Jauh-Jauh Pi Kuliah di luar Ujung2 balik GTO lagi…
sampai sekarang saya masih ingat bagaimana kata itu diucapkan adik kelas saya ketika bertemu di UNG. saya masih ingat bagaimana sinisnya dia mengatakan itu, ditambah dengan senyum kemenangan dia, yang definitely ingin menertawakan keputusan saya, keputusan teman-teman saya, kuliah diluar GTO, diluar UNG, tapi ujung2nya balik GTO lagi utk kerja, kalau gitu ngapain kuliah jauh2 kalo misalnya dengan tetap di GTO bisa dapat kerjaan itu???
terus terang, walaupun saya masih ingat perkataan dia, setajam ingatan saya terhadap berapa batang rokok yang dihabiskan cele antara kampus dan kost (2 batang kan le?), saya lupa namanya,damn…selain kalimat dia itu, saya hanya ingat, bahwa dia pernah kuliah setahun di jogja, bukan UGM, bukan UNY, bukan swasta terkenal lainnya dan pasti bukan pula UII fak ekonomi (masih ada jilbab2 seksi le?hehe). kalo ga salah dia ikut institut pelatihan yang lokasinya di UGM, still bro, it is definitely not UGM. kemudian setelah selesai setahun dia pulang ke GTO, kuliah di UNG, yang alasannya saya ga tau dan ga mau tau, egp…
btw,bukan kisah dia yang ingin saya tonjolkan disini, bukan juga kenapa cele butuh 2 btg rokok selama pergi pulang kost dan kampus, saya hanya tertarik dengan alasan dia melontarkan kalimat itu.
hanya satu alasan dia yang saya bisa tebak, ngapain kita kuliah jauh-jauh ke jawa, lulus di PTN atau PTS yang lebih berkualitas dari UNG, bayar biaya kuliah yang bisa memaksa ortu kita hanya makan ikan oci dan sayur kangkung tiap hari, beli tiket pulang pergi jawa GTO yang membuat ortu kita ngutang kiri kanan, de el el…kemudian akhirnya kita balik lagi ke GTO, either itu jadi dosen di UNG ataupun jadi PNS…mungkin dia pikir, ngapain kayak gitu, wong kuliah di UNG ataupun Ichsan, kita tetap bisa jadi dosen ataupun PNS.
saya tidak tau alasan teman saya yang lain, tapi alasan saya pulang GTO, saya hanya ingin jadi dosen, secara nyokap bokap gw dosen, mindset dosen mengukir kuat di otak saya. dosen bagi saya adalah pekerjaan yang mulia, memberi pengetahuan kepada mahasiswa yang 90% ga pernah memperhatikan, kecuali kalo udah denger, yak…there will be a quiz in next meeting…bagi teman saya yang lain, yang jadi PNS mungkin merupakan keinginan ortu, atau PNS bisa memberi sebuah jaminan kemapanan kita, jaminan status di mata camer,hehe.tapi apapun itu, saya yakin, adanya lulusan luar GTO, bisa memberi pengaruh berbeda di GTO.
coba liat sekeliling anda, bagaimana output anak IC yang kuliah di jawa?
saya yakin 99% lebih berhasil daripada yang ada di GTO, apalagi adik kelas saya itu. terakhir saya dengar beliau belum lulus, sibuk dengan urusan protes-memprotes kebijakan kampus, padahal dengan kebijakan itu kualitas dia bisa lebih diarahkan ke yang semestinya. saya yakin pendapat saya ada pro consnya, dan itu menunjukkan kebebasan berpikir setiap orang. saya juga tidak menutup mata terhadap rekan-rekan saya yang tetap bisa berhasil walaupun mereka hanya kuliah di GTO, tapi saya yakin mereka adalah orang-orang terpilih, 1 diantara 1000, yang bisa berpikir positif, lebih maju daripada orang-orang GTO lainnya.
orang GTO lain,yang mungkin masih berpikiran GTO’s oldschool,ketika memutuskan kuliah di luar GTO pada awalnya mungkin hanya mengikuti arus temannya, tetapi ketika udah diluar GTO, mata mereka baru terbuka, pikiran mereka bisa menelaah, ternyata pola hidup GTO akan mengakibatkan GTO tetap tertinggal dari daerah lain. mereka akhirnya mengadopt semua hal yang mereka dapatkan ketika kuliah, dan pasti berencana ingin mengimplementasikannya di GTO once they go back there, selain untuk proud dan honour, pasti ada keinginan untuk liat GTO sejajar dgn, at least, surabaya.
tiap hal, pasti punya 2 sisi, negatif and positif, dari sedemikian hal yang mereka adopt, pasti terdapat beberapa hal yang juga bisa membawa hal negatif, seperti cigarettes (le?), miras, drugs, free seks. kalau yang ini sih, kembali ke pribadi masing2, it is not our business.
Terus terang, terang terus, saya tidak ingin membandingkan kualitas output GTO atau output luar GTO. semua tetap tergantung keinginan dan kemampuan individu tersebut. tidak berarti dia kuliah di GTO, maka dia bodoh, tidak berkualitas, tidak…juga tidak berarti kuliah di luar, akan jadi pintar, berkualitas, tidak juga…saya hanya ingin memaparkan argumentasi saya terhadap perkataan adik kelas saya tersebut. anak GTO, lulusan GTO atau lulusan luar, pasti ingin tetap balik ke GTO, thats our motherland, in GTO our mom and dad enganged, in GTO we pee for the first time, and hopefully in GTO we will be buried. kami ingin tetap hidup, mencari uang, nikah, menikmati masa tua kami di GTO.
mungkin kami memaksakan diri, sok, or whatever, dengan tidak kuliah di GTO, bagi kami kuliah adalah masa pencarian jati diri, masa menentukan yang akan membawa pengaruh ke hidup kami ke depannya. dan tidak ada salahnya kami ingin masa itu kami nikmati di suasana baru, lain dari GTO, lebih baik dari GTO, jika nantinya dengan itu kami bisa menjadi lebih baik, pulang GTO dan membawa pengaruh baik tersebut ke GTO. Itu hak kami kan?
Sekali lagi, this is my personal opinion, im sure there will be an argument, either it is a support or some sarkasm things. it is up to you my friends, I LOVE GTO…
n untuk adik kelas saya itu, cepat lulus ya…terus kerja yang bener, ojo nesu-nesu…buktikan kalo kamu lebih baik dari kami yang mengambil keputusan untuk menikmati masa kuliah kami diluar GTO…












Sya rasa sebagai orang yang punya ikatan darah atau emosional dengan suatu daerah pasti mempunyai rasa memiliki akan daerah tersebut….
Saya sebagai orang yang mempunyai darah GTLO dari garis ibu dan ikatan emosinal karane pernah melewatkan masa remaja selama tiga 3 tahun di GTLO (dan bagi saya merupakan salah satu anugrah yang di takdirkan tuhan dalam tahapan hidup saya adalah menjadi komunitas IC)…pastilah sangat cinta n ingin berkontribusi untuk kemajuan gorontalo…saya rasa teman – teman yang lain juga begitu….
Masalah kuliah di luar gorontalo or di grantlo itu sya yakin berkaitan dengan takdir juga….
Sya meresa bersyukur karna bisa merasakan pendidikan diLuar gorontalo..tepatnya di Jawa…
Realistis aja kemajuan dunia pendidikan di jawa dibandingkan daerah2 lain di luar jawa semua orang pun tau lebih maju di jawa.
saya rasa teman2 yang melanjutkan pendidikan di jawa or diluar gorontalo pertibangannya yang utama ingin mencari pendidikan yang lebih berkualitas untuk bekal ketika terjun dalam aktivitas sosial ,ekonomie di masyarakat…
urusan apakah nanti setelah mereka lulus dan pulang mengabdi di masyarakat (Di Gorontalo) sebagai PNS,Dosen,Honorer,atau Wiraswasta..itu adalah pilihan hidup…
Dan menurut saya adalah pilihan yang bijaksana…
karna saat sekarang ini GRTLO di masa tahap pembagunan sangat membutuhkan SDM yang bisa diandalkan…
dan teman2 alumni yang notabene kuliah di luar grnlo menurut saya masuk dlam kualifikasi SDM yang dapat diandalkan…
JAdi Kuliah di luar or di grtlo itu adalah pilihan setiap orang…
yang jelas kita semua ingin gorontalo maju dan sejajar dengan provinsi2 lain…
Merdeka…
kak onal pe email apa?…
ada FS…
hidup onal…., trus te mulky dang?????…ha…hahahaha… it’s just jokes,
hidup itu pilihan!!!
dan yang harus di ingat bahwa ????
yang jelas tuhan ciptakan kita semua manusia,bukan untuk menderita..,menjadi beban untuk orang lain…,menjadi koruptor…,atau apakalh dp nama yang yang pasti torang samua tidak suka itu terjadi sama torang pe diri???
BGM????
Tuhan pasti menciptakan kita manusia itu untuk bisa hidup senang, bisa menikmati semua yang diciptakannya ato samua yang bagus-2 bagitu!!!!
jadi skarang kembali ke diri kita sendiri, MAU nyanda mencari jalan yang tuhan mau pa torang????
sooo…
ana stuju skali… deng onal????
kalo kalian mau terbuka paradigmanya, coba keluar daerah!!!
liat orang luar bekeng yang selama ini torang tidak sadar ternyata apa yg dorang bekeng torang juga bisa bekeng cuma torangnya saja yang tidak terbuka paradigmanya atau telmi, tulalit padahal banyaknya fasilitas .
coba Change YOUR DNA (dream and action)
oke!!!!!
be great
Salam DNA
Zul be Rich
Haha tull bos. N kalo tida kluar gto mungkin nt gak akan sebulat skrg :-*
hehe…ah tida am, mo dimana saja, tetap saja te pahule mo bulat…
hidup onal…., trus te mulky dang?????…ha…hahahaha… it’s just jokes,
hidup itu pilihan!!!
dan yang harus di ingat bahwa
yang jelas tuhan ciptakan kita semua manusia,bukan untuk menderita..,menjadi beban untuk orang lain…,menjadi koruptor…,atau apakalh dp nama yang yang pasti torang samua tidak suka itu terjadi sama torang pe diri???
BGM????
Tuhan pasti menciptakan kita manusia itu untuk bisa hidup senang, bisa menikmati semua yang diciptakannya ato samua yang bagus-2 bagitu!!!!
jadi skarang kembali ke diri kita sendiri, MAU nyanda mencari jalan yang tuhan mau pa torang????
sooo…
ana stuju skali… deng onal.
kalo kalian mau terbuka paradigmanya, coba keluar daerah!!!
liat orang luar bekeng yang selama ini torang tidak sadar ternyata apa yg dorang bekeng torang juga bisa bekeng cuma torangnya saja yang tidak terbuka paradigmanya atau telmi, tulalit padahal banyaknya fasilitas .
coba Change YOUR DNA (dream and action)
oke!!!!!
be great
Salam DNA
Zul be Rich
Saya rasa kerja merupakan bagian rejeki yang notabene merupakan takdir. Pada awalnya juga terasa sesak pas menerima kenyataan harus kerja di GTO. Padahal sebelum tes PNS saya sudah membuat “deal” dengan ayahanda, jika saya tidak lulus PNS maka saya akan kembali ke Jawa, kenyataannya lulus.
Untuk menghibur diri, saya “memaksakan” pemikiran saya terhadap diri sendiri. “Sabantar poli kalo Gorontalo so full deng orang luar, lapangan kerja, posisi2 politis orang Jawa moambe, momarah2 poli. Bilang kita dijajah di negeri sendiri… Kong ngana yang so kuliah di Jawa mosuru pulang tida mau. ..Bo ada panas ente ini, Ganteng…”
Tapi yang jelas, PARADIGMA. Contoh paling simple cara berlalu-lintas. Setelah dari luar kita jadi tau cara belok kanan yang benar. Sampai saat ini, banyakan orang Gorontalo, terutama bentor, kalo mau belok kanan, ngambilnya dari sisi kiri jalan. Hal ini menyusahkan kita yang jalan di sisi kanan tapi mau jalan terus. Saya sendiri, harus memaki mereka secara langsung, “Woi, kalo mobelok kanan, ambe kanan, Aba!”
Semoga Gorontalo maju, semoga kita dikenal sebagai Gorontalo, bukan hanya sebagai “daerahnya Fadel”. Serius, tiap orang yang ketemu dengan saya, trus nanya asli mana, mereka lebih mengenal “tempatnya Fadel”. Malahan sering dipikir di Makassar lagi…
Masih muda, memang perlu mengembara ke dunia lain, dunia di luar negeri. kumpulin banyak2 ilmu di luar sana. bekali diri sebaik mungkin. belajar dari daerah orang lain (yg sudah maju). terus balik, dan bangun daerah sendiri. seperti layaknya orang-orang jepang yang rela menghabiskan uang, waktu, tenaga, dll, demi untuk menimba pengalaman di luar jepang. setelah berguru di luar, mereka balik, dan membangun raksasa jepang. waw….hebatkan!!!
jadi ngapain lama2 di tempat orang. kalo udah cukup ilmu dan pengalaman segera balik. bangung gorotontalo!!!!
wah baru kali ini comentnya pada panjang2x….
Artikel nya bagus, sebenarnya kasus kayak gini sudah lumrah, dan gak cuma di Gtlo aja terjadi, kayak nya hampir di seluruh daerah di Indonesia kecuali Jawa…
Yang lucunya malah terjadi Fenomena, Non-Jawa Pada lari Ke Jawa, yg Jawa pada lari ke Luar Indonesia….Nah Loh??????
Did U ever Thinking,
kenapa orang Cina ada di sudut2 pelosok dunia?
kenapa Orang Afro bisa menguasai pusat hiburan dunia?
Kenapa orang Yahudi bisa menguasai Politik Dunia?
Gw jadi Inget, dulu gw pernah diskusi dng seorang teman, he sez…”KLo kamu ga bisa jadi raja di negeri sendiri jadi lah raja di negri O-L”…gw terus terang gak ngerti mksdnya, tpi toh itu terjadi di bnyk orang….
menanggapi yg keluar GTLO…
Ane malah punya pemikiran seperti ini, Tahun pertama setelah selesai SMU jangan lagsung kuliah, pada saat2 itu kalian pasti pada binun mo nentuin kemana, plis lah kenginan hidup bukan utuk di paksakan…
Cobalah untuk berkeliling Indonesia, klo ga cukup dana coba berkeliling GTLO,,,dari situ kita bisa tentukan jalan hidup kita…
Selama ini yg kita alami adalah tekanan dr Ortu, Guru dan diri kita utk kuliah…
Sudah saat nya paradigma seperti itu di Ubah….
membangung GTLO bukannya hanya dengan kembali ke GTLO, dengan memperkenalkan GTLO ke Nasional dan Internasional sudah merupakan salah satu cara membangun GTLO…
bukan begitu Pren?????
Buku adalah jendela dunia, tapi pengalaman adalah kunci untuk membukanya…
duh ko ya jadi ikutan panjang…
Yah mudah2an nyambung pren…
maaf lah klo ada salah2 Kata dan persepsi…
this just an Opinian…
Maju terus Gorontalo
waduh bang, masa harus nunggu setahun buat nentuin hidup?
kenapa g sejak smu aja qt liat dunia?
toch g 3 taon full qt hidup di holyprison (betul ya???)
ato sejak kecil, ketika qt dipenuhi dengan imajinasi” n cita” yang masih murni,,,?
“Jauh-Jauh Pi Kuliah di luar Ujung2 balik GTO lagi,,,” emank harus ya kalo kul di luar artinya menetap disitu? waduh, berarti arf nanti kerja n dapat istri orang surabaya dunk?
yah, berarti harus lepas dank arf pe cewek orang gtlo? (ups….he…3$ just kidding)
jepang jauh” menyekolahkan pemudanya ke USA hanya untuk “mencuri” ilmu dari mereka (n now, liat jepang kayak apa sekarang!!!)
qt tinggal liat aja ntar lagi gorontalo seperti apa, banyak pemudanya bersekolah di luar gtlo n semuanya punya keinginan n semangat untuk membangun gtlo, kayaknya surabaya aja bakal kalah dengan kemajuan gorontalo
so…
kayaknya orang yang berpikiran “Jauh-Jauh Pi Kuliah di luar Ujung2 balik GTO lagi,,,” bakal TERTAWA (tertawa karena kecerobohannya mengatakan itu dan melihat teman” yang dari luar yang akan membangun gorontalo),,,
tapi bukan berarti juga mereka salah, malah mereka juga akan MENANGIS (menangis bahagia karena mereka bisa bangun gorontalo dengan cara mereka)
intinya kemanapun bumi qt pijak jangan lupa langit yang melindungi kita (waduh, bingung euy jadix arf balik gtlo ato mdo ya??? he….3% just kidding lagi)
buat mas e n mba e silahkan mbaca novel
“the traveler tale’s” atau silahkan di baca ulang klo udah pernah mbaca….
Juga “the Naked Traveler”…
Bagus loh cerita ne…
Loh ko jadi OOT beneran….
eh, ini keren juga ide ttg jalan2 satu taon dolo… Biasanya pas keluar SMU kita yang idealis dan cenderung ceroboh. Idealis soal PTN ato PTS, D3 ato S1… Ceroboh soal milih jurusan atau universitasnya… Soale waktu SMU kan kita diajarin semua mata pelajaran. Pas udah kuliah baru ketauan kalo salah jurusan atau gak suka jurusan yang dipilih. Jadinya malas2an deh kuliahnya…
Jadi nyesel gak pernah tau model gini dari dulu. Padahal kalo ngitung2 umur juga sama aja. Untuk nembus 4tahun kuliah juga susah banget.
hehehe… kadang kita harus ke dunia luar untuk tahu kalo ada banyak hal di luar sana.
selama masih muda gak ada salahnya berpetualang. toh ilmu bisa dicari dimana saja.
kalo kita sihhh…
nda usah jauh-jauh…
bagun diri anda
bangun keluarga anda
besarkan mereka
dan pandai berterima kasih & Tulus
sama deng bangun torang pekampung sandiri
Coba ngoni kali 100.000 penduduk yang kayak begitu????
pasti gorontalo akan besar…
di al-qur’an sudaaahh jelas skali, ko malah binggung.
so ingat Tuhan(?) nt waaaa…. ana saluuutt (ndak pake gula) pa nt kalo bagitu
to Oneal :
kapan kondangan mas? so lewat ‘Mei’ hahahaha
[...] Dua tulisan fenomenal Mr.Oneal yang sempat membuat geger dunia [...]
Onal NT so pulang jadi dosen ? Kapan pulang ? kok nggak bilang – bilang?
Bedanya orang kuliah di gtlo dan luar gtlo adalah wawasannya.
Jangan sampe kayak katak dalam tempurung.
Thanks yo kAkak-kAkak yg so be se ingat,
kLo bLe k Gtlo sebenrnya harus dijadikan salah satu pilihan berprioritas tinggi klo nanti sls kuliah,
ya walaupun belum terpikir,-
Titip salam k’ buat yang ngomong
JAUH-JAUH PI KULIAH DI LUAR UJUNG-UJUNG BALE GORONTALO LAGI,
JAUH-JAUH PI TINGGAL DI RUMAH ORANG MEMANG UJUNG-UJUNG HARUS BALE DI RUMAH SANDIRI, masa’ mo numpang terus, rumah sendiri kan juga perlu dibangun ;D
My homeland my dreamland….
Gorontalo tempatku kembali,-
io samua orang dpe rumah d tanah jd harus balik k tanah. mati jo…..!!!!!
Berpikir positif dalam memandang suatu permasahan, maka akan melahirkan energi positif dlm permasalahn itu…
Jd mau kuliah di luar atau di gtlo jgn di persoalkan, kembali kepada diri masing-masing untuk dapat memberi yang terbaik bagi gtlo….
Marilah kita berfikir positif…
Semua sdh di atur bung…
Salam
zakir_13@yahoo.com
bisa di cb setahun bwt kawin kontrak.:)
dari pd nganggur. ya to?