Refleksi Menjelang Lebaran – Maafkan Saya Lahir dan Batin
Akhir-akhir ini saya melihat di timeline twitter cukup banyak teman-teman yang mengeluh karena berbagai hal: Ada yang karena sedang ujian, ada yang putus asa dengan cobaan hidup, ada yang sudah patah arang dengan kondisi pekerjaan dan semuanya seperti tanpa semangat dan berlalu begitu saja seperti dalam novel Gone With the Wind. Sebentar lagi adalah momentum Iedul Fitri dimana sudah menjadi tanggung jawab moral dan spiritual bagi kita untuk meningkatkan kualitas pribadi dan jati diri sebagai manusia.
Saat ini, dimana kecerdasan intelektual (IQ) bukan lagi sebagai tolok ukur untuk menghitung pemberdayaan seseorang dimana teori “klasik” yang hanya menentukan standard “sukses” berdasarkan angka. Setiap manusia adalah terlahir dengan takdir memiliki kecerdasan penuh yang sesuai dengan apa yang diimpikan dan dicita-citakan sedari kecil, tentunya dalam perjalananya dibutuhkan kematangan sifat dan perilaku (EQ) dan spiritual (SQ) sebagai kontrol atau compliance untuk menuju kesuksesan.
Akan tetapi, EQ dan SQ saja tidak cukup sebagai compliance manusia dalam menjalani proses menuju cita-cita “sukses”, perlu adanya pemahaman dan sikap mental untuk survive (Adversity Quotient/AQ) dikarenakan kondisi kehidupan menjelang kiamat ini yang penuh dengan persaingan. Dalam konsep AQ manusia dikategorikan dalam 3 golongan besar, dan saya berharap kita semua yang membaca tulisan ini termasuk dalam kategori ketiga.
QUITTERS
Individu yang memilih untuk keluar, menghindari kewajiban, mundur dan berhenti bila menghadapi suatu kesulitan. Ditempat aktivitas kerja, tipe ini bekerja sekedar cukup untuk hidup, sedikit ambisi, semangat yang minim, tidak kreatif dan mutu dibawah standar, mereka mengambil resiko seminim mungkin.
CAMPERS
Individu pernah mencoba menyelesaikan / menanggapi suatu tantangan namun bila di tengah jalan mengahadapi kesulitan, ia akan berhenti. Ditempat aktivitas kerja, tipe ini tidak menggunakan seluruh kemampuannya. Tipe ini bisa melakukan pekerjaan yang menuntut kreativitas dan mengambil resiko dengan penuh perhitungan.
CLIMBERS
Sebutan untuk orang yang seumur hidup selalu menghadapi suatu kesulitan sebagai sebuah tantangan dan terus berusaha untuk menyelesaikan hambatan tersebut hingga mencapai suatu keberhasilan. Di tempat aktivitas kerja tipe ini menyambut baik tantangan – tantangan dan memahami bila ada hal-hal yang sifatnya mendesak dan harus segera diselesaikan. Mereka bisa memotivasi diri sendiri, memiliki semangat tinggi dan berjuang untuk mendapatkan yang terbaik.
Sembari merenung dan memikirkan termasuk dalam kategori mana, saya mengucapkan selamat jalan kepada rekan-rekan Datacomm yang menjalani “ritual” mudik dilebaran tahun ini, hati-hati selama perjalanan karena seluruh keluarga dan sanak handai taulan akan menyambut kedatangan Anda dengan segunung ketupat dan sejuta harapan angpao lebaran. Minal Aidin wal Faidzin, maafkan lahir dan batin. Selamat hari raya Iedul Fitri 1431H. Sampai bertemu lagi pada hari kerja berikutnya.
Salam Hangat,
Marion Renaldo Rotinsulu
Network Security Engineer
Managed Services Department
PT. Datacomm Diangraha
Jl. Kapten Pierre Tendean No. 18A
Jakarta 12790 – Indonesia












Belum ada komentar.