Kronologis Kejadian Kecelakaan Alwin dan Redyta
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Ketua IAICG Malang Fandy Sandika beserta beberapa pengurus IAICG Malang lainnya langsung menuju tempat dirawatnya korban keserempet mobil yang dialami oleh rekan kita Alwin dan Redyta di Rumah Sakit Nirmala, Kota Tua – Malang, Jawa Timur.
Dari informasi yang didapatkan oleh Fandy dari Paman Alwin, kejadian ini bermula dari Alwin yang mengendarai sepeda motor akan menjemput Redyta di kampusnya. Dalam perjalanan pulang, mereka kehujanan dan pada saat itu hujan sangat deras.
Dari arah berlawanan ada sebuah truk yang sedang berusaha untuk menyalip mobil yang berada di depannya tanpa memperhatikan kendaraan yang sedang berjalan dari arah lainnya. Karena posisi antara truk yang pada saat itu menyalip mobil tersebut terlalu mepet dengan mobil yang akan disalip olehnya, maka truck tersebut mencoba agak ke kanan dan ternyata di sebelah kanan dari arah berlawanan ada motor yang sedang di kendarai oleh Alwin dan Redyta dan kejadian keserempet itupun terjadi.
Sesaat setelah kejadian tersebut, warga setempat langsung membawa kedua orang korban ke rumah sakit terdekat yaitu Ruma Sakit Nirmala – Kota Tua, Malang – Jawa Timur untuk segera mendapatkan pertolongan. Pada saat itu memang keadaan jari kelingking alwin nyaris putus, namun karena masih memungkinkan untuk diberikan pertolongan maka jari tersebut masih dapat disatukan kembali.
Sementara itu untuk Redyta sendiri bukan tempurung lututnya yang mengalami kerusakan, namun tulang kering bagian atas mengalami keretakan. Untungnya tulang kering yang mengalami keretakan tersebut masih dapat tertolong setelah melakukan operasi yang juga membutuhkan transfusi darah sebanyak 1 kantong. Saat ini kita tinggal menunggu pemulihan kesehatan dari kedua korban.
Sementara itu, dari Ketua Pengurus Pusat IAICG Jamal Darussalam Giu, berencana untuk mengadakan kegiatan yang dapat meringankan beban dari kedua korban yang masih masuk dalam keluarga besar IAICG.












turut haruuu, walau sempat tertawa sedikit pas di bagian yg kata2nya “maka jari tersebut dapat disatukan kembali”
macam ibu deng anak nya bakudapa 20taun kong bertemu kembali denan bahagia.. hwehehe
salut deh sama yang nulis mantaaps!
oiya intinya lupa ditulis
semoga bisa sehat kembali ya dyta n alwind,
musibah memang selalu mengintai dimana saja, untuk itu dalam setiap tarikan nafas hendaklah kita berdoa