Manfaat lainnya yang dapat kita rasakan atas penerapan sistem ini adalah kecepatan dalam mengumpulkan suara dan dengan cepat juga kita sudah dapat mengetahui apakah perlu dilakukan pemilihan ulang dikarenakan suara belum mencapai lebih dari 50% dalam pemilihan kepala daerah atau kepala daerah yang baru telah terpilih hanya dengan 1 (satu) putaran saja.</p>
<p>Belum ada satu provinsi di Indonesia yang menggunakan sistem perhitungan suara secara elektronik seperti ini. Untuk itu kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh provinsi Gorontalo sebagai provinsi inovasi dan hal ini akan mendorong daerah lain akan belajar dari provinsi Gorontalo dalam penerapan sistem perhitungan suara elektronik. Keberhasilan yang lebih besar lagi, pemerintah pusat akan belajar dari Gorontalo tentang penerapan sistem perhitungan suara elektronik dengan memanfaatkan teknologi yang telah ada di Indonesia saat ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cendekia.web.id/2011/11/penggunaan-teknologi-informasi-dalam-pilkada.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MULAI DARI SEPULUH RIBU</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2011/09/mulai-dari-sepuluh-ribu.html</link>
		<comments>http://www.cendekia.web.id/2011/09/mulai-dari-sepuluh-ribu.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 03:25:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jamal Darusalam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Cendekia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cendekia.web.id/?p=1231</guid>
		<description><![CDATA[Hari Rabu sore saya tiba dan langsung menemui Panitia Buka Puasa bersama anak yatim-piatu. Dua hari lagi IAICG telah mengagendakan kegiatan sosial di Panti Asuhan Asma’ul Husna. Saya bertanya, “berapa dana infaq yang telah masuk dari alumni?”.  “Sampai hari ini baru sekitar satu setengah juta bro, padahal sosialisasi sejak hari ke-5 Ramadhan”, ketua panitia menjawab. “Untuk bisa jalan, kita harus punya dana minimal tiga juta untuk pemesanan takjil dan lain-lain”, kata seorang panitia yang hadir rapat. “Bro, saya usul kita semua tetap jalan sesuai rencana awal. Pengalaman tahun lalu saat ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Rabu sore saya tiba dan langsung menemui Panitia Buka Puasa bersama anak yatim-piatu. Dua hari lagi IAICG telah mengagendakan kegiatan sosial di Panti Asuhan Asma’ul Husna. Saya bertanya, “berapa dana infaq yang telah masuk dari alumni?”.  “Sampai hari ini baru sekitar satu setengah juta <em>bro</em>, padahal sosialisasi sejak hari ke-5 Ramadhan”, ketua panitia menjawab. “Untuk bisa jalan, kita harus punya dana minimal tiga juta untuk pemesanan <em>takjil</em> dan lain-lain”, kata seorang panitia yang hadir rapat. “<em>Bro</em>, saya usul kita semua tetap jalan sesuai rencana awal. Pengalaman tahun lalu saat kita melaksanakan Insan Cendekia <em>Fest</em> juga hampir mirip. Kami panitia sempat panik. Dan dana kegiatan terkumpul tepat di detik-detik terakhir” kak Ronal yang dulu pernah sukses dengan ICG <em>Fest</em> di lapangan Taruna Gorontalo menimpali. Setelah terdiam sejenak, akhirnya saya memutuskan. “Baik, <em>we straight on the plan</em>. Ini kegiatan di Jalan Alloh. Pasti ada jalan keluarnya”. Akhirnya rapat berakhir dan semua kembali mengusahakan yang terbaik untuk kesuksesan acara tersebut.</p>
<p>Waktu dua hari yang tersisa digunakan panitia untuk menghubungi orang-orang yang menjadi simpul informasi di setiap angkatan. Ketua-ketua IAICG cabang yang pulang liburan pun tak lupa dihubungi. Sehingga tepat pada hari pelaksanaan, <strong>terkumpul dana infaq yang melebihi ekspektasi panitia sebesar <em>delapan juta rupiah</em>! Yaa, itu semua hanya dari alumni Insan Cendekia Gorontalo. Dan yaa, itu semua hanya <em>dalam tempo kurang lebih 48 jam</em>.</strong></p>
<p>Dulu saya orang yang jarang sekali aktif di kegiatan alumni. Baru setahun terakhir inilah saya terlibat langsung di kegiatan-kegiatan IAICG. Cerita di atas adalah kesempatan kedua saya menyaksikan langsung fenomena luar biasa di komunitas alumni.</p>
<p>Kesempatan pertama saya alami ketika berurusan dengan adik-adik alumni angkatan ke sebelas saat Ramadhan tahun lalu. Waktu itu saya barusan dipilih sebagai Ketua Umum. Dan sebagai Ketua Umum maka pelaksanaan agenda-agenda rutin organisasi adalah tanggung-jawab saya. Saya pun panik.</p>
<p>Bagaimana tidak, Sekretaris dan Bendahara Umum yang sama-sama terpilih di Mubes tidak bisa pulang. Mereka sedang studi magister di Bandung dan Bogor. Sementara saya wajib menyiapkan tiga acara sekaligus. Halal bi Halal yang telah menjadi agenda rutin tahunan, pelantikan pengurus baru IAICG dan rapat kerja. Ketiga acara tersebut membutuhkan konsumsi dan akomodasi untuk dapat terselenggara dengan baik. Dan <strong>berita buruknya, IAICG tidak punya uang kas</strong>.</p>
<p>Maka saya menyurat kepada adik-adik angkatan ke sebelas yang bunyinya kira-kira seperti berikut; “Sehubungan dengan ……., maka kami himbau saudara-saudari alumni angkatan-11 agar menyediakan konsumsi untuk para alumni dan guru yang akan hadir sebagaimana yang telah menjadi tradisi selama ini.” Hal yang luar biasa terjadi tiga hari setelah salah satu dari adik-adik ini menerima surat tersebut. Saya didekati seseorang saat acara Halal bi Halal berlangsung. Dia berbisik ke telinga saya, “kak ini dari kami angkatan-11 terkumpul sekian, mohon diterima” sambil tangannya menyelipkan sebuah amplop tebal ke tangan saya. <strong>Jumlahnya <em>tiga juta dua belas ribu rupiah</em>! Yaa, itu semua hanya dari alumni angkatan sebelas</strong>. Dan yaa, itu semua hanya dalam tempo kurang lebih tiga hari.</p>
<p>Pengalaman pribadi saya di atas belum termasuk usaha dari <strong>anak-anak angkatan enam</strong> yang <strong>berhasil mengumpulkan dana infaq sejumlah empat juta rupiah</strong>. <strong><em>Uang tersebut diniatkan seluruhnya untuk infaq penyempurnaan bangunan Masjid Adzkiya</em></strong>. Juga belum termasuk usaha <strong>anak-anak angkatan sepuluh yang berhasil mengumpulkan infaq duka sejumlah Rp 1.550.000,-</strong>. <strong><em>Infaq duka tersebut diserahkan kepada ibunda Akbar Nisyar Ahmad</em></strong>. <em>Amarhum adalah alumni angkatan sepuluh yang meninggal dalam kecelakaan sepeda motor di malam takbiran</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>ALUMNI MAMPU ASAL MAU</strong></p>
<p>Sudah setahun persis saya menjadi mandatoris Musyawarah Besar II sebagai Ketua Umum IAICG. Kepada saya dibebankan oleh wakil-wakil angkatan pelaksanaan Angggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang mereka susun berjam-jam hingga dini hari itu. Ada satu pasal yang sangat mengganjal untuk saya jalankan dan terapkan kepada seluruh anggota IAICG. Yaitu Pasal 28 yang berbunyi; “Perbendaharaan IAICG bersumber dari: (1) Iuran wajib yang berasal dari anggota”. Banyak pertanyaan yang tiba-tiba muncul saat kami selaku pengurus pusat akan menjalankan perintah AD/ART ini.</p>
<p>“Berapa besar iuran yang pantas?”. “Apakah alumni mampu bayar?”. “Bagaimana yang masih kuliah dan yang sudah bekerja?”. “Bagaimana yang sudah berkeluarga dan punya tanggungan anak?”. “Jika akan diberlakukan, bagaimana dengan alumni yang tidak mau membayar?”. “Manfaat apa yang akan diterima oleh mereka yang rajin membayar?”. “Bagaimana teknis mengumpulkannya?”. “Akan digunakan untuk apa saja dana itu?”. “Bagaimana mempertanggungjawabkannya?”. “Siapa yang bisa mengontrol penggunaannya?”. Kira-kira sepanjang itulah pertanyaan-pertanyaan yang harus kami carikan jawabannya sebelum peraturan ini dijalankan. Dan berita buruknya, pertanyaan sebanyak itu baru 1 (satu) persen dari probabilitas pertanyaan yang mungkin muncul dari alumni yang tentu tidak begitu saja rela uangnya ditagih untuk dipakai orang lain.</p>
<p>Sang waktu lah yang menjawab satu demi satu pertanyaan tersebut. Tanpa terasa dinamika di dalam kelompok-kelompok yang menyusun komunitas ini menemukan fenomena sosialnya masing-masing sebagai jawaban. Memang mayoritas kegiatan yang menjadi fenomena tersebut adalah kegiatan-kegiatan sosial dan sifatnya amaliyah. <strong>Terdengar hanya sekali dalam setahun ini ada kejadian seorang alumni senior yang membawa uang <em>cash</em> di tasnya sebesar lima juta rupiah sebagai bentuk dukungan beliau terhadap acara IAICG di salah satu cabang</strong>. Dengan demikian, saya menyimpulkan bahwa alumni sebenarnya mampu untuk memberi dukungan dana bagi kegiatan organisasi asalkan mereka mau untuk memberikan. Dan kemauan mereka akan muncul apabila mereka percaya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>BUKAN ORGANISASI, MIRIP <em>FANS CLUB</em></strong></p>
<p>Karakteristik alumni yang mampu mengumpulkan sejumlah dana dalam sekejap ternyata mirip dengan perilaku komunitas yang berupa <em>fans club</em>. Masih ingat dengan kasus Prita Mulyasari? Atau gerakan Koin Untuk SBY? Atau mungkin fenomena dari para penggemar grup musik tertentu yang rela melakukan apa saja untuk mengumpulkan dana agar mereka dapat berangkat bersama nonton konser sang idola?</p>
<p>Hal ini memang tidak ada salahnya. Tetapi sebagai komunitas yang telah mengukuhkan diri sebagai sebuah organisasi maka sebaiknya perputaran uang (<em>cashflow</em>) diatur secara melembaga. AD/ART juga telah menyediakan Majelis Perwakilan Alumni (MPA) sebagai lembaga kontrol terhadap Pengurus Pusat termasuk kontrol keuangan tentunya. MPA yang isinya adalah wakil-wakil dari setiap angkatan telah dipersenjatai kekuasaan untuk menurunkan Pengurus Pusat di tengah jalan apabila dalam mengelola keuangan ada ketimpangan.</p>
<p>Saya menyadari keputusan tentang pelaksanaan uang iuran ini tidak populer. Saya yakin polemik tentang pro dan kontra sedang menanti kami di depan sana. Mungkin diantaranya sebagai berikut; “Anda harusnya lebih kreatif sebagai ketua!”, atau “Jangan memberatkan anggota lah, tunjukkan dulu apa yang bisa IAICG berikan kepada anggotanya!”, atau “Nanti Anda yang enak, uang saya yang Anda pakai untuk berfoya-foya!”, atau “Manfaatkan momentum Pilkada, Anda seharusnya keliling ke para kontestan Pilkada dan minta sumbangan kepada mereka!” dan aneka variasi kritikan lainnya yang siap menghantui kami pengurus IAICG. Terutama para bendahara, yaitu mereka yang berada di lini terdepan penagihan iuran ini.</p>
<p>Sebagai penutup, saya mengajak pembaca belajar dari organisasi klub sepakbola. Sepakbola hakikatnya hanya berpusat pada sebuah lapangan rumput berukuran 120&#215;90 meter dan tertanam dua kotak persegi yang berjaring di kedua ujungnya. Kemudian dari lapangan tersebut orang-orang yang berada di sekitarnya menciptakan sejarah. Mereka mencatatnya dengan baik, mengabadikannya dan memberikan sentuhan emosional di setiap elemen-elemen yang ada. Maka jadilah lapangan itu sebagai magnet bagi individu-individu yang melewatinya. Mereka tertarik dan ingin menjadi bagian dari ruang yang diciptakan oleh para pendiri klub tersebut. Entah sebagai seorang pemain profesional, belajar disitu sebagai pemula, pelatih, ofisial, petugas stadion, <em>supporter </em>fanatik, pedagang suvenir klub, tukang parkir, wartawan peliput, fotografer, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Klub tersebut akhirnya menjelma menjadi industri. Menjadi motor bagi perputaran ekonomi di sekitarnya. Stadion selalu penuh di setiap pertandingan. Harga tiket dinaikkan. Tetap saja penuh. Suvenir klub laris-manis. Perusahaan pun untung. Pembelian pemain didramatisir. Dan bagi mereka yang fanatik, klub tersebut berubah menjadi agama buat mereka. Individu-individu luar biasa yang tercatat dalam sejarah menjadi nabi baru.</p>
<p>Akhir kata,<strong> izinkan saya mewakili Pengurus Pusat IAICG bersama para Ketua IAICG di tingkat cabang untuk mulai menjalankan amanat AD/ART ini. Mari kita mulai dari sepuluh ribu rupiah tiap bulan</strong>. Tidak akan ada paksaan dalam pelaksanaan peraturan ini. Juga tidak akan ada hukuman bagi alumni yang tidak melaksanakannya. Kami hanya mengharapkan keikhlasan dari para alumni untuk mengembangkan komunitas ini. Dari yang awalnya hanya berupa komunitas kumpul-kumpul laksana arisan menjadi organisasi yang mapan dan berwibawa.</p>
<p>Terimakasih.</p>
<p><em> Saya</em><em> yang belum final</em>,</p>
<p><strong> Jamal Darusalam</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cendekia.web.id/2011/09/mulai-dari-sepuluh-ribu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memori Hantu Gondrong IC</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2011/08/memori-hantu-gondrong-ic.html</link>
		<comments>http://www.cendekia.web.id/2011/08/memori-hantu-gondrong-ic.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 07:22:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yahya Dunggio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wawancara Alumni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cendekia.web.id/?p=1210</guid>
		<description><![CDATA[Halo guys, times to flash back. Pada kesempatan kali ini saya mencoba mewawancarai teman kita, Siska Anggraini Gani atau lebih dikenal dengan nama Siska Gani guna meramaikan kolom wawancara alumni. Topiknya adalah Nostalgia IC Gorontalo
Sebagai alumni IC tentunya banyak kenangan yang terukir di sekolah kita. Boarding school atau sekolah berasrama memang selalu memberikan cerita-cerita unik. Saya yakin setiap angkatan pasti punya memori yang indah, konyol ataupun menjengkelkan untuk sekolah kita.
Berhubung wawancara ini sifatnya santai maka gaya bahasa yang dipakai dalam wawancara ini adalah gaya bahasanya orang gorontalo. So, harap untuk ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Halo guys, times to flash back. Pada kesempatan kali ini saya mencoba mewawancarai teman kita, Siska Anggraini Gani atau lebih dikenal dengan nama Siska Gani guna meramaikan kolom wawancara alumni. Topiknya adalah Nostalgia IC Gorontalo</p>
<p>Sebagai alumni IC tentunya banyak kenangan yang terukir di sekolah kita. Boarding school atau sekolah berasrama memang selalu memberikan cerita-cerita unik. Saya yakin setiap angkatan pasti punya memori yang indah, konyol ataupun menjengkelkan untuk sekolah kita.</p>
<p>Berhubung wawancara ini sifatnya santai maka gaya bahasa yang dipakai dalam wawancara ini adalah gaya bahasanya orang gorontalo. So, harap untuk dimaklumi. hehehe&#8230;. Wawancara ini dilakukan dengan menggunakan fasilitas chatting yang ada di facebook pada hari selasa tanggal 16 Agustus 2011.</p>
<p>Sebagai informasi tambahan teman kita Siska Gani adalah angkatan 10 dari MAN IC gorontalo, sekarang melanjutkan kuliahnya di Universitas Indonesia  fakultas teknik jurusan teknk industri.</p>
<p>Untuk lebih jauh seperti apa kenangan atau memori teman kita Siska Gani mengenai IC mari kita ikuti wawancaranya berikut ini.</p>
<p>Me : halo siska, lagi sibuk apa sekarang?</p>
<p>Siska : lagi sibuk kuliah ama organisasi kak.</p>
<p>Me : Sebagai lulusan IC apa yang siska rasain sekarang?</p>
<p>Siska : bangga pastinya kak. hehehe..<br />
secara ketika torang bilang alumni IC, masyarakat pasti lihatnya IC sebagai sekolah yang bernama.<br />
dan yang paling utama, kekeluargaan di IC itu nomor satu.<br />
Apalagi antar alumni, kalo ketemu alumni biar tidak bakukenal, pasti kalo bilang alumni IC, langsung baku kenal itu. hehe&#8230;</p>
<p>Me : kalo boleh tahu pertama kali tahu tentang IC darimana atau dari siapa?</p>
<p>Siska : siska awalnya tau IC itu dari guru. Siska kira IC itu SMP, pesantren Habibie. Ternyata cek pericek itu SMA. hehehe..</p>
<p>Me : jadi berarti sebelumnya memang sudah merencanakan untuk masuk IC setelah lulus SMP?</p>
<p>Siska : awalnya karena udah masuk di SMP unggulan widyakrama, siska pikir batal sudah masuk IC.<br />
karena dari SD siska suka masuk IC karena taunya kalo IC itu SMP.<br />
Tapi, pas SMP dapa tau ternyata itu SMA. jadinya pas lulus SMP siska langsung masuk IC noh. hahaha..</p>
<p>Me : kendala apa yang siska dapatin pas pertama kali masuk IC</p>
<p>Siska : jauh dari orang tua dan disiplin yang &#8216;lumayan&#8217; ketat. Ketemu ortu saja nanti pas 3 bulan.</p>
<p>Me : Bagaimana tanggapan siska untuk sekolah dengan sistem asrama?</p>
<p>Siska : luar biasa kak. Dengan adanya sekolah yang berasrama, nanti belajar bukan cuma pas jam sekolah saja. Diluar jam sekolahpun torang bisa belajar dengan guru-guru maupun teman-teman.<br />
Dan juga di asrama torang bisa belajar karakter teman-teman kita yang berbeda beda. jadi pas torang sampe dimasyarakat, torang so terlatih</p>
<p>Me : Ada cerita lucu atau aneh gak ketika pertama kali masuk asrama</p>
<p>Siska : adaaaaa&#8230;<br />
pas ada pembangunan gedung asrama yg baru-____-&#8221;<br />
ituu beken takoo. Ada penghuni lain yang ba ganggu-ganggu di asrama, sebut saja dia Om Gondrong</p>
<p>Me : maksudnya?</p>
<p>Siska : Ada setan kakkk&#8230;</p>
<p>Me : Hiii&#8230; takut. hehehe<br />
kok bisa?</p>
<p>Siska : siska deng teman satu kamar itu dapa mimpi om gondrong smuaaa<br />
secara bergantian dapa mimpi itu..tidak tau itu mimpi apa nyanda.<br />
kong karena siska pe kamar paling belakang, tiap malam jaga dapa dengar ribut skali itu tempat yg mo bangun akan gedung asrama baru</p>
<p>Me : itu om gondrongnya seram apa bagaimana</p>
<p>Siska : gondrong kong depe belakang talubang. hahaha..<br />
kong depe tangan kasar. hahaha&#8230;<br />
pokonya beken takoooo<br />
kong di mimpi itu pangge kenalan sup.<br />
hiiiiii<br />
siska pertama yg mimpi kak.</p>
<p>Me : Wkkkkkk&#8230;..</p>
<p>Siska : baru di mimpi itu ba kenalan deng siska. besoknya ba kenalan deng teman, dan seterusnya.<br />
dan anehnya itu sempat heboh pa siska pe angkatan cewek, trus pas ada cerita pa ustadzah, ustadzah awalnya tidak percaya. Tapi pas so bilang kalo torang satu kamar dapa mimpi itu, ustadzah langsung bilang emang ciri-cirinya gimana? baru da cerita kasana, ustadzah bilang kata pas ba periksa kamar pagi-pagi tuh om gondrong juga ba kase tako pa ustadzah. Ustadzah ternyata ketemu om gondrong juga kayaknya. hahaha&#8230;..ustadzah jadi bacurhat pas setelah kejadian itu.</p>
<p>Me : Endingnya gimana?</p>
<p>Siska : Endingnya so baku percaya deng ustadzah tuh mengenai om gondrong dan ustadzah bilang kayaknya perlu di doa itu tempat. Soalnya langsung ada bangun akan gedung. Jadi penghuni lain yg ada dibelakang situ merasa terganggu. hahaha&#8230;</p>
<p>Me : sempat stress or depresi gak pas bulan-bulan pertama di IC?</p>
<p>Siska : mungkin depresi deng bahasa arab kak. hahaha&#8230; Soalnya tidak tau sama skali bahasa arab.<br />
bisa dibilang masih pemula untuk bahasa arab. haha&#8230;</p>
<p>Me : Pernah ngerjain atau dikerjain guru-guru IC gak?</p>
<p>Siska : Pernah kase maraju guru, guru biologi. Karena siska tidak suka biologi, makanya selalu buat masalah pas pelajaran biologi.</p>
<p>Me : guru favoritnya siska siapa?</p>
<p>Siska : Ibu Yana, guru fisika, karena siska suka pelajaran fisika. Jadi kebanyakan ba curhat or cerita-cerita sama bu Yana</p>
<p>Me : pernah dihukum gak waktu di IC?</p>
<p>Siska : pernah.. hahaha&#8230;.  Satu kamar telat sholat shubuh, trus satu kamar kena hukuman.</p>
<p>Me : hukumannya apa?</p>
<p>Siska : beken surat pernyataan bagitu. Kalo sampe kejadian lagi, nanti kena skors dan sejenisnya.</p>
<p>Me : Ada gak hal yang terheboh yang pernah siska ama teman-teman bikin selama di IC?</p>
<p>Siska : haha.. kase tapalisi guru. astagahh&#8230;. Habisnya itu guru beken hawas.</p>
<p>Me : Wkkkkk&#8230;. kasian amat</p>
<p>Siska : torang kelas 3 nyak dikase nonton festival yg waktu itu di buat di IC. Dia so suruh tidur dan torang pe izin pesiar dia cabut, kong guru baru lagi supp.</p>
<p>Me : mudah-mudahan gurunya gak sadar kalo ngoni ada karja. hehhe</p>
<p>Siska : hahaha&#8230;.lantai torang taruh deng minyak goreng, kong pegangan tangga torsng oles deng krim kue ultah. Untungnya tidak kena minyak goreng itu guru. Soalny lagi hamil, jadi dia tidak lewat ditempat yg ada minyak gorengnya itu. Cuma krim kue yg kena pa depe tangan. hahaha&#8230;.</p>
<p>Me : Ok, dua pertanyaan terakhir, apa yang paling siska rindu dari IC?</p>
<p>Siska :  Apa ee? kumpul sama-sama deng teman-teman deng guru-guru jugaaa dengan suasana di sana. rinduuu skaliiii&#8230; Disana hidup serba teratur.sekarang mah, sendiri-sendiri, apalagi anak kosan :O</p>
<p>Me : Kalo dikasih kesempatan untuk nyampain sesuatu buat IC, apa kira-kira yang siska mau ucapin?</p>
<p>Siska : LUAR BIASA!! Apalagi di Gorontalo, kalo siska rasa sih dibandingkan dengan sekolah lain, IC itu pas UAN depe kejujuran nomor satu dan IC selalu memperlakukan semua siswanya sama tanpa lihat itu anaknya siapa.</p>
<p>Me : Jempol dah.</p>
<p>Siska : iyoo.. haha.. semua jempol buat IC pokoknya.</p>
<p>Ok guys, itu dulu wawancara kita untuk session kali ini, untuk berikutnya nanti akan saya coba cari narsumber lain lagi untuk topik yang berbeda. Terakhir semoga wawancara ini bisa menguatkan tali  silaturahmi antar alumni IC Gorontalo lagi. cerita-cerita ini adalah sesuatu yang selalu akan menjadi bagian dari kisah hidup kita sebagai alumni IC.</p>
<p>=============== <img src='http://www.cendekia.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  <img src='http://www.cendekia.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  <img src='http://www.cendekia.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ================</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cendekia.web.id/2011/08/memori-hantu-gondrong-ic.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

