Home » Catatan Ringan

Hidup Sederhana dalam Naungan Ilahi

, 1 Januari 2009 8 Comments

FREE photo hosting by Blogopics.Net

“Beli baju model terbaru yuk!” umpat seorang teman saya. Kata-kata teman saya itu membahana sampai di ubun-ubun. Di depan saya, ia seperti tak kenal lelah memengaruhi saya untuk ikut bersamanya. Tampaknya, caranya tak mampu menggoyahkan satu prinsip hidup saya: hidup sederhana dalam naungan Ilahi.

            Saya hanya tersenyum. Berusaha dengan halus memberikan penolakan. “Saya hanya bisa menemanimu. Saya tak akan mungkin berbelanja.” Lirih saya padanya. Sebagai seorang sahabat dekat, saya tetap memakluminya.

            Terus terang, saya tidak terlalu suka dengan tindakan ikut-ikutan mode. Saya lebih senang mengikuti kebutuhan saya. Selama baju saya masih layak di pakai, meski sudah ketinggalan jaman, saya tetap mengenakkannya. Yang terpenting baju itu bersih. Toh, saya tidak dirugikan. Paling-paling orang-orang yang perhatian (atau sok perhatian) yang menegur. Tak jarang beberapa kali saya dapat teguran. Herannya, teman-teman cewek saya kerap kali menembakkan teguran keras. Saya santai saja.

            Sederhana itu sudah cukup bagi saya. Tak perlu harus bermewah-mewahan. Pun jika sepatu, baju, celana, dan apa pun itu, selama relevan dengan kebutuhan saya, maka itu sudah cukup. Tak perlu baju baru. Tak perlu celana model terbaru. Tak perlu mobil model terkini.

            Beberapa orang teman saya—yang tak memahami jalan pikir saya—mengira saya lelaki super hemat. Mereka mengira saya lelaki yang tak punya selera perubahan. Dugaan mereka wajar-wajar saja. Toh, memang selama ini, sikap dan gaya saya sederhana. Tak pernah berlebih-lebihan.

            Justru, dengan sikap seperti ini, saya hidup dalam suasana kenyamanan. Tatkala orang-orang pusing mengumpulkan uang untuk beli barang  model terbaru, justru saya santai-santai saja. Saya tak pernah memusingkan semua itu. Yang terpenting hidup saya sesuai dengan tuntunan-Nya. Itu sudah cukup.

            Bahkan, Alhamdulillah, dengan membiasakan hidup sederhana, sejumlah teman mulai banyak meminta pendapat-pendapat saya. “Din, kok kamu ini, hidupnya bersahaja. Tidak neko-neko. Masalah ribet jadi sederhana dihadapanmu.” Tutur kawan-kawan saya.

            “Hiduplah sederhana dalam naugan Ilahi,” demikian jawaban singkat saya.

RSS feed | Trackback URI

& Komentar »

Komentar by yadunk
2009-01-02 11:00:32

Orangnya sederhana, topiknya juga sederhana. Orang mau belanja apa kagak, aq rasa tergantung pribadinya masing2. Kalo punya duit ya beli, kalo gak ada ngapain juga beli.
live is simple but also it’s hard at the same time.

 
Komentar by yadunk
2009-01-02 11:18:41

Btw, FHM sekarang covernya cowok ya? apa kata dunia…

 
Komentar by Rusdin S. Rauf
2009-01-02 19:53:49

Terima kasih banyak Saudara Yadunk. Betul. Semuanya tergantung tebalnya dompet kita alias uang. Tapi, penggunaan uang harus diatur bukan? Yang terpenting juga–menurut subjektif aku–bukan banyaknya uang yang masuk ke dalam hidup kita, tapi bagaimana kita mengatur masuk keluarnya uang itu. Betul kan? hehe
Majalah FHM Versi Cowok. Siapa takut? kan udah emansipasi laki-laki. Haha…

 
Komentar by yadunk
2009-01-06 10:59:24

Buat bung admin, gimana caranya nulis di blog anda. Kok, user nameq gak diterima waktu aq login.

Komentar by Syamsu
2009-01-06 16:11:17

ntar ana daftarin nt deh.. username ma passnya cek di imel ya.. :-D

 
 
Komentar by zakir
2009-01-06 11:16:00

Rajin pangkal pandai…
Hemat pangkal kaya….

 
Komentar by Marion
2009-01-07 10:11:08

Saya pikir konteks sederhana itu relatif.
Relatif terhadap berapa besar pendapatan yang kita dapatkan.
Sederhana menurut orang laen, belum tentu sama sederhananya dengan yang kita pikirkan.

 
Komentar by uya
2009-01-21 11:19:57

intinya..bedakan antara keinginan sama kebutuhan. Simple..tp pas dijalanin sulitnya minta ampun..apalagi klo banyak setan di sekeliling kita.hehe..

 
Nama (wajib)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Komentar Anda (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.