Home » Catatan Ringan, Kabar Cendekia, Seputar Gorontalo

Juara 3 Andai Aku Menjadi Gubernur Gorontalo: JIKA AKU MENJADI GUBERNUR GORONTALO

, 12 Januari 2012 No Comment

Dibawah ini merupakan tulisan yang menjadi pemenang ketiga untuk lomba Jika Aku Menjadi Gubernur Gorontalo, oleh Misran Akaseh.

Misran Akaseh

Misran Akaseh

Jika aku menjadi gubernurGorontalo aku akan menyisihkan 20 % Anggaran Belanja Pemerintah Daerah untuk dana Pendidikan, agar masyarakat Propinsi Gorontalo tidak tertinggal dalam dunia pendidikan, biaya sekolah di gratiskan sampai tingkat SMA dan untuk perguruan tinggi akan di subsidi dari 20 % dana APBD tadi.

Yang menjadi cita-cita utama jika aku menjadi Gubernur Gorontalo adalah menjadikan Gorontalo sebagai Cyber City seperti kota Yogyakarta. Konsep Cyber City ini adalah sebuah kota yang didalamnya kita dengan mudah menemukan berbagai perangkat teknologi informasi dalam kegiatan rutin warganya. Biasanya, yang menjadi tolak ukur sebuah kota cyber adalah akses internet.

Sekarang, akses internet merupakan sebuah keharusan dari sebuah kota. Karena dengan internet kita akan mudah berkomunikasi dan mencari tahu hal-hal dari belahan dunia manapun. Dengan internet, kita akan memasuki sebuah dunia tanpa batas dan tanpa sekat. Tentu saja, kita harus bijak menggunakannya. Teknologi selalu saja bermata dua. Tergantung dari pemakainya.

Seandainya aku jadi Gubernur Gorontalo, Target Pertama yang akan kulakukan adalah Pemasangan hot spot Wi-Fi gratis di sejumlah tempat terbuka di Gorontalo, seperti taman-taman kota yang ada di sepajang jalan propinsi Gorontalo, tempat-tempat olahraga, lokasi bandara, pelabuhan, terminal bis, pusat-pusat perbelanjan modern dan tempat-tempat wisata lainnya akan semakin memudahkan masyarakat untuk beraktifitas secara lebih leluasa dalam satu waktu yang bersamaan.

Berwisata sambil berkirim email, menyantap makanan sambil mengerjakan tugas kantor, duduk di mall sambil chatting dan Ngeblog dengan Sahabat dan blogger lainnya adalah contoh-contoh aktifitas yang sering dijumpai di tengah masyarakat kota Gorontalo, itulah yang menjadi harapan saya. Pendeknya, aktifitas apapun yang dilakukan tidak akan mengganggu pekerjaan inti di kantor.

Saya ingin Masyarakat Propinsi Gorontalo lebih memaksimalkan perkembangan teknologi informasi yang berkembang sangat pesat saat ini, para Profesional, pebisnis, pendidik dan para mahasiswa dapat bekerja secara paralel tanpa terikat waktu dan tempat.

Tentunya pekerjaan ini tidaklah mudah, perlu komitmen dan kerja keras yang tinggi dari Pemerintah dan kerjasama dari Semua Provider ISP yang ada. Belajar dari pengalaman saya waktu berkunjung di Kota Yogyakarta, Yogya Cyber City sudah berjalan selama kurang lebih 6 tahun dan dalam waktu 6 tahun tersebut semua fasilitas dan infrastruktur dikerjakan oleh Pihak Kedua (outsourcing) bukan di kerjakan oleh Pemerintah, nah yang terjadi Propinsi Gorontalo saat ini semua pekerjaan IT di kerjakan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo sendiri. Karena keterbatasan SDM dan tingginya pekerjaan dinas yang lainnya jadilah pekerjaan dan pengembangan ICT tersebut berjalan tidak sesuai harapan.

Selain Komitmen dan Kerja keras yang tinggi, faktor Brainware juga sangat penting. Pemerintah bersama Akademisi, stakeholder dan masyarakat bersama sama menyusun rencana strategic untuk penerapan konsep Cyber City tersebut.

Perancangan ICT master plan (grand design) untuk suatu provinsi idealnya harus dimulai dengan melakukan gap analysis yang akan memberikan gambaran konkret tentang kondisi ICT saat ini. Gap analysis ini diperoleh dengan membuat perbandingan antara komponen atau faktor-faktor yang dibutuhkan dengan kondisi infrastuktur ICT yang ada saat ini (existing infrastructure).

Dengan dukungan dan komitmen serta kerjasa sama yang kuat antara Pemerintah, Stakeholder dan Masyarakat Propinsi Gorontalo semua cita-cita diatas dapat terwujud, dan sangatlah mungkin.

Gorontalo saat ini masih dalam tahapan pelaksanaan pesta demokrasi, tentu apa yang ditulis diatas merupakan harapan. Menjadi gubernur bukanlah tujuan memakmurkan politik saja, melainkan memajukan segala sektor yang salah satunya telah diuraikan diatas.

Mencermati bahwa Gorontalo merupakan daerah adat, tentu pengembangan budaya merupakan bagian dari rencana pencapaian menuju kota Cyber City, jika saya kelak dipercaya menjadi gubernur, maka ini akan menjadi prioritas, namun jika pun tidak, ini tetap harus dilakukan oleh anak-anak Gorontalo, menuju kemandirian dan kesejahteraan.

Sumber: http://alfaghi.blogdetik.com/2011/12/09/jika-aku-menjadi-gubernur-gorontalo/

RSS feed | Trackback URI

Komentar »

Belum ada komentar.

Nama (wajib)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Komentar Anda (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.