Konsep “Agro-based Industry Province”
Oleh : Vicky R. Katili (IC Gorontalo – Angkatan 7 (Sekarang kuliah di IPB).
Vicky R. Katili adalah kawan kita yang sedang kuliah di IPB di Bidang Kelautan. Dia lulusan tahun 2006 dari MAN Insan Cendekia Gorontalo
Sebelum kita berbicara jauh saya ingin mengajak teman2 semua untuk memahami seperti apa Gorontalo sekarang, atau bagaimanakah keadaan Gorontalo sekarang…
Gorontalo resmi menjadi Provinsi ke 32 di Indonesia melalui undang-undang nomor 38 tahun 2000. Berkat kerja keras dan semangat juang dari bapak Fadel Muhammad, Gorontalo menjadi Provinsi yang maju dan sangat terkenal dengan provinsi jagung. Indikasi kebangkitan Gorontalo dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang rata – rata meningkat 6.55% setiap tahun sejak tahun 2001, yang umum berada diatas rata – rata pertumbuhan ekonomi nasional 4.62%. Dengan luas wilayah 12.215,44 km2, lima kabupaten satu kota, Gorontalo didiami oleh penduduk sebanyak 917.949 jiwa. Seperti halnya daerah – daerah lain di Indonesia, penggerak utama perekonomian Gorontalo adalah sektor pertanian, sebagaimana tercermin pada pembentuk utama Produk Domestik Regional Bruto dan jumlah angkatan kerja yang terserap pada sektor tersebut mencapai 48.08%.
Dibalik tingginya pertumbuhan ekonomi terdapat dua permasalahan berat yang dihadapi yakni kemiskinan dan pengangguran. Gorontalo tercatat sebagai provinsi termiskin di Indonesia, menempati urutan ketiga setelah papua dan Maluku (28.87%). Pengangguran juga cukup tinggi, data Sakernas tahun 2004 mencatat pengangguran di Gorontalo sebanyak 45.360 jiwa sementara Susenas mencatat ada 57.412 jiwa. Semoga tingkat pengangguran dan kemiskinan di Gorontalo pada tahun ini jauh menurun dibandingkan dengan data diatas.
Berbicara mengenai potensi, Gorontalo sudah dikenal sebagai provinsi jagung. Mengapa kita hanya menjual jagung, mengapa kita tidak membuat suatu produk dari jagung yang punya nilai lebih dari hanya sekedar menjual mentahnya saja. Seperti kata pak Danny Pomanto sewaktu diskusi di Salemba kita punya nike yang notabene merupakan ciri khas Gorontalo karena ikan ini hanya ada di beberapa daerah dan sangat terbatas keberadaanya, mengapa kita tidak membuatnya seperti Sashimi di Jepang dimana makanan itu menjadi brand tersendiri bagi Negara Jepang dan sangat terkenal diseluruh dunia. Dan masih banyak contoh lain seperti langga dan kerawang yang bisa dibuat menjadi brand image tersendiri bagi Provinsi Gorontalo.
Kemudian dari segi sumber daya alam kita punya Hutan Nantu yang merupakan Ikon kelas dunia, kita punya Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, kita punya wisata bahari yang dimana terumbu karang kita masuk dalam Coral Triangle Intiative ( CTI ) dimana termasuk dalam coral yang memiliki mega biodiversity. Sehingga kedepan struktur ekonomi didasari dengan banyaknya orang yang masuk (turis) bukan dari APBN.
Gorontalo dengan berbagai sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimilikinya harus mengembangkan diri berdasarkan komoditas yang mempunyai keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif yang harus dikaji terlebih dahulu.
Saya ingin mengembangkan prosinsi gorontalo dengan Konsep “ Agro-based Industry Province“
Provinsi Agroindustri merupakan sebuah konsep pembangunan provinsi dengan mengedepankan industry pertanian dalam arti luas. Pertanian dalam arti luas meliputi pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan serta industry yang memanfaatkan komoditas pertanian tersebut menjadi produk dengan nilai tambah yang tinggi.
Orientasi terhadap industry hasil pertanian sangatlah penting untuk menambah nilai jual komoditas pertanian. Hal ini karena sifat komoditas pertanian yang sangat perishable (mudah rusak), musiman, bulky, dan voluminous. Dengan adanya industry maka sifat-sifat tersebut dapat dihilangkan. Selain itu, dengan adanya industry maka akan terjadi penambahan nilai terhadap komoditas tersebut dan menstabilkan harga produk pertanian. Kita ambil contoh rumput laut, rumput laut spesie Eucheuma cottonii merupakan salah satu komoditas hasil pertanian yang sangat tinggi kebutuhannya.
Salah satu potensi daerah gorontalo yang harus terus dikembangkan adalah rumput laut terutama Eucheuma sp yang tumbuh baik di daerah tropis. Rumput laut sangat banyak manfaatnya, terutama jika telah diolah menjadi karagenan, agar, atau alginat. Saat ini indonesia merupakan negara terbesar kedua yang menyuplai kebutuhan rumput laut dunia yaitu 22% setelah Filipina yang menyuplai 72% kebutuhan rumput laut dunia. Indonesia menyumbang lebih dari 39 juta ton rumput laut kering setiap tahun sejak 2003. Perlu diketahui juga bahwa Budidaya rumput laut ini merupakan program unggulan KKP (Kementrian Kelautan Dan Perikanan) untuk mendongkrak Indonesia menjadi penghasil terbesar Produk perikanan di dunia pada tahun 2014 yang diharapkan dapat menggeser China dengan produksi 42 juta ton / tahun.
Penyuplai Kebutuhan dunia untuk rumput laut.
Philippines – 72%
Indonesia – 22%
Malaysia – 2.7%
Zanzibar – 3.3%
Gorontalo dengan garis pantai yang terbentang di utara dan selatan merupakan daerah yang sangat berpotensi untuk menjadi salah satu penghasil rumut laut dunia. Daerah yang sangat cocok untuk pertumbuhan rumput laut adalah daerah Gorut, Pohuwato, dan Boalemo. Namun, menjadi yang terbesar dalam hal produksi rumput laut tidaklah cukup. Karena nilai tambah yang sangat besar hanya akan di dapatkan setelah kita mengolahnya menjadi produk yang bernilai tinggi. Sebagai contoh, eucheuma cottoni yang diproduksi untuk menghasilkan karagenan. Jika dijual dalam bentuk rumput laut basah, maka hanya akan berharga Rp 1.000-2.000, jika dikeringkan maka nilainya menjadi Rp 10.000-18.000. demikian seterusnya smpai menjadi karagenan.
PRODUCT
Harga PER KILO
Refined Carrageenan
US$11.00
SRC-Food Grade
US$6.00
SRC-Pet Food
US$3.25
ATC
US$2.80
Sumber : FAO State
Dengan demikian kita menjadi tau bahwa nilai tertinggi dari suatu produk adalah dengan mengolahnya menjadi produk yang bernilai tinggi.yang perlu dilakukan adalah pertama-tama menjadi provinsi dengan produksi rumput laut yang tinggi sembari membangun infrastruktur yang baik. Setelah itu, dilakukan studi kelayakan bisnis untuk pengembangan lebih lanjut tentang pendirian pabrik karagenan. Dengan demikian, diharapkan Gorontalo dapat menjadi Provinsi yang mampu mengembangkan industri berbasis pertanian dan meningkatkan kesejahteraan rakyat gorontalo.
Karagenan sendiri bermanfaat dalam banyak industri, seperti es krim, sosis, sabun mandi cair, shampoo, makanan jelly, pasta gigi, permen karet dan sebagainya karena sifatnya sebagai thickener.
Konsep diatas akan berjalan dengan maksimal apabila ada sinergitas yang kuat antara pemerintah, universitas, dan masyarakat seperti konsep triple helix yang pernah disampaikan oleh bapak Bakrie Arbie. Karena tujuan dari konsep ini adalah memberikan peluang bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan Agro-based Industry Province. Karena disini kita akan mengurangi investor luar yang masuk, alasannya karena investasi yang terbaik adalah masyarakat itu sendiri, oleh karena itu pemberdayaan masyarakat adalah harga mati dari konsep ini. Melalui UKM-UKM yang sesuai dengan potensi dari masing-masing daerah dengan konsep system inovasi daerah kita bangun Gorontalo menjadi Provinsi yang mandiri, maju, dan unggul.
Pemuda yang dahsyat…..
Gorontalo provinsi yang kita cintai, sedang dalam keadaan kritis. Dia menunggu kita teman kaum muda yang intelek, kritis dan inovatif, dan berani tampil untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Gorontalo hanya akan maju apabila kita semua memiliki semangat juang untuk berubah, disaat orang lain hanya berjalan kita Pemuda Gorontalo berlari sekencang-kencangny a untuk berani membuat inovasi untuk memajukan Gorontalo.
Pemuda yang dahsyat berkaryalah karena kitalah yang akan melanjutkan estafet pembangunan di Gorontalo.
Gorontalo maju 2030 yes… yes…yes…
Salam sukses mulia…
Calon Gubernur masa depan Gorontalo Vicky Katili












calon gubernur! bagitueee…. Mantab! Go vicky!
hmmmm,,,
really same with my idea which has been delivered in bandung 27th…
however, it’s a really gud article what you’ve written here (because i only talk, u are the writer)
but actually,, i’m expecting more from u as a technology kid…
just like all of us knew,, there are too many conceptors in HPMIG..too many super great ideas been delivered in every single dicussion,, but still,, no changes…
in my opinion,, someone like mas viki would be better be a producer than a governor… just tell me bro
WHO should do the exploration of all potential things you’ve mentioned above?
WHO should produce the agro products?
and HOW? (you absolutely know how,, don’t you?)
my point here…
if all technology kids like us (read: you) keep thinking about being a conceptor, then who’s gonna do the ACTION?
Konsep bagus, semangat bagus,… tinggal kita dukung agar terwujud. Gorontalo…. hebat…..
Maaf lupa ‘nulis’ di depan,penulisnya bagus… juga,sukses Vicky…. semoga Allah mengabulkan……..
terima kasih pak…
mari kita bergandengan tangan untuk memenangkan itu, dan tolong diingatkan terus pak ke hal2 yang lebih baik. bukan masalah menang kalah memenangkan nilai adalah tujuan kita.yang sangat kita butuhkan sekarang adalah spirit kekompakan yang tidak terjebak dalam eksklusifisme…
“yakin usaha sampai”
salam buat keluarga pak…
Salam untuk seluruh pengajar,siswa maupun alumni MAN IC Gorontalo.Sebagai alumni dan putra gorontalo, saya sangat mendukung apa yang menjadi bahan pemikiran saudara kita vicky.Mari kita terus berinovasi menciptakan sesuatu yang berguna bagi kemajuan bangsa khususnya provinsi Gorontalo tercinta.Semoga apa yang kita cita-citakan dapat terwujud.Pondasi kuat yang telah di bangun oleh pendiri provinsi kita “pak, Vadel Muhammad, harus di lanjutkan dengan membangun dinding-dinding dan kolom-kolom yang kuat untuk menopang atap yang akan membawa masyarakat menuju kesejahteraan.Untuk para pemuda Gorontalo, marilah kita berlomba-lomba untuk menjadi orang pertama yang berbuat dan bekerja untuk kemajuan daerah kita.Salam Sukses…..
terima kasih kak…
mari kita bergandengan tangan untuk memenangkan itu, bukan masalah menang kalah memenangkan nilai adalah tujuan kita.
salam kak…