Home » AD/ART IAICG

AD/ART IAICG

ANGGARAN DASAR
IKATAN ALUMNI INSAN CENDEKIA GORONTALO

PEMBUKAAN

Bahwa Insan Cendekia Gorontalo yang didirikan pada tahun 1997 adalah hasil pemikiran dan perjuangan para founding father untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera.

Di dalam mewujudkan cita-cita pendirian Insan Cendekia diperlukan insan-insan yang memiliki akidah yang lurus, akhlak yang mulia, semangat yang tinggi, profesional, bersifat progresif, berpikir kritis, memiliki rasa solidaritas serta mempunyai jiwa
pengabdian pada agama, bangsa dan negara.

Sebagai insan religius sekaligus insan akademis yang merupakan sumber daya manusia yang potensial, maka Alumni Insan Cendekia Gorontalo merasa terpanggil untuk berperan serta di dalam mewujudkan visi dan misi Insan Cendekia dalam rangka
mewujudkan cita-cita bangsa.

Atas berkat rahmat Allah SWT dan didasari oleh keimanan dan keinginan untuk mewujudkan rasa pengabdian, (maka) Alumni Insan Cendekia Gorontalo bersepakat untuk membentuk suatu organisasi yang bernama Ikatan Alumni Insan Cendekia Gorontalo.

BAB I
NAMA, WAKTU DAN KEDUDUKAN
PASAL  1

Organisasi ini bernama Ikatan Alumni Insan Cendekia Gorontalo yang disingkat IAICG.

PASAL 2

IAICG didirikan di Gorontalo pada tanggal 16 November 2004 untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

PASAL 3

1. IAICG berkedudukan di wilayah hukum negara Indonesia.
2. Sekretariat Pusat IAICG bertempat di Gorontalo.

BAB II
ASAS DAN DASAR
PASAL 4

IAICG berasaskan Islam dan berdasarkan Al Qur’an dan Hadits.

BAB III
SIFAT DAN BENTUK
PASAL 5

1. IAICG adalah organisasi Alumni Insan Cendekia Gorontalo yang bersifat kekeluargaan.
2. IAICG berbentuk Ikatan Alumni.

BAB IV
VISI DAN MISI
PASAL 6

Visi IAICG adalah berperan aktif mewujudkan Alumni Insan Cendekia menjadi insan yang bertaqwa kepada Allah SWT dan secara bersama-sama mempersiapkan diri sebagai penggerak pembangunan menuju masyarakat Indonesia yang madani.

PASAL 7

Misi IAICG adalah:
1. Melakukan koordinasi kegiatan dan komunikasi antar Cabang IAICG.
2. Mempererat ukhuwah antar Alumni Insan Cendekia Gorontalo.
3. Memacu ketaqwaan, akhlak, kreatifitas, aktifitas, dan profesionalisme Alumni Insan Cendekia Gorontalo.
4. Membangun cara pandang yang sama terhadap terhadap upaya mewujudkan visi dan misi Insan Cendekia.
5. Menyumbangkan dharma bakti Alumni Insan Cendekia Gorontalo untuk kepentingan agama, bangsa, negara dan kemanusiaan.

BAB V
KEANGGOTAAN
PASAL 8

1. Anggota IAICG adalah Alumni Insan Cendekia Gorontalo di seluruh Indonesia dan di luar negeri.
2. Status dan keanggotaan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB VI
PERTEMUAN
PASAL 9

1. Pertemuan IAICG adalah pertemuan yang dihadiri oleh utusan-utusan Ikatan Alumni Insan Cendekia Gorontalo dari tiap cabang IAICG di seluruh Indonesia dan/atau luar negeri.
2. Pertemuan IAICG terdiri dari Pertemuan Tingkat Pusat dan Pertemuan Tingkat Cabang IAICG.
3. Pertemuan IAICG tingkat Pusat dinamakan musyawarah, baik Musyawarah Besar maupun Musyawarah Besar Luar Biasa.
4. Pertemuan IAICG tingkat Cabang IAICG dinamakan Musyawarah cabang IAICG (Muscab)
5. Pertemuan IAICG diatur/dijelaskan dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB VII
MUSYAWARAH BESAR DAN MUSYAWARAH CABANG
PASAL 10

Musyawarah Besar merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam organisasi.

PASAL 11

1. Musyawarah Besar adalah wadah regenerasi dan reformasi organisasi tingkat pusat.
2. Musyawarah Besar diadakan empat tahun sekali dengan penyelenggara adalah cabang IAICG yang ditunjuk pada Musyawarah Besar sebelumnya.
3. Tempat pelaksanaan Musyawarah Besar ditentukan oleh penyelenggara Musyawarah Besar.
4. Dalam satu periode kepengurusan, IAICG dapat mengadakan Musyawarah Besar Luar Biasa apabila dianggap perlu.

PASAL 12

Musyawarah Cabang merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam tingkat Cabang.

PASAL 13

1. Musyawarah Cabang adalah wadah regenerasi dan reformasi organisasi tingkat Cabang.
2. Musyawarah Cabang diadakan satu tahun sekali dalam kepengurusan pengurus cabang.
3. Dalam satu periode kepengurusan, pengurus Cabang IAICG dapat mengadakan Musyawarah Cabang apabila dianggap perlu.

BAB VIII
STRUKTUR KEPENGURUSAN
PASAL 14

Struktur organisasi IAICG terdiri dari :
1. Majelis perwakilan Alumni adalah badan perwakilan alumni dan merupakan perangkat organisasi yang secara kolektif bertugas menyelenggarakan pengawasan dan penilaian terhadap kinerja pengurus pusat IAICG.
2. Pengurus IAICG merupakan satu kesatuan pimpinan yang kolektif yaitu :
a) Pengurus tingkat Pusat yang dinamakan pengurus pusat IAICG disingkat PPIAICG.
b) Pengurus tingkat cabang yang dinamakan pengurus cabang yang disingkat PCIAICG.

BAB IX
LAMBANG DAN ATRIBUT
PASAL 15

Lambang dan Atribut IAICG diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB X
PERBENDAHARAAN
PASAL 16

Perbendaharaan IAICG meliputi uang dan barang yang dimiliki secara sah.

BAB XI
PEMBUBARAN DAN PENGALIHAN HAK MILIK
PASAL 17

1. IAICG dapat diusulkan untuk dibubarkan apabila usulan disetujui oleh sekurang-kurangnya dua per tiga jumlah anggota .
2. IAICG hanya dapat dibubarkan apabila disahkan pada Musyawarah Besar dengan persetujuan sekurang-kurangnya dua per tiga jumlah anggota yang hadir.
3. Apabila terjadi pembubaran maka hak milik organisasi diserahkan kepada Insan Cendekia Gorontalo atau yayasan sosial yang bergerak di bidang pendidikan sesuai
dengan keputusan Musyawarah Besar.

PASAL 18

Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilakukan pada Musyawarah Besar dan atau Musyawarah Besar Luar Biasa serta disetujui oleh sekurang-kurangnya dua per tiga dari
jumlah peserta yang hadir.

BAB XIII
ATURAN TAMBAHAN
PASAL 19

Segala ketentuan yang belum diatur dalam Anggaran Dasar diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

PASAL 20

Anggaran dasar ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

ANGGARAN RUMAH TANGGA
IKATAN ALUMNI INSAN CENDEKIA GORONTALO

BAB I
KEANGGOTAAN
PASAL 1

1. Status Keanggotaan IAICG terdiri dari:
a. Anggota.
b. Anggota Luar Biasa.
2. Anggota adalah Alumni Insan Cendekia Gorontalo yang mendaftarkan secara sah melalui Pengurus Cabang dan mendapatkan kartu tanda anggota.
3. Anggota Luar Biasa adalah orang yang pernah mengenyam pendidikan di SMU/MAN Insan Cendekia Gorontalo.

PASAL 2

1. Permohonan sebagai anggota luar biasa diajukan secara tertulis oleh Anggota dan/atau bersangkutan melalui Pengurus Cabang dan diajukan kepada Pengurus Pusat IAICG.
2. Pengesahan Anggota Luar Biasa dilakukan dalam Musyawarah Besar IAICG yang dihadiri oleh yang bersangkutan.
3. Jika calon Anggota Luar Biasa tidak dapat hadir, yang bersangkutan dapat memberikan surat kuasa kepada Pengurus Cabang dimana calon anggota berada untuk diajukan dalam Musyawarah Besar.

PASAL 3

Hak dan kewajiban anggota:
1. Anggota mempunyai hak:
a. Menyampaikan pendapat baik lisan atau tertulis kapan saja.
b. Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan hasil-hasil Musyawarah Besar atau Musyawarah Cabang.
2. Anggota mempunyai kewajiban mentaati dan melaksanakan AD/ART serta segala ketentuan/peraturan organisasi.

PASAL 4

Sanksi Anggota:
1. Apabila anggota tidak mengindahkan AD/ART serta segala ketentuan/peraturan organisasi maka anggota yang bersangkutan dikenakan peringatan secara tertulis yang diberikan Pengurus Pusat setelah menerima rekomendasi dari Pengurus Cabang.
2. Apabila anggota tidak mengindahkan peringatan tersebut maka anggota tidak diperkenankan mengikuti seluruh kegiatan IAICG hingga Musyawarah Besar berikutnya.
3. Jika setelah skorsing anggota tidak mengindahkan maka anggota tersebut dicabut keanggotaannya
4. Pencabutan dan peninjauan ulang mengenai status keanggotaan hanya dapat dilakukan pada Musyawarah Besar atas rekomendasi pengurus cabang.

PASAL 5

Anggota dapat kehilangan keanggotaannya apabila:
a. Meninggal Dunia
b. Dicabut Keanggotaannya
c. Mengundurkan diri.

BAB II
TERTIB ORGANISASI
PASAL 6

AD/ART serta segala keputusan pertemuan IAICG wajib dipegang teguh dan dijunjung tinggi oleh semua anggota.

BAB III
Majelis Perwakilan Alumni
PASAL 7

1. Anggota Majelis Alumni mencakup Perwakilan masing-masing angkatan yang paling banyak 3 (tiga) orang.
2. Anggota Majelis Alumni dari Perwakilan Angkatan wajib berdomisili di Provinsi Gorontalo dan sekitarnya.

PASAL 8

1. Dalam hal Pengurus Pusat IAICG tidak dapat menyelenggarakan Musyawarah Besar selama 3 (tiga) bulan setelah habis masa jabatannya maka pimpinan Majelis Alumni dapat menyelenggarakan Mubes setelah mendapat persetujuan dari anggota Majelis Alumni.
2. Majelis Perwakilan Alumni melalui Musyawarah Besar Luar Biasa dapat memberhentikan Ketua Umum dan/atau personil Pengurus Pusat IAICG sebelum habis masa kerjanya dan mengangkat Ketua Umum dan/atau personil Pengurus Pusat IAICG yang baru apabila :
a. Meninggal dunia
b. Mengundurkan diri atas permintaan sendiri
c. Terlibat dalam perkara pidana dan diputuskan bersalah oleh pengadilan
d. Diusulkan penggantiannya secara tertulis oleh paling kurang satu pertiga anggota Majelis Perwakilan Alumni dengan alasan yang obyektif dan rasional sesuai fungsi pengawasan dan penilaian yang dimiliki Majelis Perwakilan Alumni.

PASAL 9

Dalam hal penyelenggaraan fungsi pengawasan dan penilaian terhadap kinerja Pengurus di semua cabang IAICG maka kewenangan Majelis Perwakilan Alumni diberikan kepada Pengurus Pusat IAICG.

BAB IV
PENGURUS PUSAT
PASAL 10

Pengurus Pusat dipilih dan ditetapkan oleh Musyawarah Besar atau Musyawarah besar luar biasa dengan masa kerja empat tahun terhitung semenjak tanggal ditetapkan sampai dengan disahkan Pengurus Pusat yang baru.

PASAL 11

Pengurus Pusat terdiri dari seorang ketua umum, sekretaris umum, bendahara umum yang disahkan dalam Musyawarah Besar atau Musyawarah Besar Luar Biasa dan dibantu oleh beberapa koordinator bidang.

PASAL 12

Pengurus Pusat mempunyai tugas dan wewenang:
1. Mengkoordinasikan pelaksanaan hasil putusan Musyawarah Besar atau Musyawarah Besar Luar Biasa.
2. Membentuk badan-badan atau panitia khusus apabila diperlukan.
3. Menciptakan peraturan organisasi sesuai dengan kebutuhan selama tidak bertentangan dengan hasil Musyawarah Besar IAICG.
4. Menjatuhkan sanksi terhadap anggota yang tidak mengindahkan AD/ART dan segala ketentuan peraturan organisasi.
5. Mengesahkan susunan Pengurus Cabang sesuai dengan hasil keputusan Musyawarah Cabang

PASAL 13

1. Pengurus Pusat mempertanggungjawabkan kepengurusannya langsung didepan sidang Musyawarah Besar IAICG.
2. Pertanggungjawaban PP disampaikan oleh ketua umum dibantu oleh kordinator bidang selanjutnya penilaiannya dilakukan secara kolektif.

BAB V
PENGURUS CABANG
PASAL 15

Pengurus Cabang diangkat dan ditetapkan oleh Musyawarah Cabang serta diketahui oleh Pengurus Pusat dengan masa kerja dua tahun (sejak tanggal ditetapkan) sampai dengan disahkan Pengurus Cabang baru.

PASAL 16

1. Pengurus Cabang terdiri dari Ketua, sekretaris, bendahara dan dibantu oleh beberapa koordinator bagian yang jumlah dan fungsinya disesuaikan dengan kebutuhan cabang.
2. Penentuan jumlah dan fungsi koordinator bagian pada tingkat cabang ditetapkan dalam Musyawarah Cabang
3. Ketua, sekretaris, dan bendahara yang terpilih tidak dapat menjadi pengurus pusat pada periode yang sama.

PASAL 17

Pengurus Cabang mempunyai wewenang:
1. Membantu Pengurus Pusat dalam melaksanakan putusan-putusan Musyawarah Besar IAICG.
2. Mengkoordinasikan putusan ditingkat Cabang.
3. Membentuk badan-badan atau panitia khusus apabila diperlukan.
4. Mengambil tindakan dan kebijaksanaan apabila dianggap perlu atas persetujuan anggota.
5. Memberikan rekomendasi kepada Pengurus Pusat.

PASAL 18

1. Masing-masing Pengurus Cabang mempertanggungjawabkan kepengurusannya langsung didepan sidang Musyawarah Cabang IAICG dan dilaporkan pada Pengurus Pusat.
2. Pertanggungjawaban Pengurus Cabang disampaikan oleh ketua dibantu oleh kordinator bidang selanjutnya penilaiannya dilakukan secara kolektif dan dilaporkan kepada pengurus pusat selambat-lambatnya 14 hari sejak tanggal ditetapkan.

BAB VI
MUSYAWARAH BESAR DAN MUSYAWARAH CABANG
PASAL 19

1. Musyawarah Besar adalah sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya setengah dari jumlah utusan IAICG Cabang ditambah satu.
2. IAICG Cabang wajib mengirimkan utusan pada Musyawarah Besar berdasarkan kuota yang ditetapkan oleh Pengurus Pusat dan sekurang-kurangnya 2 orang.
3. Sahnya putusan Musyawarah Besar, jika disetujui oleh sekurang-kurangnya dua per tiga dari jumlah yang hadir.

PASAL 20

1. Musyawarah Besar Luar Biasa merupakan musyawarah yang dilaksanakan apabila diusulkan oleh sekurang-kurangnya setengah dari jumlah IAICG Cabang ditambah satu, atau diajukan oleh Majelis Perwakilan Alumni.
2. Musyawarah Besar Luar Biasa dianggap sah, apabila dihadiri oleh setengah dari jumlah IAICG Cabang ditambah satu dan dihadiri oleh Majelis Perwakilan Alumni.
3. Putusan Musyawarah Besar Luar Biasa sah apabila disetujui oleh dua per tiga dari jumlah yang hadir.

PASAL 21
TUGAS DAN WEWENANG MUSYAWARAH BESAR

Musyawarah Besar mempunyai tugas dan wewenang:
1. Merumuskan dan mengesahkan AD/ART IAICG.
2. Memilih, menetapkan dan memberhentikan Pengurus Pusat IAICG.
3. Memilih dan menetapkan pelaksana Musyawarah Besar berikutnya.
4. Membuat putusan-putusan yang wajib dijunjung tinggi dan dilaksanakan oleh setiap anggota IAICG.
5. Meminta dan menilai pertanggungjawaban Pengurus Pusat IAICG.
6. Mengubah dan menetapkan AD/ART IAICG.
7. Mengangkat dan memberhentikan anggota IAICG.
8. Meninjau dan menetapkan pembagian cabang IAICG.
9. Membuat rekomendasi-rekomendasi yang bersifat eksternal organisasi.

PASAL 22

1. Sahnya Musyawarah Cabang, jika dihadiri oleh sekurang-kurangnya setengah dari jumlah anggota IAICG di cabang tersebut.
2. Sahnya putusan Musyawarah Cabang, jika disetujui oleh dua per tiga dari jumlah yang hadir.

PASAL 23

1. Musyawarah Cabang Luar Biasa merupakan musyawarah yang diadakan apabila diperlukan dan diusulkan oleh sekurang-kurangnya setengah dari jumlah anggota IAICG Cabang tersebut ditambah satu.
2. Putusan Musyawarah Cabang Luar Biasa dianggap sah apabila disetujui oleh dua per tiga dari jumlah yang hadir.

PASAL 24
TUGAS DAN WEWENANG MUSYAWARAH CABANG

Musyawarah Cabang mempunyai tugas dan wewenang:
1. Menentukan pokok-pokok kegiatan IAICG di cabang.
2. Memilih, menetapkan dan memberhentikan Pengurus Cabang di cabang tersebut.
3. Memilih dan menetapkan pelaksana Musyawarah Cabang berikutnya.
4. Membuat putusan-putusan yang wajib dijunjung tinggi dan dilaksanakan oleh setiap anggota IAICG di Cabang tersebut.
5. Meminta dan menilai pertanggungjawaban Pengurus Cabang.

BAB VII
PERGANTIAN PENGURUS
PASAL 25

1. Bila Ketua, Sekretaris, Bendahara pada Pengurus Pusat (atau) / Pengurus Cabang mengundurkan diri dari jabatannya atau berhalangan tetap, maka Pengurus Pusat
(atau) / Pengurus Cabang akan mengangkat Pejabat Sementara (PJS) sampai Musyawarah Besar atau Musyawarah Cabang berikutnya.
2. Pengangkatan PJS Pengurus Pusat (atau) / PJS Pengurus Cabang dilakukan dalam sidang pleno Pengurus Pusat atau Pengurus Cabang yang diinformasikan kepada seluruh IAICG Cabang.
3. Apabila Pengurus Pusat sudah tidak dapat menjalankan fungsinya maka anggota dapat mengusulkan kepada Majelis Perwakilan Alumni untuk melakukan Musyawarah Besar Luar Biasa.
4. Apabila Pengurus Cabang sudah tidak dapat menjalankan fungsinya maka anggota dapat mengusulkan kepada Pengurus Pusat untuk melakukan Musyawarah Cabang Luar Biasa.

BAB VIII
PUTUSAN MUSYAWARAH
PASAL 26

Putusan musyawarah terdiri dari:
a. Keputusan musyawarah : bersifat mengikat ke dalam musyawarah.
b. Ketetapan musyawarah : bersifat mengikat ke dalam dan ke luar musyawarah.

BAB IX
PERMUSYAWARATAN
PASAL 27

1. Pengambilan keputusan dilakukan dengan cara musyawarah untuk mufakat.
2. Apabila dengan cara musyawarah dan mufakat tidak tercapai, maka dilakukan dengan cara pemungutan suara.
3. Apabila pengambilan keputusan melalui musyawarah untuk mufakat, maka delegasi yang dikelompokkan menurut Cabang yang diwakilinya dan hanya mempunyai satu hak suara.
4. Apabila Pengambilan keputusan melalui pemungutan suara, maka keputusan dapat diambil satu orang satu suara, dan pemungutan suara dinyatakan sah apabila suara mencapai lebih dari dua pertiga suara.
5. Hasil putusan yang dilakukan pada ayat 4 dinyatakan sah apabila disetujui dari setengah jumlah hak suara ditambah satu.
6. Apabila pengambilan putusan pada ayat 5 tidak tercapai maka dilakukan pemungutan suara ulang dan apabila tidak tercapai juga maka sidang diskors oleh pimpinan sidang selanjutnya dilakukan lobi.

BAB X
PERBENDAHARAAN
PASAL 28

Perbendaharaan IAICG bersumber dari:
1. Iuran Wajib yang berasal dari anggota.
2. Iuran Bulanan yang berasal dari pembagian IAICG Cabang yang besar persentasenya ditetapkan dengan Surat Keputusan Pengurus Pusat.
3. Iuran ditingkat Cabang yang jenis dan besarnya ditentukan dalam Musyawarah Cabang.
4. Sumbangan-sumbangan yang tidak mengikat.
5. Usaha-usaha halal lain yang dianggap sah menurut peraturan perundangan yang berlaku.

BAB XI
BADAN KHUSUS
PASAL 29

Untuk melaksanakan tugas khusus dalam rangka mencapai tujuan organisasi, Pengurus Pusat dan Pengurus Cabang dapat membentuk lembaga, yayasan, pusat studi, Badan Usaha Milik Organisasi dan badan-badan lainnya yang tidak bertentangan dengan
tujuan dan usaha-usaha organisasi.

BAB XII
LAMBANG DAN ATRIBUT
PASAL 30

1. Lambang IAICG berikut ini merupakan lambang sementara dan logo yang baru akan ditetapkan dengan Surat Keputusan Pengurus Pusat IAICG Lambang IAICG terdiri atas :
a. Tulisan IAIC yang berwarna biru merupakan kepanjangan dari Ikatan Alumni Insan Cendekia
b. Tulisan G berwarna hijau mewakili Gorontalo, Cabang pusat pengurusan Ikatan Alumni Insan Cendekia Gorontalo. G juga dapat berarti Globe atau dunia. G juga dapat berarti Global. Warna hijau mewakili simbol kemandirian, kesejahteraan dan Islami.
c. Orbit berwarna biru sebagai simbol landasan Ilmu Pengetahuan dan teknologi.
d. Makna lambang IAICG secara menyeluruh adalah Ikatan Alumni Insan Cendekia merupakan organisasi kekeluargaan yang profesional, tersusun oleh insan-insan mandiri yang memiliki kedalaman dalam keimanan dan ketaqwaan (IMTAK) terhadap Allah SWT serta dalam penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Organisasi ini memiliki basis di Cabang Gorontalo, dan mampu untuk menasional bahkan mendunia.
2. Atribut IAICG terdiri atas :
a. ID Card, Kartu Tanda Anggota Ikatan Alumni Insan Cendekia Gorontalo merupakan kartu identitas keanggotaan Alumni Insan Cendekia. Kartu anggota ini dikeluarkan oleh pengurus pusat IAICG
b. Bendera, atribut ini berupa bendera dengan ukuran 90 x 120 cm dengan lambang IAICG berukuran besar di bagian tengah. Bendera ini digunakan dalam kegiatan-kegiatan organisasi.
3. Penjelasan lebih lanjut tentang lambang dan atribut serta penggunaannya akan diatur kemudian dalam petunjuk pelaksanaan.

BAB XI
PEMBAGIAN WILAYAH
PASAL 30

Dalam melakukan koordinasinya IAICG membagi menjadi Cabang-Cabang yaitu Cabang Bandung, Cabang Jakarta, Cabang Makassar, Cabang Malang, Cabang Manado, Cabang Yogyakarta, serta merekomendasikan Cabang Surabaya, Gorontalo,
dan Bogor.

BAB XII
PENUTUP
PASAL 31

Perubahan Anggaran Rumah Tangga hanya dapat dilakukan oleh Musyawarah Besar dan disetujui oleh sekurang-kurangnya dua per tiga dari jumlah anggota Musyawarah Besar yang hadir.

RSS feed

Komentar

Belum ada komentar.

Maaf, form komentar ditutup saat ini.