<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>cendekia.web.id &#187; Kolom pak Ahmad!</title>
	<atom:link href="http://www.cendekia.web.id/category/catatan-ringan/kolom-pak-ahmad/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.cendekia.web.id</link>
	<description>Berbagi cerita berbagi berita dan berkarlota</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 16:15:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Meaning Definable by Context</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2010/03/meaning-devainable-by-context.html</link>
		<comments>http://www.cendekia.web.id/2010/03/meaning-devainable-by-context.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 05:49:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom pak Ahmad!]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Hidayatullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=1074</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Drs. Ahmad Hidayatullah, M.Pd.
Tulisan ini merupakan arahan untuk diskusi yang makin hangat di artikel yang berjudul Catatan Seorang Siswa : Jangan sampai Iman Kita Terperosok! Perlu diketahui tulisan ini saya post di headline news cendekia.web.id karena menurut saya, penting tulisan ini untuk diketahui oleh banyak orang. Seenggaknya buat &#8216;pencerahan&#8217; (saya meminjam kosakata favorit kawan saya Toar. W.J. Hatibie ICG Angkatan 5).

Meaning devainable by context (semoga tidak salah tulis) Arti yang dimaksud adalah Suatu makna pernyataan tergantung pada konteks. Menyikapi penyampaian Dini yang kemudian oleh pengelola dijadikan tulisan utama, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Drs. Ahmad Hidayatullah, M.Pd.</p>
<p><em>Tulisan ini merupakan arahan untuk diskusi yang makin hangat di artikel yang berjudul <a href="http://cendekia.web.id/2010/03/catatan-seorang-siswa-jangan-sampai-iman-kita-terperosok.html/comment-page-1#comment-1985">Catatan Seorang Siswa : Jangan sampai Iman Kita Terperosok!</a> Perlu diketahui tulisan ini saya post di headline news cendekia.web.id karena menurut saya, penting tulisan ini untuk diketahui oleh banyak orang. Seenggaknya buat &#8216;pencerahan&#8217; (saya meminjam kosakata favorit kawan saya Toar. W.J. Hatibie ICG Angkatan 5).<br />
</em></p>
<p><em>Meaning devainable by context</em> (semoga tidak salah tulis) Arti yang dimaksud adalah Suatu makna pernyataan tergantung pada konteks. Menyikapi penyampaian Dini yang kemudian oleh pengelola dijadikan tulisan utama, kita harus arif. Dengan konsep tadi dan melihat suasana konteks tulisan Dini, serta diperkuat respon Dini saat komentarnya diangkat jadi tulisan dapatlah dipahami bahwa pernyataan itu adalah ungkapan, pikiran, dan ekspresi yang diyakini dirinya setelah melihat perjalanan hidup diri maupun sekitarnya.</p>
<p>Setiap orang berhak atas keyakinannya, setiap orang punya hak menyimpulkan kehidupannya.Tidak ada yang perlu dipertanyakan atas pikiran dan ekspresi keyakinan seseorang. Apabila ada perbedaan sudah barang tentu, tetapi tidak harus selalu ada pernyataan yang salah dari suatu perbedaan itu. Dunia memang luas. Ilmu Allah sangatlah tak terbatas, termasuk rencana dan skenario yang dikenakan pada kita semua. Terkadang alurnya ada yang simple dan lurus, terkadang harus berbelok-belok dulu, bahkan siksak, baru kemudian kembali pada kebenaran. Oleh karena itu tulisan Dini perlu diapresiasi secara positif, karena pernyataan itu adalah keyakinannya, harus dapat kita hargai secara positif.</p>
<p>Namun demikian terhadap respon Dunggio( ini <strong>Yahya Dunggio</strong> atau Ramdan Dunggio ya..? maaf kalau saya belum dapat identifikasi secara tepat, maklum baru bergabung dengan komunitas kalian jadi belum terlalu tahu inisial kalian, maaf sekali lagi..) saya juga berusaha memahami. Mungkin juga memiliki konteks kehidupan tertentu, sehingga saat membaca tulisan Dini penafsirannya jelas sesuai dengan konteks yang ada di sekitarnya. Itu juga patut dihargai karena itu juga pemikiran atau ungkapan yang bolehnya hanya kita apresiasi secara positif.Pikiran orang kan wajar berbeda-beda.</p>
<p>Dari semuanya…yang penting dari pendapat Dini dan komentar Dunggio tadi tidak perlu diperhadapkan untuk diklarifikasi masing-masing. Pikiran kan pikiran tidak perlu diklarifikasi, apalagi menyangkut sikap dan pendapat pribadi, bukan identifikasi atau justifikasi terhadap orang lain.</p>
<p>Prinsip yang sama-sama perlu kita pahami,Dunia ini selalu berputar, termasuk kehidupan di dalamnya. Prinsipnya, Allah pasti telah berikan yang terbaik kepada kita sejak kita dilahirkan sampai nanti bertemu denganNya kembali, mengapa? karena Allahlah yang memiliki sifat Maha Terbaik.</p>
<p>Atas sikap,paradigma, pikiran, dan keyakinan yang telah kita miliki perlu kita pegang kuat-kuat, karena itulah yang diperlukan sebagai prinsip atau pegangan agar kita dapat hidup tenang. Tetapi tidak ada salahnya kita merenung dan terus merenung tentang semuanya, karena kebenaran sesungguhnya hanya milik Allah.Kita hanyalah berusaha mengidentifikasi serpihan-serpihan kebenaran dari kebenaran yang Maha Luas. Tetapi jangan lupa dalam merenung perlu ada pembimbing. Pembimbing terbaik adalah wahyu Allah yang telah diturunkan kepada manusia dan Rasulullah.Karena Allahlah yang Maha Tahu tentang rahasia dunia dan kehidupan ini.</p>
<p>Terus belajar……jangan henti-henti…..Mari kita kobarkan semangat untuk memperbaiki tanpa harus memaki, kita harus bangkit tanpa harus ada yang sakit.Indonesia butuh kalian.Moral butuh agama. Kepribadian butuh peradaban,kemerdekaan butuh perjuangan.Raih Indonesia mandiri pada masa depan,dengan moral,agama, kepribadian, peradaban, kemerdekaan, dan perjuangan…… Merdeka.</p>
<p>Assalamu’alaikum Wr.Wb.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cendekia.web.id/2010/03/meaning-devainable-by-context.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

