Home » Catatan Ringan

KOPEA ; KOloni PEmrihatin Almamater

, 31 Mei 2008 6 Comments

Ya, KOloni PEmrihatin Almamater. Kami sebut begitu untuk kami dan teman-teman lainnya yang sering saling bertemu dan berbincang di berbagai kesempatan. Dalam frase positif, mereka sebenarnya adalah KOmunitas PEmerhati Alumni yang senantiasa mengikuti perkembangan alumni dan almamaternya baik secara langsung atau tidak langsung. Ibarat seperti anggota sebuah keluarga besar. Satu sama lain selalu ingin tahu seperti apa kabar saudara dan kerabatnya meski tinggal nun jauh disana. Mereka ada di saat halal bi halal tahunan yang membuat kita bisa berkunjung ke sekolah atau di acara ulang tahun, nikah, syukuran, atau sekedar kumpul dan makan di rumah salah satu teman kita. Bisa jadi juga terbentuk saat minimal dua orang alumni insan cendekia bertemu dan berceritera satu sama lain. Berbagi memori dan nostalgia masing-masing.

Petikan tulisan di bawah ini setidaknya adalah beberapa inti yang kami sarikan dari pembicaraan mereka yang sifatnya non-privat dan non-indivudual. Perlu dicermati bahwa intisari di bawah ini sebagian besar berupa MASALAH / problem. Oleh karena itu, izinkan di forum maya ini kejeniusan teman-teman terakses oleh lainnya. Kita dapat mengubahnya menjadi SOLUSI sekarang. Tentunya pula dengan pola yang ramah dan santun yang telah menjadi ciri khas kita dari dulu.

Sekali lagi, silakan teman-teman menambahkan komentarnya masing-masing pada bagian yang kosong. Anda bebas berkomentar satu sama lain. Semoga menjadi momentum dalam pencarian jati diri kita sebagai sebuah komunitas. Apa, siapa, kemana, untuk apa, bagaimana??? Terima kasih.

LATAR BELAKANG
(Beberapa poin yang mendasari/melatarbelakangi bahan pembicaraan)

  1. Fakta bahwa almamater SMU/MAN Insan Cendekia Gorontalo telah berdiri sejak tahun 1997 dan telah meluluskan alumninya sejak tahun 2000.
  2. Fakta bahwa terhitung sejak meluluskan alumni tahun 2000 telah ada 8 (delapan) angkatan alumni yang berjumlah kurang lebih 500 orang dan melanjutkan studinya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Malang, Makassar, Manado, Gorontalo serta beberapa kota lainnya baik dalam dan luar negeri.
  3. Fakta bahwa para alumnus di atas telah dan sedang mengembangkan bakat dan potensi diri yang sesuai dengan keinginan/minat masing-masing pada berbagai disiplin pengetahuan & kemampuan. Pengetahuan & kemampuan ini adalah aset bagi diri sendiri, keluarga dan orang yang dicintai tentunya. Lebih dari itu, merupakan sumber daya tak terbatas bagi pengabdian terhadap Allah SWT, tingginya panji Islam, harumnya nama bangsa Indonesia, dan kemajuan daerah khususnya Gorontalo.
  4. Fakta bahwa para alumnus angkatan pertama sampai ketiga sebagian besar telah menyelasaikan studinya. Beberapa telah berumah tangga, memulai bekerja dan berusaha. Tumpuan tentunya ada di pundak mereka yang berstatus pionir. Pionir bukan hanya dalam berbagai hal pada masa dahulu kala remaja saat di almamater, tetapi juga pionir untuk masa depan. Masa depan almamater, masa depan paguyuban IAICG, masa depan Gorontalo, Indonesia, Islam, dan lain sebagainya.
  5. Fakta bahwa telah terjadi penurunan keterlibatan langsung dari para alumnus untuk berkontribusi pada komunitas ICG. Kejadian yang dapat menjadi indikator : a. Acara halal bi halal setiap hari ke-2 atau ke-3 lebaran yang menjadi tradisi tahunan semakin sepi dari tahun ke tahun. Lebaran 1428H kemarin, hanya dihadiri sekitar 10 – 20an alumnus. Angkatan yang menjadi panitia penyelenggara pun terkesan tidak fokus dengan acara ini. b. Eksistensi paguyuban IAICG semakin kabur. Mungkin karena pengurusnya. Tapi lebih mungkin lagi karena fakta bahwa sikap skeptis/cuek anggota komunitas ini. Usaha pengurus selama dua tahun terakhir untuk mengadakan MUBES ditanggapi dingin. Akhirnya MUBES tetap diadakan dengan jumlah peserta tidak lebih dari sepuluh orang. Bahkan untuk pemilihan ketua IAICG sekalipun hal itu terjadi. Jauh dari kuorum yang mengharuskan peserta minimal dua pertiga dari total alumni.
  6. Fakta bahwa ……………..(silakan teman2 tambahkan sesuai sudut pandang masing)

TUJUAN
(Pada akhir perbincangan, selalu terbersit harapan ideal yang dibayangkan. Beberapa kami paparkan, lainnya dapat teman-teman tambahkan.)

  1. Harapan bahwa komunitas ICG menjadi lebih solid ukhuwahnya dan silaturahminya. Yang tua menyayangi & mengalah kepada yang muda, yang muda menghormati dan mendengarkan yang tua, dalam kerangka persaingan sehat. Kondisi ini dipercaya dapat mendorong anggota komunitas menjadi lebih kaya aksi nyata yang bermanfaat bagi banyak orang dengan semangat persatuan yang tinggi.
  2. Harapan bahwa komunitas ICG menjadi wadah yang dapat memfasilitasi dan menjembatani berkembangnya setiap potensi yang dimiliki oleh para alumnus. Potensi-potensi itu tersebar pada berbagai bidang seperti keteknikan (elektro, informatika, sipil, arsitektur, telekomunikasi, pertambangan, energi, sains, dll), kedokteran, sosial kemasyarakatan, politik & pemerintahan, kewirausahaan & bisnis, seni & sastra, karir profesional (pengacara, jaksa, hakim, polisi, tentara, bankir, dll), potensi amal & derma serta masih banyak bidang lagi yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
  3. Harapan bahwa …(silakan teman2 tambahkan sesuai sudut pandang masing).

RSS feed | Trackback URI

& Komentar »

Komentar by Marion
2008-05-31 13:19:16

Sebelumnya, ide ini sangat bagus dan saya sangat mendukung dengan adanya KOPEA ini. .
Namun, tentunya KOPEA ini ada penanggung jawab setidaknya siapa yang menulis ini. .
Biar kita semua tau siapa yang berbicara atau bertanggung jawab atas content / ide ini. . :-)
Singkatnya spt itu. . ^_^
Saran :
Organisasi IAICG di Daerah kan telah ada, namun sampai saat ini belum terkoordinir dengan baik. Menurut diriku, untuk menghadirkan kuorum 2/3 untuk mubes akan sangat sulit dikarenakan beberapa faktor antara lain :
1. Kesibukan masing-masing personal,
2. Pulang ke Gorontalo itu tergantung Kantong juga cukup nggaknya. . (Apalagi yang sudah berkeluarga. . ^_^)

Oleh karena itu, gimana kalau seandainya memang mau diadakan pemilihan, berhubung sekarang ini udah jaman teknologi informasi kita menggunakan teknologi aja baik untuk voting, atau melakukan pengusulan atau pendapat atau pembahasan AD/ART. karena untuk mengumpulkan 2/3 dari 600 Orang akan amat sangat susah, melihat 2 poin penting di atas.
dari usul ini menurut saya yang akan lahir :
1. Terberdayakannya Pengurus di Daerah,
2. Jauh lebih simple dan memungkinkan terlaksananya hal-hal yang kita inginkan spt yang tertera di atas. .

Jadi kalau menggunakan teknologi informasi mungkin yang kita butuhkan :
1. Nomor HP,
2. Email.

Dan itu akan jauh lebih simple (Saya gak bilang lebih mudah ^_^v ), karena untuk melakukan pendataan kita punya pengurus daerah yang tentunya telah memiliki data anggotanya. demikian juga, kita bisa langsung mendengar keinginan dari masing-masing alumni.
Ini pikiran saya. .

Marion

 
Komentar by Pak Widodo
2008-06-28 22:22:42

Ide dari Marion itu cukup bagus daaan rasional
Memang, anak asuhku pinter deh..

 
Komentar by Marion
2008-06-28 22:29:27

Makaciy pak wid. . .
^_^

 
Komentar by yd.gobel
2008-06-28 23:05:27

eh ini artikel ko baru gw baca ya…kapan di posting nya???
akhir bulan mei ya????…
bagus nih sapa yang posting ya, tapi ko kyk na cuma wacana aja…gak ada orderannya…

mmmmm….

kalo orderannya, seperti yg dimaksud sama Iyon, gw setuju tuh, tapi kita perlu study case dulu deh dan melakukan trial-error, tapi kalo terlalu sulit dan makan waktu yah mo langsung juga boleh sih, tinggal koordinasi na aja…

keep Movin’ On guys

 
2008-09-24 18:39:49

[...] tentang alumni sudah pernah disampaikan secara subjektif pada tulisan sebelumnya (silahkan baca disini). Yang menarik ditelisik dari komunitas alumni adalah hambatan mental, psikis, dan fisik apa yang [...]

 
2008-12-31 21:28:02

[...] Pada bulan ini juga cendekia.web.id kedatangan seorang penulis misterius yang sampai saat ini masih merupakan misteri, Kopea. [...]

 
Nama (wajib)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Komentar Anda (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.