<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: IAICG dan Alumni</title>
	<atom:link href="http://www.cendekia.web.id/2009/02/iaicg-dan-alumni.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.cendekia.web.id/2009/02/iaicg-dan-alumni.html</link>
	<description>Berbagi cerita berbagi berita dan berkarlota</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 06:24:46 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Iyon</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2009/02/iaicg-dan-alumni.html/comment-page-1#comment-1629</link>
		<dc:creator>Iyon</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 10:15:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=850#comment-1629</guid>
		<description>Saya ikut. .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ikut. .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Putra B</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2009/02/iaicg-dan-alumni.html/comment-page-1#comment-1628</link>
		<dc:creator>Putra B</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 06:48:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=850#comment-1628</guid>
		<description>sooooooo...

bukan hal yang sulit kan untuk menyimpulkan, mulai dari komen paling notok awal punya si Marion sampe paling pojok akhir punya a&#039; Qohar, marilah secepatnya kita segerakan penyelenggaraan acara kumpul2 yang resmi, alias REUNI..

who&#039;s with me?? {toes up..!!)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sooooooo&#8230;</p>
<p>bukan hal yang sulit kan untuk menyimpulkan, mulai dari komen paling notok awal punya si Marion sampe paling pojok akhir punya a&#8217; Qohar, marilah secepatnya kita segerakan penyelenggaraan acara kumpul2 yang resmi, alias REUNI..</p>
<p>who&#8217;s with me?? {toes up..!!)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Qoru</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2009/02/iaicg-dan-alumni.html/comment-page-1#comment-1626</link>
		<dc:creator>Qoru</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 00:00:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=850#comment-1626</guid>
		<description>Di Gorontalo, baru ada satu sekolah yang alumnusnya terus merekatkan diri secara resmi. Mereka adalah alumnus SMUN 1 Gorontalo. Pasti kita semua pernah mendengar, terutama yang tinggal di kota, &quot;Reuni SMANSA angkatan 1992&quot;, malah angkatan 60-an dan 70-an masih sering mengadakan reuni secara resmi. Sangat hebat untuk ukuran SMU yang terlihat kecil dari depannya.
IAICG jarang ngumpul? Gak juga. Banyakan sih gak resmi di rumahnya mantan Guru BP SPENSA, karena Ibu Haji ini punya 4 anak yang berbeda angkatan di IC. Anehnya, justru &quot;reuni&quot; resmi yang kurang diminati sama alumnus. Dari tahun ke tahun halal bi halal yang diadakan di sekitar UNG secara rasio lebih banyak dihadiri.
Gejala yang saya amati dari sikap kita adalah, pertemuan antar-kita sebagian besar didasarkan pada kepentingan. Saya sangat tidak sudi ketemu Oshlan Towalu jika tidak buat ngantarin saya ke mana-mana di Kota Makasar pake motor pinjamannya. (Bukan Oshlan kalo modal sandiri). Sikap inilah yang patut kita ubah. SILATURRAHMI sejatinya didasarkan atas kasih sayang bukan kepentingan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di Gorontalo, baru ada satu sekolah yang alumnusnya terus merekatkan diri secara resmi. Mereka adalah alumnus SMUN 1 Gorontalo. Pasti kita semua pernah mendengar, terutama yang tinggal di kota, &#8220;Reuni SMANSA angkatan 1992&#8243;, malah angkatan 60-an dan 70-an masih sering mengadakan reuni secara resmi. Sangat hebat untuk ukuran SMU yang terlihat kecil dari depannya.<br />
IAICG jarang ngumpul? Gak juga. Banyakan sih gak resmi di rumahnya mantan Guru BP SPENSA, karena Ibu Haji ini punya 4 anak yang berbeda angkatan di IC. Anehnya, justru &#8220;reuni&#8221; resmi yang kurang diminati sama alumnus. Dari tahun ke tahun halal bi halal yang diadakan di sekitar UNG secara rasio lebih banyak dihadiri.<br />
Gejala yang saya amati dari sikap kita adalah, pertemuan antar-kita sebagian besar didasarkan pada kepentingan. Saya sangat tidak sudi ketemu Oshlan Towalu jika tidak buat ngantarin saya ke mana-mana di Kota Makasar pake motor pinjamannya. (Bukan Oshlan kalo modal sandiri). Sikap inilah yang patut kita ubah. SILATURRAHMI sejatinya didasarkan atas kasih sayang bukan kepentingan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ophien</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2009/02/iaicg-dan-alumni.html/comment-page-1#comment-1622</link>
		<dc:creator>ophien</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 12:03:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=850#comment-1622</guid>
		<description>aSSleMKum....!!!

Mungkin agak telat saya ikut berkomentar disini lagi, maklumlah banyak kesibukan....
Membicarakan masalah IAICG sebenarnya bukanlah hal yang rumit, dalam artian segala persoalan tentang IAICG ada pada alumni itu sendiri.
Dalam menjalankan suatu organisasi nirlaba seperti halnya IAICG, memang sangat dibutuhkan yang namanya &quot;Pengorbanan dan Pengertian&quot;.
Pengorbanan disini dalam hal waktu, tenaga, pikiran, dsb yang menjadi &quot;mesin penggerak&quot; dalam jalannya roda organisasi. Kemudian pengertian antar sesama anggota pun dibutuhkan untuk mengantisipasi adanya friksi/gesekan yang memang terkadang hadir sebagai konsekwensi dalam dinamika berorganisasi.
Sebagaimana teman2 tahu, bahwa IAICG lahir dari adanya keinginan dari alumni Insan Cendekia untuk kemudian membuat suatu wadah/forum silaturrahmi sebagai sarana untuk membagi berbagai informasi. Berangkat dari hal ini, kebetulan alumni di Makassar agak banyak maka terbentuklah IAICG Cabang Makassar untuk pertama kalinya, yang kemudian diikuti Cabang2 lainnya. Itu sedikit backstory tentang IAICG.
Seiring perjalanan waktu, IAICG pun mulai berkembang dan berbenah diri, walaupun masih jauh dari harapan. Tapi setidaknya kita2 ini (alumni) pernah tercatat dalam lembaran sejarah perjalanan organisasi IAICG. Persoalan kedepan biarlah itu menjadi rahasia masa depan kita semua yang tentunya butuh planning yang mantap. Masa lalu adalah kenangan dan cerminan untuk menjadi jejak rekam langkah kita. Yang terpenting adalah sekarang. Apa yang bisa kita perbuat sekarang ini akan berakibat ke depan. Hari ini tidak dapat merubah hari kemarin, tapi hari kemarin akan menentukan apa jadinya kita hari ini.
Saya pun sepakat dengan  penyataan bahwa saat ini kita hanya bisa menunggu. Tapi pertanyaannya, sampai kapan kita harus menunggu? Ingat sukses itu tidaklah datang dengan sendirinya (Jailangkung kalee...tanpa diundang...), dan bukan pula hadiah dari Tuhan, melainkan wujud dari usaha kita dalam meraihnya. Keterlibatan Tuhan dalam hal ini adalah memberikan hidayah kepada kita untuk pilihan2 terbaik menurut kehendakNYA.
Saya pribadi berharap, ke depan insyaALLAH kita semua menjadi orang2 yang berarti dan dapat memberikan warna pada generasi kita. Saya yakin alumni Insan Cendekia memiliki bekal/modal dan peluang yang besar untuk meraih semua kesuksesan itu, amiiieeennn...!!!

Solidarity Forever

Keep on Fighting till the End

Bravo...Bravo...Bravo...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aSSleMKum&#8230;.!!!</p>
<p>Mungkin agak telat saya ikut berkomentar disini lagi, maklumlah banyak kesibukan&#8230;.<br />
Membicarakan masalah IAICG sebenarnya bukanlah hal yang rumit, dalam artian segala persoalan tentang IAICG ada pada alumni itu sendiri.<br />
Dalam menjalankan suatu organisasi nirlaba seperti halnya IAICG, memang sangat dibutuhkan yang namanya &#8220;Pengorbanan dan Pengertian&#8221;.<br />
Pengorbanan disini dalam hal waktu, tenaga, pikiran, dsb yang menjadi &#8220;mesin penggerak&#8221; dalam jalannya roda organisasi. Kemudian pengertian antar sesama anggota pun dibutuhkan untuk mengantisipasi adanya friksi/gesekan yang memang terkadang hadir sebagai konsekwensi dalam dinamika berorganisasi.<br />
Sebagaimana teman2 tahu, bahwa IAICG lahir dari adanya keinginan dari alumni Insan Cendekia untuk kemudian membuat suatu wadah/forum silaturrahmi sebagai sarana untuk membagi berbagai informasi. Berangkat dari hal ini, kebetulan alumni di Makassar agak banyak maka terbentuklah IAICG Cabang Makassar untuk pertama kalinya, yang kemudian diikuti Cabang2 lainnya. Itu sedikit backstory tentang IAICG.<br />
Seiring perjalanan waktu, IAICG pun mulai berkembang dan berbenah diri, walaupun masih jauh dari harapan. Tapi setidaknya kita2 ini (alumni) pernah tercatat dalam lembaran sejarah perjalanan organisasi IAICG. Persoalan kedepan biarlah itu menjadi rahasia masa depan kita semua yang tentunya butuh planning yang mantap. Masa lalu adalah kenangan dan cerminan untuk menjadi jejak rekam langkah kita. Yang terpenting adalah sekarang. Apa yang bisa kita perbuat sekarang ini akan berakibat ke depan. Hari ini tidak dapat merubah hari kemarin, tapi hari kemarin akan menentukan apa jadinya kita hari ini.<br />
Saya pun sepakat dengan  penyataan bahwa saat ini kita hanya bisa menunggu. Tapi pertanyaannya, sampai kapan kita harus menunggu? Ingat sukses itu tidaklah datang dengan sendirinya (Jailangkung kalee&#8230;tanpa diundang&#8230;), dan bukan pula hadiah dari Tuhan, melainkan wujud dari usaha kita dalam meraihnya. Keterlibatan Tuhan dalam hal ini adalah memberikan hidayah kepada kita untuk pilihan2 terbaik menurut kehendakNYA.<br />
Saya pribadi berharap, ke depan insyaALLAH kita semua menjadi orang2 yang berarti dan dapat memberikan warna pada generasi kita. Saya yakin alumni Insan Cendekia memiliki bekal/modal dan peluang yang besar untuk meraih semua kesuksesan itu, amiiieeennn&#8230;!!!</p>
<p>Solidarity Forever</p>
<p>Keep on Fighting till the End</p>
<p>Bravo&#8230;Bravo&#8230;Bravo&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hitler</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2009/02/iaicg-dan-alumni.html/comment-page-1#comment-1588</link>
		<dc:creator>hitler</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 12:16:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=850#comment-1588</guid>
		<description>betul..betull..betulll... kata ka onal, wktu gk akn prnah hbs olh ksbkan krna hidup adl ksbkan itu sndiri. toh buktinya bung admin bisa kok nyempatin bikin blog yg lumyan keren gni. masalah IAICG yg 7an awalnya tuk wadah silaturahmi sy ci turut dukung dgn sepenuh jiwa n raga. cie..ciee.. kyk pejuang aj. lanjut, hanya sekedar saran. tiap alumni kan seenggak2nya prnah ngerasain yg namanya kul so pzti prnah ngenet kn bwt cri tgs or laen2. naaaaahhhh.... apa salahnya jk e-mail, FS, YM, facebook, ato blog masing2 alumni d kumpulin trz klo ada brta apa2 ya d kabarin. katanya bwt mempererat tali silaturahmi. mudah kan!!!!!:)salam maniz gk pke smut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>betul..betull..betulll&#8230; kata ka onal, wktu gk akn prnah hbs olh ksbkan krna hidup adl ksbkan itu sndiri. toh buktinya bung admin bisa kok nyempatin bikin blog yg lumyan keren gni. masalah IAICG yg 7an awalnya tuk wadah silaturahmi sy ci turut dukung dgn sepenuh jiwa n raga. cie..ciee.. kyk pejuang aj. lanjut, hanya sekedar saran. tiap alumni kan seenggak2nya prnah ngerasain yg namanya kul so pzti prnah ngenet kn bwt cri tgs or laen2. naaaaahhhh&#8230;. apa salahnya jk e-mail, FS, YM, facebook, ato blog masing2 alumni d kumpulin trz klo ada brta apa2 ya d kabarin. katanya bwt mempererat tali silaturahmi. mudah kan!!!!!:)salam maniz gk pke smut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ronal Hutagalung</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2009/02/iaicg-dan-alumni.html/comment-page-1#comment-1575</link>
		<dc:creator>Ronal Hutagalung</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 03:52:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=850#comment-1575</guid>
		<description>apa kata MR. Yadunk sangat sesuai dengan keadaan sekarang. karena merasa belum ada yang bisa dilakukan, cenderungnya para alumni menunggu saja apa yang akan terjadi dengan IAICG. Kondisinya saat ini sebagian besar Alumni masih dalam perjuangan menuju kemapanan diri. Alumni yang baru lulus IC sedang sibuk beradaptasi dengan lingkungan Baru. Alumni yang dah pertengahan kuliah sedang asyik-asyiknya dengan Organisasi dan teman kampusnya, yang udah mau lulus masih sangat sibuk ngejar deadline skripsi dan wisuda, yang udah di wisuda mondar-mandir kesana kemari nyari kerjaan, yang udah kerja sedang beradaptasi dengan kesibukan baru dan upaya untuk bisa segera nikah. belum lagi yang udah menikah, tentunya punya urusan yang lebih banyak lagi.

So...baiknya gimana ya? kalo kita nunggu, kira-kira kapan ya datangnya waktu yang sempurna itu?

Salam Smart</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apa kata MR. Yadunk sangat sesuai dengan keadaan sekarang. karena merasa belum ada yang bisa dilakukan, cenderungnya para alumni menunggu saja apa yang akan terjadi dengan IAICG. Kondisinya saat ini sebagian besar Alumni masih dalam perjuangan menuju kemapanan diri. Alumni yang baru lulus IC sedang sibuk beradaptasi dengan lingkungan Baru. Alumni yang dah pertengahan kuliah sedang asyik-asyiknya dengan Organisasi dan teman kampusnya, yang udah mau lulus masih sangat sibuk ngejar deadline skripsi dan wisuda, yang udah di wisuda mondar-mandir kesana kemari nyari kerjaan, yang udah kerja sedang beradaptasi dengan kesibukan baru dan upaya untuk bisa segera nikah. belum lagi yang udah menikah, tentunya punya urusan yang lebih banyak lagi.</p>
<p>So&#8230;baiknya gimana ya? kalo kita nunggu, kira-kira kapan ya datangnya waktu yang sempurna itu?</p>
<p>Salam Smart</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M. Yusuf Amir</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2009/02/iaicg-dan-alumni.html/comment-page-1#comment-1574</link>
		<dc:creator>M. Yusuf Amir</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 12:02:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=850#comment-1574</guid>
		<description>Ada beberapa pendapat wadah alumni itu hanya sebagai wadah silahturahmi..., ditakutkan akan terjadi intrik2 yang tidak diinginkan yang akan merenggangkan kebersamaan dan tali silahturahmi karena akan memanfaatkan wadah tersebut sebagai alat untuk keuntungan pribadi...
Ada juga yang berpendapat wadah alumni itu bukan hanya untuk silahturahmi tetapi perlu ditingkatkan sebagai wadah yang lebih bermanfaat bagi alumninya maupun sekolahnya...
Dicari alumni yang benar2 komit terhadap IACG... seperti bung admin...he3x.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada beberapa pendapat wadah alumni itu hanya sebagai wadah silahturahmi&#8230;, ditakutkan akan terjadi intrik2 yang tidak diinginkan yang akan merenggangkan kebersamaan dan tali silahturahmi karena akan memanfaatkan wadah tersebut sebagai alat untuk keuntungan pribadi&#8230;<br />
Ada juga yang berpendapat wadah alumni itu bukan hanya untuk silahturahmi tetapi perlu ditingkatkan sebagai wadah yang lebih bermanfaat bagi alumninya maupun sekolahnya&#8230;<br />
Dicari alumni yang benar2 komit terhadap IACG&#8230; seperti bung admin&#8230;he3x.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: yadunk</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2009/02/iaicg-dan-alumni.html/comment-page-1#comment-1573</link>
		<dc:creator>yadunk</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 04:59:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=850#comment-1573</guid>
		<description>Kalaupun mau difokusin ke IAICGnya, aq yakin masih belum ada yang bisa kita lakukan selain menunggu. Untuk websitenya aja ampe sekarang nggak pernah terupdate. 
So, semuanya masih menanti tangan2 ahli seperti tangannya bung admin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalaupun mau difokusin ke IAICGnya, aq yakin masih belum ada yang bisa kita lakukan selain menunggu. Untuk websitenya aja ampe sekarang nggak pernah terupdate.<br />
So, semuanya masih menanti tangan2 ahli seperti tangannya bung admin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ronal Hutagalung</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2009/02/iaicg-dan-alumni.html/comment-page-1#comment-1572</link>
		<dc:creator>Ronal Hutagalung</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 15:44:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=850#comment-1572</guid>
		<description>betul kata Pak Admin, kita fokuskan yuk bahasannya pada satu masalah dulu. misalnya tentang IAICG atau forum apapun yang bisa dimanfaatkan untuk saling mengingatkan dan menjaga antara sesama alumni (sampe Cinlok juga gpp).Kondisi yang terjadi sekarang bisa jadi karena kurangnya Silaturahim secara positif antara sesama alumni sehingga memungkinkan Value yang di dapat di IC tergantikan oleh Value yang berasal dari lingkungan sekitar.

MArilah bersama kita melihat kedalam diri kita. apakah sudah bisa memberikan yang TERBAIK minimal buat diri sendiri? 

Soal MAN IC saat ini biarlah Kepsek dan para Guru yang mengurusinya. 

Salam Smart</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>betul kata Pak Admin, kita fokuskan yuk bahasannya pada satu masalah dulu. misalnya tentang IAICG atau forum apapun yang bisa dimanfaatkan untuk saling mengingatkan dan menjaga antara sesama alumni (sampe Cinlok juga gpp).Kondisi yang terjadi sekarang bisa jadi karena kurangnya Silaturahim secara positif antara sesama alumni sehingga memungkinkan Value yang di dapat di IC tergantikan oleh Value yang berasal dari lingkungan sekitar.</p>
<p>MArilah bersama kita melihat kedalam diri kita. apakah sudah bisa memberikan yang TERBAIK minimal buat diri sendiri? </p>
<p>Soal MAN IC saat ini biarlah Kepsek dan para Guru yang mengurusinya. </p>
<p>Salam Smart</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Putra B</title>
		<link>http://www.cendekia.web.id/2009/02/iaicg-dan-alumni.html/comment-page-1#comment-1571</link>
		<dc:creator>Putra B</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 14:22:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cendekia.web.id/?p=850#comment-1571</guid>
		<description>masalah sudut pandang,  marilah kita perkecil saja ke IPTEK dan IMTAK (as Mr. Admin said), reputasi, prestasi ataupun kontribusi di kedua bidang terbilang...

dari pada nantinya obrolan ini akan menjadi suatu pembahasan ngalor ngidul tak tau arah yang ditinjau dari berbagai paradigma.. apalagi kalo sudah dari sudut pandang parpol (as Yudhi said) bahkan sampai ke Relativitas suatu Kebenaran (as M. Yusuf Amir said)
dijamin gak bkal kelar nie omongan:)

owkey guys...

yo wis.... Lanjuuuuuttt....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>masalah sudut pandang,  marilah kita perkecil saja ke IPTEK dan IMTAK (as Mr. Admin said), reputasi, prestasi ataupun kontribusi di kedua bidang terbilang&#8230;</p>
<p>dari pada nantinya obrolan ini akan menjadi suatu pembahasan ngalor ngidul tak tau arah yang ditinjau dari berbagai paradigma.. apalagi kalo sudah dari sudut pandang parpol (as Yudhi said) bahkan sampai ke Relativitas suatu Kebenaran (as M. Yusuf Amir said)<br />
dijamin gak bkal kelar nie omongan:)</p>
<p>owkey guys&#8230;</p>
<p>yo wis&#8230;. Lanjuuuuuttt&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

