<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Catatan Seorang Siswa : Jangan sampai Iman Kita Terperosok!</title>
	<atom:link href="http://www.cendekia.web.id/2010/03/catatan-seorang-siswa-jangan-sampai-iman-kita-terperosok.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.cendekia.web.id/2010/03/catatan-seorang-siswa-jangan-sampai-iman-kita-terperosok.html</link>
	<description>Berbagi cerita berbagi berita dan berkarlota</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 01:18:14 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Iyon</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2010/03/catatan-seorang-siswa-jangan-sampai-iman-kita-terperosok.html/comment-page-1#comment-2118</link>
		<dc:creator>Iyon</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 16:43:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=1068#comment-2118</guid>
		<description>Alhamdulillah, Admin dan tamang-tamang yang masih peduli dengan ini blog, masih memiliki duit untuk disisihkan buat bayar hosting. hehehehehehe.. 
K Yahya, di tunggu next post-nya. . kalo boleh se rame akang ulang :P</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, Admin dan tamang-tamang yang masih peduli dengan ini blog, masih memiliki duit untuk disisihkan buat bayar hosting. hehehehehehe..<br />
K Yahya, di tunggu next post-nya. . kalo boleh se rame akang ulang <img src='http://www.cendekia.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dunggio</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2010/03/catatan-seorang-siswa-jangan-sampai-iman-kita-terperosok.html/comment-page-1#comment-2115</link>
		<dc:creator>Dunggio</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 15:30:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=1068#comment-2115</guid>
		<description>@tias : masih yang dulu.
@Upik : Baik sesuai kehendak Tuhan. :))
@admin : kirain blogx gak bakaln hidup lagi bro. ^_^ (good job to u)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@tias : masih yang dulu.<br />
@Upik : Baik sesuai kehendak Tuhan. <img src='http://www.cendekia.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )<br />
@admin : kirain blogx gak bakaln hidup lagi bro. ^_^ (good job to u)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: fheek</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2010/03/catatan-seorang-siswa-jangan-sampai-iman-kita-terperosok.html/comment-page-1#comment-2110</link>
		<dc:creator>fheek</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 02:46:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=1068#comment-2110</guid>
		<description>hehehehe seru juga yah...kak yahya pa kabar?pak ahmad hmmmm ingat masa lalu jadi sering ketawa sendiri karena kekonyolan (or lebih tepat kebodohan)saya...dini hehehehe komennya jangan pedes2 lah,seharusnya ente belajar cara supaya orang mengatakan iya tanpa harus memaksanya...(bingung kan???)lebih rincinya tanya pak ahmad karena beliau ahlinya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehehehe seru juga yah&#8230;kak yahya pa kabar?pak ahmad hmmmm ingat masa lalu jadi sering ketawa sendiri karena kekonyolan (or lebih tepat kebodohan)saya&#8230;dini hehehehe komennya jangan pedes2 lah,seharusnya ente belajar cara supaya orang mengatakan iya tanpa harus memaksanya&#8230;(bingung kan???)lebih rincinya tanya pak ahmad karena beliau ahlinya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tias,,,</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2010/03/catatan-seorang-siswa-jangan-sampai-iman-kita-terperosok.html/comment-page-1#comment-2106</link>
		<dc:creator>tias,,,</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 11:53:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=1068#comment-2106</guid>
		<description>mana dang tu catatan yakkk??? hehehehe telat yahh???? pak Ahmad kapan bisa ngumpul silaturahmi bareng kita???? yahya,,, nt p nomor masih sama deng yang p t iqbal ya??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mana dang tu catatan yakkk??? hehehehe telat yahh???? pak Ahmad kapan bisa ngumpul silaturahmi bareng kita???? yahya,,, nt p nomor masih sama deng yang p t iqbal ya??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hedi</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2010/03/catatan-seorang-siswa-jangan-sampai-iman-kita-terperosok.html/comment-page-1#comment-2093</link>
		<dc:creator>hedi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 05:53:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=1068#comment-2093</guid>
		<description>Islam bukan hanya salat, zakat, ataupun sedekah seperti yang ustadz2 jaman skrg ceramahkan ataupun guru2 di IC ajarkan dulu ketika saya masih di IC. Islam jauh lebih luas dari pada itu. Islam mencangkup ekonomi, sosial budaya, dan yang paling penting pemerintahan. Sehingga Islam adalah sebuah sistem dan ideologi, bukan sekedar agama. Kalau kita hanya menganggap Islam sebagai agama, naif sekali kita. Karena RAsulullah SAW diutus Allah SWT untuk merubah sistem yang kufur. didalam sistem sudah mencangkup pemerintahan, ekonomi, agama, dll.
&quot;Mari kita bangun kembali peradaban Islam dengan mendirikan Daulah Islam&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Islam bukan hanya salat, zakat, ataupun sedekah seperti yang ustadz2 jaman skrg ceramahkan ataupun guru2 di IC ajarkan dulu ketika saya masih di IC. Islam jauh lebih luas dari pada itu. Islam mencangkup ekonomi, sosial budaya, dan yang paling penting pemerintahan. Sehingga Islam adalah sebuah sistem dan ideologi, bukan sekedar agama. Kalau kita hanya menganggap Islam sebagai agama, naif sekali kita. Karena RAsulullah SAW diutus Allah SWT untuk merubah sistem yang kufur. didalam sistem sudah mencangkup pemerintahan, ekonomi, agama, dll.<br />
&#8220;Mari kita bangun kembali peradaban Islam dengan mendirikan Daulah Islam&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ircham</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2010/03/catatan-seorang-siswa-jangan-sampai-iman-kita-terperosok.html/comment-page-1#comment-2076</link>
		<dc:creator>Ircham</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 20:41:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=1068#comment-2076</guid>
		<description>Kemarin waktu ke sekolah akhir 2009, sempat ngobrol sama seorang guru ( umum ). Dia katanya pernah nanya ke guru ( agama ),&quot;kayaknya ada yang salah deh sama pendidikan agama di sini, kok alumninya banyak yang gak sholat&quot;. Jawab guru agama &quot; Gak ada yang salah kok, mungkin itu pengaruh di luar sana&quot;.

Saya pribadi gak pernah bilang kalo alumni yang sholat lebih baik daripada yang nggak. Cuma emang faktanya banyak alumni kita yang shalatnya bolong-bolong, terutama laki laki. Dan saya termasuk beruntung, karena masih diberi kekuatan oleh Allah buat ngerjain shalat rutin, walau kadang2 waktunya mepet - mepet, he he.

Ngerjain sholat 5 waktu emang butuh komitmen tinggi, dan berat.Gak mudah, Apalagi kalau di sekitar kita udah nggak ada yang mengingatkan, lebih lebih kalo gak ada yang shalat di sekitar kita. Tapi alasan seperti itu gak mengurangi hukum wajibnya shalat.

Saya sendiri memang juga pernah jalanin masa shalat bolong-bolong, karena di jepang gak ada yang namanya istirahat sholat, nyari tempat wudhu susah, bingung ngejelasin kalo ketahuan lagi shalat.  Ditambah lagi dengan pergaulan bebasnya ( pacar = istri ) dan orang minum sake udah pada kayak minum air putih. Jaga supaya gak terjerumus itu aja udah perjuangan berat. Makanya, daripada ambil resiko terjerumus, mendingan balik ke Indonesia.

Yah ... intinya mau shalat apa gak itu pilihan kita. 

Cuma saya juga masih heran dengan fenomena anak2 yang sekolah di tempat biasa biasa aja, kadang kadang jaga shalatnya malah lebih bagus daripada orang lulusan pesantren. Apakah Mungkin karena keinginan shalat itu timbul dari diri sendiri, bukan paksaan. Sebab biasanya kemauan yang datang dari diri sendiri lebih kuat.

Trus.., apakah menyuruh shalat dengan paksaan ( apalagi hukuman )efektif ? Wallahu alam. Tapi kalo pendapat saya pribadi sangat tidak efektif, sebab secara psikologis, itu sama saja membuat persamaan logika di otak kita, Tidak shalat = Dihukum. Maka, tidak ada hukuman = boleh tidak shalat. Wallahu alam.

Gak ada paksaan dalam agama. Gak ada paksaan dalam hidup. Semua adalah pilihan kita sendiri, sebab kita sendiri yang menjalani dan menerima baik buruk akibatnya. Hidayah Allah udah banyak, tinggal kita milih mau mengikuti atau tidak. 

Wallahu alam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin waktu ke sekolah akhir 2009, sempat ngobrol sama seorang guru ( umum ). Dia katanya pernah nanya ke guru ( agama ),&#8221;kayaknya ada yang salah deh sama pendidikan agama di sini, kok alumninya banyak yang gak sholat&#8221;. Jawab guru agama &#8221; Gak ada yang salah kok, mungkin itu pengaruh di luar sana&#8221;.</p>
<p>Saya pribadi gak pernah bilang kalo alumni yang sholat lebih baik daripada yang nggak. Cuma emang faktanya banyak alumni kita yang shalatnya bolong-bolong, terutama laki laki. Dan saya termasuk beruntung, karena masih diberi kekuatan oleh Allah buat ngerjain shalat rutin, walau kadang2 waktunya mepet &#8211; mepet, he he.</p>
<p>Ngerjain sholat 5 waktu emang butuh komitmen tinggi, dan berat.Gak mudah, Apalagi kalau di sekitar kita udah nggak ada yang mengingatkan, lebih lebih kalo gak ada yang shalat di sekitar kita. Tapi alasan seperti itu gak mengurangi hukum wajibnya shalat.</p>
<p>Saya sendiri memang juga pernah jalanin masa shalat bolong-bolong, karena di jepang gak ada yang namanya istirahat sholat, nyari tempat wudhu susah, bingung ngejelasin kalo ketahuan lagi shalat.  Ditambah lagi dengan pergaulan bebasnya ( pacar = istri ) dan orang minum sake udah pada kayak minum air putih. Jaga supaya gak terjerumus itu aja udah perjuangan berat. Makanya, daripada ambil resiko terjerumus, mendingan balik ke Indonesia.</p>
<p>Yah &#8230; intinya mau shalat apa gak itu pilihan kita. </p>
<p>Cuma saya juga masih heran dengan fenomena anak2 yang sekolah di tempat biasa biasa aja, kadang kadang jaga shalatnya malah lebih bagus daripada orang lulusan pesantren. Apakah Mungkin karena keinginan shalat itu timbul dari diri sendiri, bukan paksaan. Sebab biasanya kemauan yang datang dari diri sendiri lebih kuat.</p>
<p>Trus.., apakah menyuruh shalat dengan paksaan ( apalagi hukuman )efektif ? Wallahu alam. Tapi kalo pendapat saya pribadi sangat tidak efektif, sebab secara psikologis, itu sama saja membuat persamaan logika di otak kita, Tidak shalat = Dihukum. Maka, tidak ada hukuman = boleh tidak shalat. Wallahu alam.</p>
<p>Gak ada paksaan dalam agama. Gak ada paksaan dalam hidup. Semua adalah pilihan kita sendiri, sebab kita sendiri yang menjalani dan menerima baik buruk akibatnya. Hidayah Allah udah banyak, tinggal kita milih mau mengikuti atau tidak. </p>
<p>Wallahu alam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: dorang pangge toyo</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2010/03/catatan-seorang-siswa-jangan-sampai-iman-kita-terperosok.html/comment-page-1#comment-2074</link>
		<dc:creator>dorang pangge toyo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 17:01:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=1068#comment-2074</guid>
		<description>kesal karena di tegur
marah karena di debat
sakit karena di nasehati
itu kebiasaan akar rumput

mobil seorang jendral pernah di senggol oleh sebuah sepeda motor seorang guru
jendral itu kemudian turun dari mobil
lalu berkata kepada guru yang telah pucat pasi

&quot;jangan takut pak saya bukan seorang tamtama&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kesal karena di tegur<br />
marah karena di debat<br />
sakit karena di nasehati<br />
itu kebiasaan akar rumput</p>
<p>mobil seorang jendral pernah di senggol oleh sebuah sepeda motor seorang guru<br />
jendral itu kemudian turun dari mobil<br />
lalu berkata kepada guru yang telah pucat pasi</p>
<p>&#8220;jangan takut pak saya bukan seorang tamtama&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dunggio</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2010/03/catatan-seorang-siswa-jangan-sampai-iman-kita-terperosok.html/comment-page-1#comment-2025</link>
		<dc:creator>Dunggio</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 16:04:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=1068#comment-2025</guid>
		<description>halo bro, kalo ada yang bapangge pasti kita iko. kita karja di pelabuhan priok skrg.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>halo bro, kalo ada yang bapangge pasti kita iko. kita karja di pelabuhan priok skrg.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: fikri</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2010/03/catatan-seorang-siswa-jangan-sampai-iman-kita-terperosok.html/comment-page-1#comment-2024</link>
		<dc:creator>fikri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 11:09:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=1068#comment-2024</guid>
		<description>marilah bersyukur atas nikmatnya perbedaan pendapat,kalau 1 dunia isinya sama pendapat melulu,bisa gawat..hahahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>marilah bersyukur atas nikmatnya perbedaan pendapat,kalau 1 dunia isinya sama pendapat melulu,bisa gawat..hahahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dunggio</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2010/03/catatan-seorang-siswa-jangan-sampai-iman-kita-terperosok.html/comment-page-1#comment-2008</link>
		<dc:creator>Dunggio</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 09:36:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=1068#comment-2008</guid>
		<description>sungguh sebuah ironi, kalo menyerang pribadi seseorang hanya karena berseberangan dalam pikiran or pendapat. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sungguh sebuah ironi, kalo menyerang pribadi seseorang hanya karena berseberangan dalam pikiran or pendapat. <img src='http://www.cendekia.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

