Home » Kabar Cendekia

Anak Unggul dari Sekolah Unggulan

, 19 Juni 2008 5 Comments

Selama ini kita menduga bahwa memasuki sekolah unggulan menghantarkan seorang anak lulus Ujian Akhir Nasional (UAN). Boleh jadi benar. Pun boleh jadi tak selamanya benar. Pasalnya, ujian nasional bukanlah menjadi penentu keunggulan seorang anak. Bahkan, sudah menjadi rahasia umum, UAN hanyalah sebagai salah satu jenjang untuk memperoleh ijazah. Bukan itu saja, UAN pun hanya menjadi prasyarat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Kalau pun UAN sebagai penentu keunggulan seorang anak, pertanyaan berikutnya: apakah memang hasil UAN representatif menggambarkan keunggulan seorang anak semenjak mengenyam pendidikan tiga tahun lamanya. Sudah pasti Anda akan serempak menjawabnya: No!.

Faktanya, sudah sering kita temui anak-anak berprestasi semenjak kelas satu sampai kelas tiga, menduduki peringkat pertama di sekolahnya, toh tak lulus UAN. Bahkan, pernah terdengar kabar, beberapa tahun silam, seorang anak peserta Olimpiade Fisika Nasional tak lulus UAN. Karena memang, lagi-lagi, hasil UAN tak selamanya menggambarkan keunggulan seorang anak. Banyak faktor yang “bermain” sukses tidaknya seorang anak melewati UAN. Namun, kesempatan ini saya tidak akan mengupas faktor penentu gagal tidaknya seorang anak menjalani UAN.

Lantas, pertanyaan selanjutnya: kenapa kita bersusah payah menyekolahkan anak kita di sekolah unggulan, padahal toh anak-anak kita tidak ada jaminan lulus UAN? Pertanyaan itu memang ada benarnya. Jika kita hanya menginginkan anak-anak kita lulus UAN, maka bersekolah di sekolah biasa-biasa saja sudahlah cukup. Tapi, kita tentu tak ingin anak-anak kita hanya lulus UAN saja. Saya yakin kita ingin anak-anak kita menjadi anak-anak unggul. Ya anak-anak yang mampu mengembangkan dirinya secara intelektual, emosional, dan spiritual. Untuk mencapai anak-anak yang unggul, maka sudah sepatutnya kita harus mengkondisikan mereka pada sekolah-sekolah unggulan, bukan sekolah biasa-biasa saja.

Di sinilah, kita perlu meluaskan pola pikir kita. Pendidikan haruslah melahirkan generasi-generasi unggulan. Bukan generasi-generasi yang hanya mengandalkan nilai-nilai UAN. Saya tidak mengatakan bahwa UAN itu tidak penting. UAN itu penting. Namun, yang lebih penting bagaimana mempersiapkan anak-anak kita menjadi pribadi-pribadi unggul, tahan banting, berpola pikir maju, dan seterusnya. Dengan begitu, setelah mereka menamatkan SMA, dan memasuki dunia perguruan tinggi, mereka telah siap. Ya siap secara intelektual, emosional, dan spiritual. Dan untuk menggembleng anak-anak seperti itu, maka mau tak mau, kita harus memasukkan anak-anak kita pada sekolah-sekolah unggulan.

Sebagai contoh, ketika dulu saya bersekolah di Insan Cendekia, sekolah unggulan di Gorontalo. Waktu itu, orang tua saya tidak pernah berpikir bahwa dengan bersekolah di Insan Cendekia, serta merta saya akan lulus ujian akhir, masuk perguruan tinggi favorit, dan sebagainya. Orang tua saya hanya berpikir sederhana: Insan Cendekia akan mempersiapkan anak saya menjadi anak unggul (secara intelektual, emosional, dan spiritual).

Hasilnya, Alhamdulillah, model pembelajaran di Insan Cendekia benar-benar memberdayakan kemampuan saya. Pembelajaran menyenangkan. Guru-guru berkualitas. Fasilitas yang memadai. Pemberian bimbingan belajar intensif. Bukan itu saja, dari segi emosional dan spiritual, kami terlatih. Betapa tidak setiap harinya kami harus hidup bermasyarakat, mandiri, dan tak gampang menyerah. Saya mulai terbiasa dengan hidup disiplin, tepat waktu, manajemen diri, dan sebagainya.

Setelah lulus dari Insan Cendekia, rupanya nilai-nilai itu tetap bersemayam dalam kehidupan saya. Alhasil, betapa sangat mudah kami menyesuaikan diri ketika harus kuliah di Jawa. Ternyata kebiasaan-kebiasaan (sistem pembelajaran dan kehidupan di Insan Cendekia) sangat membantu saya menjalani perkuliahan. Banyaknya tugas perkuliahan tidak lagi membuat saya panik. Biasa-biasa saja. Karena memang semenjak di Insan Cendekia saya sudah terbiasa hidup disiplin, pintar-pintar memanfaatkan waktu. Dengan kata lain, Insan Cendekia telah jauh-jauh hari mempersiapkan anak didiknya menjalani proses persaingan di perguruan tinggi kelak. Bahkan, tanpa melebihkan, Insan Cendekia justru mampu mempersiapkan anak-anak unggul yang menjadi aset umat.

Jadi, tunggu apalagi. Segera cari sekolah unggulan dan masukkan anak-anak Anda ke sana. Lalu, saksikanlah perubahan hidup anak-anak Anda menjadi lebih baik. Ingat, anak-anak unggul pastilah berasal dari sekolah unggulan.

RSS feed | Trackback URI

& Komentar »

Komentar by yd.gobel
2008-06-19 15:24:57

sebenarnya ga gitu juga sih din, semua kembali ke individu masing2 anak…
intinya menggali potensi dalam diri-sendiri, bukan memaksakan/mencekoki sesuatu hal yang diluar kemampuan dan kemauan…

contoh na aja, Barack Obama dulu SD na di manggarai, yg notabene’a bukan unggulan, tapi sekarang jadi calon presiden…
hehehe kidding….

se unggul apa pun status sekolah itu, tetep kalo di dunia luar status na jadi bersaing. bukan yang di unggul kan lagi…

diatas langit biru masih ada langit yg lebih dalam biru nya…
(apa sih??? ga penting bgt ya).

btw dengan mengesampingkan itu semua, postingan mu bagus ko…

regards (^_^)

 
Komentar by Mhatoz
2008-06-21 18:01:56

Apa yang di katakan yudi memang ada benarnya juga…semua kembali pada individu masing – masing….
Tapi menurut saya menimba ilmu di sekolah unggulan bisa mengondisikan kita untuk menjadi unggulan meskipun pribadi kita sebelum masuk ke institusi tersebut biasa2 aja,,,
Karena dengan masuk sekolah unggulan maka kita dipaksa untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan yang di desaint untuk menggantarkan kita menjadi unggul….
1.pertama kita belajar dan bersaing dengan orang2 yang lulus tahap seleksi yang menurut saya bisa dikatakan dengan orang – orang pilihan…(it means the best from the best)beda jika kita sekolah di sekolah2 biasa….
2.kita berada di lingkungan yang menunjang untuk kita bisa menjadi manusia unggul…
3.kita mempunyai guru – guru yang berkualitas….
4.kita punya fasilitas yang memadai…
“Obama memang sekolah di SD Manggarai tapi jangan salah dia lulusan harvard university yang notabene merupakan kampus unggulan di amerika bahkan dunia….”
Jadi sya sependat ma apakah yang di tulis ma rusdin

 
Komentar by riefsie
2008-06-22 14:21:16

mmmhhh

logika-nya

tidak perlu sekolah unggulan untuk menjadi orang yang unggul (the best), but sekolah unggulan membutuhkan orang2 unggulan (the best) untuk tetap menyandang sekolah unggulan!!!

????

 
Komentar by warno
2008-07-22 17:14:26

udah liat or baca ttg smp qoriyah thoyyibah?

pa skul tuh unggula or not?

aq jd bingung ” ”

skul unggulan hanya bikin orang tuk siap bersaing, kurang kooperatif

pdhal kooperatif mnurutq lbh penting tux mnjalani hidup nih

tp aq g tau man ic tuh lbh menyiapkan siswax tux brsaing or berkooperatif!!!!!!!!!!!!

tp kooperatif bukan tux menyiapkan mental korupsi n tetek-bengeknya

Komentar by Marion
2008-07-22 19:05:19

Salam Kenal mas Warno,
saya gak tau sekolah yang anda maksud.
Kalo Masalah bersaing dan kooperatif selama ini yang saya rasakan dan sampai saya amalkan keknya 2 poin itu udah ada di dalam diri tiap Alumnus tanpa disadari. Ku rasa, ini cukup menjawab.

 
 
Nama (wajib)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Komentar Anda (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.