Catatan Seorang Siswa : Jangan sampai Iman Kita Terperosok!
Tulisan ini sebenarnya telah di publish di halaman komentar di bawah tulisan yang berjudul Memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia (Catatan Seorang Siswa). Saya hanya mencoba menjadikan ini sebagai tulisan yang baru, biar tampak fresh terus blog alumni insan cendekia ini. . Apalagi telah diramaikan oleh Kepala Sekolah kita Bapak Drs. Ahmad Hidayatullah, M.Pd.
Berikut cuplikan tulisannya saudara Dini Ayu Putri Dilapanga, Salah satu alumni kita dari angkatan 4 Insan Cendekia Gorontalo yang juga seorang penulis novel remaja.
Saya setuju dgn tulisan penulis “biarkan mereka berkembang, biarkan melakukan kesalahan”. Tapi jgn sampe melakukan kesalahan fatal. Banyak kesalahan yg tdk bs diperbaiki & banyak org mnyesal krnanya. Sebenarnya….. Di sinilah tugas para pendidik… Mengarahkan supaya si anak didik tdk kebablasan. Kadang mmg perlu berbuat tegas. Perlu sekali2 di hukum push up d depan masjid (biar kolestrol ga numpuk joy). Tp setelah itu perlu minum air dingin, perlu diberi pengertian & pemahaman (pak ahmad sering melakukan ini).
saya ingat pernah disuruh masuk selokan busuk dpn asrama sm pak ahmad krn bolos sholat subuh. Tp saya trimakasih banyak pak. Setiap kali saya berada dlm kondisi keimanan yg paling rapuh pun, saya tahu hanya akidah yg perlu diperjuangkan di hati & otak saya. Klo sampe anak cendekia melakukan kesalahan bodoh…. Misalnya lepas jilbab atau mungkin lepas agama (murtad)….. Kayaknya perlu dipertanyakan…. “ngapain lo capek2 mondok 3 thn?” hehehe….
Memang sesama manusia ga ada hak menghakimi kualitas keimanan seseorang. Itu tugas yg di Atas. Tp merupakan kewajiban utk mengingatkan. Hari ini mungkin boleh bolos sholat, besok bisa jadi lepas jilbab, lalu mgu dpn jadi murtad….
Saya walopun sering tergoda dgn pesona & kegilaan duniawi, berada dlm kondisi & lingkungan yg sulit… apalagi skarang kerja di kantor yg org muslimnya cm 3 org, ibu kost org cina keturunan, trus d belakang kost bekas kandang babi, t4 makan muslim cm ada 2…… Kadang ngerasa ga kuat klo teman2 komentar, “ngapain sih tutup2 kepala gitu?”…. Atau, tergoda dgn komentar bos saya… “km pasti bakal tampil cantik klo lepas jilbab..” Saya tau di titik itulah saya bersyukur pernah di cendekia. Di darah saya sudah mengalir doktrin ibu rahma…. Perempuan spesial dgn “jilbab” pasti punya pendirian tegas & identitas diri yg jelas. Krn ga butuh pamer tubuh utk terlihat spesial.
Saya sbnarnya pernah buka jilbab, tp bersyukur tdk pernah lebih dr 24 jam buka jilbab di dpn publik. Hehehe….. Dan, sekarang sedang berniat memanjangkan jilbab. Doakan!
di dunia yg kapitalis, agak gila, dan kadang di luar logika ini….. Saya menemukan banyak org sukses bukan krn pintar atau IQ super. Tp krn punya identitas diri yg kuat, akidah, & konsistensi yg kuat terhadap keduanya. Simplenya gini, “Bagimana mo konsisten sama pekerjaan, urusan agama & akidah aja ga jelas gimana. Gimana bisa disiplin di t4 kerja, urusan sholat aja bolong2.”












OMG?! Knp d ping balik dan djadikan topik? Nda diedit pula! Astgapirulah.. Dpe isi kyk ane lg curhat & pengakuan dosa aja.
Hmm…sepertinya ‘kejengahan’ melihat fenomena di sekitar kita..
hahahahaha
Jengah? Mksdnya? Kak jengah dgn “fenomena” hidup? Gituw? Klo saya sih ga perlu sampe “jengah” gitu. Hidup ya seperti ini. Cukup di jalani saja…. Apa adanya… Ikuti prosesnya… Memang selalu ada fenomena. Ada peristiwa. Ada proses Belajar. Di titik inilah seharusnya sbg manusia dewasa qta harusnya bisa mengenal hal yg “positf” dan “negatif”. Tahu membedakan mana yg “benar” dan “salah”. Manusia kan ga lahir langsung bisa lari. Dia harus merangkak, bahkan sesekali jatuh dulu. Tp kdng ada org bodoh yg terlalu pintar yg sering “mempertanyakan” intisari & tujuan hidup. Otaknya kebnyakan nyerap filosofi tnpa difilter. Apalgi dtmbah kondisi jiwa rapuh. Jd muter2 ga jelas gituw. Mungkin bingung dgn konsep KETUHANAN kali. Hahaha…. Yg jelas klo saya pribadi sih, terlalu merasa nyaman dgn akidah saya. Ga bakal repot2 cari tuhan sampe murtad2….. Saya punya prinsip kuat untuk mempertahankan keyakinan & idealisme saya. Klo kak beda… ya… itu urusan anda.
PS. Dr semua t4 yg pernah saya kunjungi…. t4 yg paling banyak tukang maboknya, org2 mesum, terang2an nunjukin sikap tdk bermoral, kriminalitasnya tinggi….. Yeah…. Taulah sendiri di mana! Yg jelas bkn di kampung t4 org2 muslim bermungkim. Itulah knp saya cinta & bangga menjadi muslim….!
kesalahan bodoh??? kesalahan macam apapula itu. salah bukan berarti bodoh. Yang bodoh tuh org yang nggak mau belajar dari kesalahan.
Doktrin??? kok mau didoktrin. harusnya karena kesadaran sendiri.
Kenapa pula konsistensi pekerjaan disambungkan dgn urusan agama dan aqidah? Hmmm….
thanx
selagi kita bisa,,,,,,saling mengingatkan……
@dunggio, klo sampe murtad2 ga jelas sih jelas (apalg krn labil & dipengaruhi org kafir) menurut saya “bodoh” banget. Terserah Klo anda merasa mendapat “pencerahan” baru kek…. Atau apa…. Itu urusan anda.
Banyak org di hidup kapitalis ini yg mungkin ga nyadar (bhkan org islam sndiri)…. Bhwa sholat sbnrnya mendisiplinkan qta. Bisa konsisten ibadah 5 wkt dlm keadaan apa pun, pasti bisa konsisten menjalankan tanggung jawab. Ga gampang hadap Tuhan 1 hari smpe 5x. Lagipula itulah hebatnya islam…. Ibadah tiap hari 5 kali. Ibarat mbersihkan diri… Semakin sering mandi, makin bersih. Klo smpe shari 5 kali ibadah, insya Allah dosa2 yg nyelip di sela2 wkt bs bersih.
dulu wkt sma jujur saya merasa di-doktrin. Tapi skarang saya merasa Alhamdulillah sudah didoktrin. Hahaha…..
sungguh sebuah ironi, kalo menyerang pribadi seseorang hanya karena berseberangan dalam pikiran or pendapat.
Meaning devainable by contecs (semoga tidak salah tulis) Arti yang dimaksud adalah Suatu makna pernyataan tergantung pada konteks. Menyikapi penyampaian Dini yang kemudian oleh pengelola dijadikan tulisan utama, kita harus arif. Dengan konsep tadi dan melihat suasana konteks tulisan Dini, serta diperkuat respon Dini saat komentarnya diangkat jadi tulisan dapatlah dipahami bahwa pernyataan itu adalah ungkapan, pikiran, dan ekspresi yang diyakini dirinya setelah melihat perjalanan hidup diri maupun sekitarnya. Setiap orang berhak atas keyakinannya, setiap orang punya hak menyimpulkan kehidupannya.Tidak ada yang perlu dipertanyakan atas pikiran dan ekspresi keyakinan seseorang. Apabila ada perbedaan sudah barang tentu, tetapi tidak harus selalu ada pernyataan yang salah dari suatu perbedaan itu. Dunia memang luas. Ilmu Allah sangatlah tak terbatas, termasuk rencana dan skenario yang dikenakan pada kita semua. Terkadang alurnya ada yang simple dan lurus, terkadang harus berbelok-belok dulu, bahkan siksak, baru kemudian kembali pada kebenaran. Oleh karena itu tulisan Dini perlu diapresiasi secara positif, karena pernyataan itu adalah keyakinannya, harus dapat kita hargai secara positif.
Namun demikian terhadap respon Dunggio( ini Yahya Dunggio atau Ramdan Dunggio ya..? maaf kalau saya belum dapat identifikasi secara tepat, maklum baru bergabung dengan komunitas kalian jadi belum terlalu tahu inisial kalian, maaf sekali lagi..) saya juga berusaha memahami. Mungkin juga memiliki konteks kehidupan tertentu, sehingga saat membaca tulisan Dini penafsirannya jelas sesuai dengan konteks yang ada di sekitarnya. Itu juga patut dihargai karena itu juga pemikiran atau ungkapan yang bolehnya hanya kita apresiasi secara positif.Pikiran orang kan wajar berbeda-beda.
Dari semuanya…yang penting dari pendapat Dini dan komentar Dunggio tadi tidak perlu diperhadapkan untuk diklarifikasi masing-masing. Pikiran kan pikiran tidak perlu diklarifikasi, apalagi menyangkut sikap dan pendapat pribadi, bukan identifikasi atau justifikasi terhadap orang lain.
Prinsip yang sama-sama perlu kita pahami,Dunia ini selalu berputar, termasuk kehidupan di dalamnya. Prinsipnya, Allah pasti telah berikan yang terbaik kepada kita sejak kita dilahirkan sampai nanti bertemu denganNya kembali, mengapa? karena Allahlah yang memiliki sifat Maha Terbaik.
Atas sikap,paradigma, pikiran, dan keyakinan yang telah kita miliki perlu kita pegang kuat-kuat, karena itulah yang diperlukan sebagai prinsip atau pegangan agar kita dapat hidup tenang. Tetapi tidak ada salahnya kita merenung dan terus merenung tentang semuanya, karena kebenaran sesungguhnya hanya milik Allah.Kita hanyalah berusaha mengidentifikasi serpihan-serpihan kebenaran dari kebenaran yang Maha Luas. Tetapi jangan lupa dalam merenung perlu ada pembimbing. Pembimbing terbaik adalah wahyu Allah yang telah diturunkan kepada manusia dan Rasulullah.Karena Allahlah yang Maha Tahu tentang rahasia dunia dan kehidupan ini.
Terus belajar……jangan henti-henti…..Mari kita kobarkan semangat untuk memperbaiki tanpa harus memaki, kita harus bangkit tanpa harus ada yang sakit.Indonesia butuh kalian.Moral butuh agama. Kepribadian butuh peradaban,kemerdekaan butuh perjuangan.Raih Indonesia mandiri pada masa depan,dengan moral,agama, kepribadian, peradaban, kemerdekaan, dan perjuangan…… Merdeka. Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Terima kasih untuk responnya Bapak. Saya Dunggio a.k.a Yahya Dunggio (yadunk).
Hormat saya buat Bapak.
mari saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.. agar tidak termasuk orang2 yg merugi
iya, ga ada yg perlu dikarifikasi. Ini commen yg dijadikan topik oleh iyon. Ini pendapat saya yg dperoleh dr pengalaman panjang. Klo ada yg beda, itu hak anda. Smg bs bermanfaat ajah!
k dini, agapp. .
no offense ini. .
ini kan pendapat, kalo berbeda pendapat silahkan
tapi pendapat ka dini ini ane pikir wajib di share ke orang lain, karena ini pendapat mungkin bukan hanya k dini yang merasakan. Tapi lebih dari 60% rakyat insan cendekia turut merasakan hal ini.
k dini jangan marah ya
[...] ini merupakan arahan untuk diskusi yang makin hangat di artikel yang berjudul Catatan Seorang Siswa : Jangan sampai Iman Kita Terperosok! Perlu diketahui tulisan ini saya post di headline news cendekia.web.id karena menurut saya, penting [...]
Yahya Dunggio, sekarang ada di mana? Lama tidak bertemu…Maaf saya tidak tahu inisialmu di komentar tadi. Apa masih di Jakarta sejak dulu? Main-main bersama teman alumni yang lain ke rumah.
Dini,… bagaimana kabar? Ada di mana sekarang? kalau konteks ceritanya seperti di Manado, ya?…..Semoga kuat dengan segala tantangan di mana saja tempatmu.Semua tempat sama, ada tantangan namun juga ada kedamaian. Keberhasilan…. bukan semata hasil akhir tetapi semata-mata nilai dari kekuatan dan keteguhan kita menyikapi lingkungan hingga hasil dapat teraih.
Untuk seluruh alumni…… Islam adalah kedamaian, Islam adalah ketentraman, Islam adalah kasih sayang. Peganglah Islam di muka bumi sebagaimana janji Allah, sebagai Rahmatan Lil Alamin.Jangan bawah Islam dengan kekerasan, hingga hanya akan membuat orang lain panas. Jangan bawah Islam dengan angkuh, karena hanya akan membuat orang lain acuh.Islam yang sebenarnya adalah penuh arti, karena itu bawahlah dengan pengertian. Islam yang sebenarnya adalah ketentraman, karena itu bawalah dengan pemahaman.Islam yang sebenarnya sangat toleran, karena itu bawalah dengan penuh perhatian. Pengertian kepada yang hakiki, pemahaman kepada yang sebenarnya, dan perhatian kepada semua adalah instrumen mulia yang dapat membuat seluruh umat saling bergandengan, membangun dunia dengan penuh kebahagiaan untuk mengantar pada kedamaian. Sukses IC, sukses seluruh alumninya. Sukses Gorontalo, untuk seluruh Indonesia……
Saya untuk sekarang ada di jakarta pak.
Kak, ikutan ngumpul donk. .
ini ada di Jakarta, tapi nya perna iko ngumpul. .
Kaka kerja dimana skrg?
halo bro, kalo ada yang bapangge pasti kita iko. kita karja di pelabuhan priok skrg.
Alhamdulillah.. Masing-masing kita patut bersyukur pada Allah ta’ala atas nikmat Iman dan kesehatan. Nikmat yg kita terus berdo’a mudah-mudahan Allah senantia menjaganya dan memberikan kekokohan iman hingga maut menjemput.
Merdeka Pak Ahmad!!! jiiah jadi ingat tujuh belasan. Hihihi becanda pak. Saya sangat setuju pak, bahwa kita harus banyak belajar.
mungkin kali ini saya ada unsur curhat. mari kita mulai..
Bila anda bertanya, Apa itu Demam berdarah, penyebabnya apa, bagaimana gejala, pengobatan, pencegahan, komplikasi, dan sebagainya, dapat dibilang sangat keterlaluan bila seorang dokter tak tau jawabannya. Sejak pagi buta, hingga malam dan bertahun-tahun kami belajar materi kedokteran. bila mundur ke belakang, sejak TK, hingga S2, hampir 20 tahun saya belajar pendidikan umum. suatu masa yang sangat panjang.
Tapi bila anda tanya, apakah saya tau makna dan konsekuensi sesungguhnya dari dua kalimat syahadat (bukan artinya) akan saya jawab, saya lupa-lupa ingat. bisa jadi paman Rosululloh lebih tau maknanya dan konsekuensinya, itu kenapa ia sangat berat mengucapkan kalimat pendek itu.
Bila anda bertanya bagaimana tatacara wudlu yg benar sesuai petunjuk rosulullah, saya pun angkat tangan kalo ditanya sampai dalilnya.
Bahkan bila anda bertanya, taukah saya dalil setiap bacaan yang saya ucap dalam sholat, dan artinya masing-masing, sayapun akan mengaku, saya tak hafal benar.
Bagi mereka petugas pajak, mungkin kalian dah di luar kepala ilmunya tentang perhitungan pajak di Indonesia, tapi saya yakin tak banyak yang tahu bahwa, WAJIB BAGI PETERNAK SAPI UNTUK MENGELUARKAN ZAKAT TERNAK, DARI SETIAP 30 EKOR SAPI ZAKATNYA 1 EKOR SAPI BERUMUR SATU TAHUN; DARI SETIAP 40 EKOR SAPI ZAKATNYA 1 EKOR SAPI BERUMUR DUA TAHUN. UPS.. Jadi ingat Bu Rahma. Semoga Allah mejaganya dan memberi kesehatan untuknya.
Bagi saya ini sangat ironi, Ilmu dunia dengan gila-gilaan, siang malam saya dulu belajar, nah yang pokok-pokok agamapun saya tak tau.
Padahal Begitu sempurnanya Islam, Bahkan dalam hal yg mungkin kita anggap sepelepun telah diterangkan Allah melalui rosulnya. Rosulpun melarang memegang ZAKAR saat kencing, dan Melarang istinja dengan tangan kanan.
Jadi menurut saya, salahnya saya adalah, bodohnya saya atas agama ini. malasnya saya untuk belajar. Dan mungkin diantara sebab terhalangnya saya terhadap Ilmu ini adalah kesombongan. Merasa tau, tapi tak mau tau. Makanya Saya berdo’a semoga Allah ta’ala menjaga dan mamberikan kita Hidayah dan taufiqnya. Dan saya memohon ampun kepada Allah atas segala dosa dan kesalahan saya.
saya mengutip perkataan Al-Imam Al-Bukhari : “Al-Ilmu itu Sebelum Berkata dan Beramal†dan dalilnya adalah firman Allah subhanahu wata’ala :“Maka ilmuilah! Bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu†(Muhammad: 19).
MERDEKA!!!!
MERDEKAAAAAAAAAAA pak ahmad!
Iya pak, alhamdulillah saya baik, sehat, bugar, masih seperti saya yg dlu. Udh 1 thn ini saya tinggal di kota amurang minahasa selatan. Sejam dr manado. Mudah2an saja masi d seputar sulawesi. Agak takut juga nih krn saya minoritas di sini, suka ngomong blak2an di kantor, trus tiba2 di lempar makin ke arah timur indonesia. Hahaha…. Tapi terserah ajah…. Dimanapun saya berada…. Insya Allah akidah islam terus saya jaga & perjuangkan. Saya sendiri terus terang justru jadi makin sering ingat Allah setelah berada di t4 yg org islamnya minoritas. Mungkin krn di t4 sprti inilah akidah di hati & otak makin tajam mempertegas & mengetuk logika duniawi. Hehehe…..
buat iyon, tenang aja brader…. Di forum ini, ane anggap samua sodara se almamater yg “so baku tau”. Jadi ngapain ane sungkan2 mengungkapkan cerita & pengalaman kpd sesama keluarga?! Nyanteeee aja lah! Hehehe….
@hasan…. Iya… Qta sama brader. Bodoh soal agama sendiri. Tp saya yakin baik anda, saya, atau pun teman2 yg lain…..bisa saling mengingatkan & saling menjaga agar qta terus berada pd akidah islam yg hakiki.
marilah bersyukur atas nikmatnya perbedaan pendapat,kalau 1 dunia isinya sama pendapat melulu,bisa gawat..hahahahaha
kesal karena di tegur
marah karena di debat
sakit karena di nasehati
itu kebiasaan akar rumput
mobil seorang jendral pernah di senggol oleh sebuah sepeda motor seorang guru
jendral itu kemudian turun dari mobil
lalu berkata kepada guru yang telah pucat pasi
“jangan takut pak saya bukan seorang tamtama”
Kemarin waktu ke sekolah akhir 2009, sempat ngobrol sama seorang guru ( umum ). Dia katanya pernah nanya ke guru ( agama ),”kayaknya ada yang salah deh sama pendidikan agama di sini, kok alumninya banyak yang gak sholat”. Jawab guru agama ” Gak ada yang salah kok, mungkin itu pengaruh di luar sana”.
Saya pribadi gak pernah bilang kalo alumni yang sholat lebih baik daripada yang nggak. Cuma emang faktanya banyak alumni kita yang shalatnya bolong-bolong, terutama laki laki. Dan saya termasuk beruntung, karena masih diberi kekuatan oleh Allah buat ngerjain shalat rutin, walau kadang2 waktunya mepet – mepet, he he.
Ngerjain sholat 5 waktu emang butuh komitmen tinggi, dan berat.Gak mudah, Apalagi kalau di sekitar kita udah nggak ada yang mengingatkan, lebih lebih kalo gak ada yang shalat di sekitar kita. Tapi alasan seperti itu gak mengurangi hukum wajibnya shalat.
Saya sendiri memang juga pernah jalanin masa shalat bolong-bolong, karena di jepang gak ada yang namanya istirahat sholat, nyari tempat wudhu susah, bingung ngejelasin kalo ketahuan lagi shalat. Ditambah lagi dengan pergaulan bebasnya ( pacar = istri ) dan orang minum sake udah pada kayak minum air putih. Jaga supaya gak terjerumus itu aja udah perjuangan berat. Makanya, daripada ambil resiko terjerumus, mendingan balik ke Indonesia.
Yah … intinya mau shalat apa gak itu pilihan kita.
Cuma saya juga masih heran dengan fenomena anak2 yang sekolah di tempat biasa biasa aja, kadang kadang jaga shalatnya malah lebih bagus daripada orang lulusan pesantren. Apakah Mungkin karena keinginan shalat itu timbul dari diri sendiri, bukan paksaan. Sebab biasanya kemauan yang datang dari diri sendiri lebih kuat.
Trus.., apakah menyuruh shalat dengan paksaan ( apalagi hukuman )efektif ? Wallahu alam. Tapi kalo pendapat saya pribadi sangat tidak efektif, sebab secara psikologis, itu sama saja membuat persamaan logika di otak kita, Tidak shalat = Dihukum. Maka, tidak ada hukuman = boleh tidak shalat. Wallahu alam.
Gak ada paksaan dalam agama. Gak ada paksaan dalam hidup. Semua adalah pilihan kita sendiri, sebab kita sendiri yang menjalani dan menerima baik buruk akibatnya. Hidayah Allah udah banyak, tinggal kita milih mau mengikuti atau tidak.
Wallahu alam.
Islam bukan hanya salat, zakat, ataupun sedekah seperti yang ustadz2 jaman skrg ceramahkan ataupun guru2 di IC ajarkan dulu ketika saya masih di IC. Islam jauh lebih luas dari pada itu. Islam mencangkup ekonomi, sosial budaya, dan yang paling penting pemerintahan. Sehingga Islam adalah sebuah sistem dan ideologi, bukan sekedar agama. Kalau kita hanya menganggap Islam sebagai agama, naif sekali kita. Karena RAsulullah SAW diutus Allah SWT untuk merubah sistem yang kufur. didalam sistem sudah mencangkup pemerintahan, ekonomi, agama, dll.
“Mari kita bangun kembali peradaban Islam dengan mendirikan Daulah Islam”
mana dang tu catatan yakkk??? hehehehe telat yahh???? pak Ahmad kapan bisa ngumpul silaturahmi bareng kita???? yahya,,, nt p nomor masih sama deng yang p t iqbal ya??
hehehehe seru juga yah…kak yahya pa kabar?pak ahmad hmmmm ingat masa lalu jadi sering ketawa sendiri karena kekonyolan (or lebih tepat kebodohan)saya…dini hehehehe komennya jangan pedes2 lah,seharusnya ente belajar cara supaya orang mengatakan iya tanpa harus memaksanya…(bingung kan???)lebih rincinya tanya pak ahmad karena beliau ahlinya…
@tias : masih yang dulu.
)
@Upik : Baik sesuai kehendak Tuhan.
@admin : kirain blogx gak bakaln hidup lagi bro. ^_^ (good job to u)
Alhamdulillah, Admin dan tamang-tamang yang masih peduli dengan ini blog, masih memiliki duit untuk disisihkan buat bayar hosting. hehehehehehe..
K Yahya, di tunggu next post-nya. . kalo boleh se rame akang ulang